Pelindo Gandeng Transparansi Internasional Indonesia Perkuat CGC

Locoshop.co.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menjajaki kerjasama dengan Transparansi Internasional Indonesia (TII) dalam penguatan GCG di perusahaan BUMN pengelola pelabuhan ini.

Dalam kunjungan ke kantor Pelindo, Sekretaris Jenderal TII, J. Danang Widiyoko dan Wawan Suyatmiko selaku Deputi Sekretaris Jenderal TII diterima langsung oleh Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Mulyono dan Group Head Satuan Pengawasan Internal Pelindo, Widodo.

Read More

Dalam kunjungan ke kantor Pelindo, TII meninjau langsung proses bisnis dan pelayanan operasional yang ada di pelabuhan Tanjung Priok, yakni melalui Integrated Planning and Control Room.

Di ruang ini terdapat dashboard Marine Traffic, Terminal Petikemas, Terminal Multi Purpose dan Traffic Management. Fungsinya adalah untuk memudahkan komunikasi antara petugas pelayanan kapal dan pelayanan barang, sehingga terdapat sinergi antara kedua pelayanan tersebut, termasuk dalam data transaksi maupun eksekusi pekerjaannya.

“Pelindo berkomitmen penuh dalam penguatan kepatuhan GCG di setiap proses dan lini bisnis perusahaan,” tegas Ali Mulyono.

Sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang patuh dan selaras dengan prinsip-prinsip GCG, Pelindo telah mengimplementasikan beberapa program kerja antara lain; sosialisasi GCG di seluruh wilayah kerja Pelindo, penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan ISO 37001:2016.

“Sebagai perusahaan berkelas dunia, Pelindo harus patuh dengan semua standar global. Utamanya dengan mengadopsi prinsip-prinsip good governance, dengan menerapkan prinsip dan menjalankan bisnis yang transparan, akuntabel, bersih dari korupsi serta berintegritas. Saya lihat Pelindo sudah mengadopsi semua, tantangannya adalah bagaimana pelaksanaan, implementasi dan evaluasinya,” ujar J. Danang Widiyoko.

Pada bisnis inti perusahaan atau sisi operasional, kepatuhan GCG diterapkan Pelindo antara lain dalam penggunaan metode cashless payment dalam setiap transaksi, optimalisasi digitalisasi dalam proses operasional serta pengadaan barang dan jasa bersama atau terpusat sehingga meminimalisir adanya tindak korupsi atau kecurangan yang mungkin terjadi.

“Kedepan kami akan terus memperkuat Area of Improvement tata kelola di berbagai lini perusahaan, salah satunya melalui kolaborasi dengan Transparansi Internasional Indonesia,” pungkas Ali.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Sumber: www.jawapos.com

Related posts