Pengusaha Keramik Minta Penerapan Zero ODOL Ditunda ke 2025

Pengusaha Keramik Minta Penerapan Zero ODOL Ditunda ke 2025

Locoshop.co.id – Di tengah ketidakpastian global, Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) memandang optimistis prospek tahun depan. Sampai bulan lalu, Asaki melaporkan bahwa realisasi utilitas industri keramik sudah mencapai 79 persen. Proyeksinya 80 persen hingga akhir 2022. Tahun depan diproyeksikan ke level 83–85 persen.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menyampaikan, tingkat utilitas tahun depan akan meningkat dengan perkiraan total produksi mencapai 470 juta meter persegi. “Namun, angka itu masih di bawah tingkat konsumsi per kapita di kawasan Asia Tenggara,” ujar Edy di Jakarta Rabu (14/12).

Asaki juga menargetkan ekspor bisa bertumbuh 5 persen tahun depan. Fokus tujuan negara adalah Filipina, Malaysia, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, dan Australia.

Edy menyebutkan, penambahan kapasitas baru sekitar 75 juta meter persegi atau setara 90 persen angka impor tahunan akan rampung sebagian di tahun depan dan selesai pada 2024. “Demi kelangsungan industri keramik tahun depan, Asaki meminta beberapa dukungan dan atensi pemerintah untuk menghadapi tantangan di tahun depan. Salah satunya, berkaitan dengan penundaan pelaksanaan ODOL ke 2025,” tuturnya.

Asaki menilai, pemberlakuan aturan overdimension and overload (ODOL) akan mengakibatkan kenaikan harga jual keramik minimal 20 persen. Sebab, ongkos angkut meningkat.

“Dengan kondisi daya beli masyarakat yang turun saat ini sudah bisa dipastikan bahwa kenaikan harga tersebut tidak bisa diserap oleh pasar,” bebernya.

Asaki juga meminta perhatian pemerintah berkaitan dengan gangguan kelancaran suplai gas untuk industri keramik. Khususnya Jawa bagian barat. Sebab, sejak Oktober lalu, pemakaian gas dibatasi sebesar 85 persen dari total kebutuhan.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts