Walah! Ternyata Mayoritas Buyer ‘Angel’ Diminta Pakai LCS

Walah! Ternyata Mayoritas Buyer

Locoshop.co.id – Penggunaan transaksi dengan mata uang lokal (local currency settlement /LCS) terus didorong. Terbaru, Bank Indonesia memperkuat kerangka kerja sama transaksi dengan LCS dalam rupiah-yen dengan Kementerian Keuangan Jepang.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan, LCS dapat mendorong ekspor-impor dan investasi serta memperkuat stabilitas makroekonomi dengan menggunakan mata uang lokal untuk penyelesaian perdagangan dan investasi langsung antara Indonesia dan Jepang.

“Ini adalah suatu inisiatif yang luar biasa. Kami dari pemerintah akan terus mendukung dengan memastikan kegiatan ekonomi akan terus berlangsung, dunia usaha akan terus menjalankan perannya, dan kemudian seluruh sistem pembayaran akan dijaga oleh bank sentral,” kata Wamenkeu dalam seminar di Tokyo, Jepang, Senin (5/12).

Karena itu, pemerintah telah bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk melihat titik-titik dukungan yang dapat dilakukan pemerintah. Salah satunya adalah mendukung seluruh dunia usaha menggunakan LCS untuk bisa mendapatkan kemudahan atau asesmen yang memungkinkan bisa melewati daerah kepabeanan dengan lebih lancar.

“Di dalam sistem kepabeanan Indonesia, kita mengenal sistem pengawasan kepabeanan yang berbasis risiko. Dan, kami telah menganggap bahwa dunia usaha yang menggunakan local currency settlement adalah bagian dari dunia usaha yang memiliki risiko kepabeanan lebih kecil,” urainya.

Wamenkeu menyebutkan, atase kepabeanan dan cukai dapat memberikan update dan hal-hal yang diperlukan jika ada pertanyaan mengenai kepabeanan Indonesia.

Di tempat terpisah, Ketua Komite Perpajakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Siddhi Widyaprathama mengatakan, upaya meningkatkan transaksi LCS perlu dilakukan berbagai pihak secara bersama-sama, mulai pemerintah, Bank Indonesia, hingga pengusaha. Saat ini transaksi dengan skema LCS mulai didorong antara Indonesia dan beberapa negara mitra seperti Tiongkok, Jepang, Malaysia, hingga Thailand.

“Indonesia perlu meningkatkan transaksi local currency settlement untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS,” ujarnya.

Namun, saat ini masih banyak pengusaha yang belum menggunakan skema LCS sehingga pemerintah hingga asosiasi perlu terus melakukan sosialisasi terkait transaksi tersebut. “Belum semua supplier atau buyer itu berkenan mengikuti skema local currency settlement, tapi tentu kita terus menyosialisasikan dan mendorong,” tegas Siddhi.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (dee/agf/c7/dio)



Sumber: www.jawapos.com

Related posts