Wapres Nilai Presidensi G20 Sukses, Produk Halal juga Berpotensi Besar

Locoshop.co.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan pandangannya soal penyelenggaraan KTT G20 yang baru saja selesai. Dia mengatakan, sesuai dengan tema yang diusung, KTT G20 diharapkan menjadi gerakan untuk bangkit bersama dan pulih bersama.

“Jadi, membangun kerja sama,” katanya usai membuka forum Halal 20 (H20) di Semarang pada Kamis (17/11).

Upaya kerja sama itu baik dalam mengatasi masalah yang ada saat ini, maupun masalah di kemudian hari. Mulai dari urusan energi, kesehatan, finansial, hingga keamanan atau perdamaian global sampai perubahan iklim.

“Bahkan kita juga ingin mengharapkan perang berhenti,” jelasnya.

Ma’ruf juga menyampaikan dari sisi pemerintah Indonesia, banyak kesepakatan yang berhasil dicapai dalam rangkaian G20. Secara khusus dia menyampaikan keberhasilan kepemimpinan Indonesia di G20 tahun ini sudah bisa dilihat.

“Misalnya Amerika dengan Tiongkok sudah bisa berdialog,” jelasnya.

Dia berharap langkah-langkah yang dibangun dalam G20 bisa terus berlanjut. Termasuk juga soal komitmen atau kerja sama di sektor investasi dari berbagai negara anggota G20 ke Indonesia.

Ma’ruf kembali menyampaikan posisinya yang tidak hadir di Bali saat puncak gelaran KTT. Dia mengatakan, G20 adalah agendanya pemerintah.

Kehadiran Presiden Joko Widodo beserta menteri-menteri yang ditugaskan juga sudah cukup. Sementara dia menjalankan tugas-tugas lain di Jakarta.

“Sebelumnya saya juga ke Bali. Saya juga kebagian ke Mesir untuk mengikuti sidang perubahan iklim,” paparnya.

Ma’ruf mengatakan, forum H20 juga dalam rangka G20. Menurut dia urusan industri halal memiliki potensi besar.

Ma’ruf mengatakan, sejumlah negara sudah berhasil menikmati hasil dari perdagangan produk halal. Dia mencontohkan Brasil menjadi negara dengan nilai ekspor tertinggi ke negara-negara anggota OKI dengan nilai USD 16,5 miliar. Kemudian disusul oleh India yang mencapai USD 15,35 miliar.

“Konsumen umat muslim dunia tahun 2021 menembus USD 2 triliun. Bahkan pada 2025 diproyeksikan mencapai USD 2,8 triliun,” katanya.

Menurut Ma’ruf data tersebut merupakan sebuah peluang besar yang bisa diambil oleh Indonesia. Dia mengatakan, kegemaran terhadap produk halal saat ini bukan lagi sebatas pada kepatuhan terhadap ajaran agama.

Tetapi juga diperkuat dengan alasan-alasan lainnya. mulai dari kesehatan, kebersihan, keseimbangan alam, dan lainnya. Dia berharap melalui forum H20 dapat terjadi kerja sama internasional untuk membangun ekosistem produk halal.

Ma’ruf mendorong supaya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dengan mitranya di luar negeri. Sehingga bisa menyempurnakan penyelenggaraan layanan sertifikasi halal di Indonesia.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Hilmi Setiawan



Sumber: www.jawapos.com

Related posts