Libatkan 8 Pemasok Lokal, Pengembangan Innova Hybrid Telan Rp 4,2 T

Locoshop.co.id – Komitmen ekspansi investasi oleh pabrikan-pabrikan otomotif Jepang mulai menunjukkan hasil. Sebagaimana yang pernah disampaikan Kementerian Perindustrian, sejumlah perusahaan dari Negeri Sakura menyatakan menambah investasi hingga 2024. Prinsipal Toyota menjadi salah satu yang bakal menggelontorkan nilai paling besar, yakni Rp 28 triliun.

Dana itu digelontorkan untuk pengembangan mobil hybrid. Komitmen tersebut mulai terbukti dengan peluncuran All New Kijang Innova Zenix Senin (21/11). Kijang Innova generasi terbaru tersebut menggendong mesin hybrid.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono membeberkan bahwa pengembangan model itu menyerap investasi sebesar Rp 4,2 triliun. Innova menghadirkan pilihan kendaraan elektrifikasi hybrid electric vehicle (HEV) dengan baterai yang dirakit lokal.

“Kijang Innova Zenix juga menorehkan sejarah sebagai ekspor model elektrifikasi pertama Toyota Indonesia yang akan menjangkau pelanggan di 13 negara di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin,” ujar Warih di sela-sela acara seremoni kemarin. Rencana keseluruhan mobil itu melanglang ke lebih dari 40 negara dengan volume sebesar 8.500 unit per tahun pada tahun pertamanya.

Dalam pengembangan Kijang Innova Zenix, Toyota Indonesia memberikan komitmen dan perhatian penuh bagi partisipasi aktif serta penguatan kedalaman industri otomotif nasional dengan menggandeng lebih dari 100 rantai pasok lokal lapis pertama. Delapan pemasok lokal juga terlibat dalam perakitan baterai di pabrik Karawang TMMIN.

Sementara itu, potensi permintaan electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik di dunia diperkirakan juga akan terus meningkat dan mencapai sekitar 55 juta unit EV hingga 2040. Untuk menangkap peluang tersebut sekaligus mendukung agenda Conference of Parties tentang Perubahan Iklim (COP21), Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB)/BEV untuk Transportasi Jalan.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, sejumlah perusahaan otomotif asal Jepang menyatakan komitmennya untuk terus melakukan investasinya hingga 2024. Gelontoran dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan line produksi kendaraan berbasis listrik dan pengembangan ekspor.

Suzuki akan menanamkan modalnya sebesar Rp 1,2 triliun. Mereka akan mengembangkan produk existing yang saat ini telah diproduksi di Indonesia. Sementara itu, Honda akan menambah investasi hingga Rp 5,2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat produksi model baru di Indonesia.

Honda berkomitmen terus melakukan ekspansi kegiatan produksi di Indonesia. Bahkan, tambah Agus, Honda telah melakukan ekspor yang sangat besar dalam hal suku cadang mobil.

“Komponen mobil yang diproduksi di Indonesia itu dikirim menjadi bagian dari global supply chains. Diekspor ke Thailand, Malaysia, Vietnam, Jepang, Pakistan, Arab Saudi, dan ada tiga negara lain. Total ada 9 negara. Ini terus didorong,” pungkasnya.

NILAI INVESTASI OTOMOTIF BERDASAR NEGARA ASAL

Negara | Investasi | Persentase

Jepang | Rp 116,1 triliun | 83,3%

Tiongkok | Rp 11,3 triliun | 8,11%

Korea Selatan | Rp 10,54 triliun | 7,56%

Uni Eropa dan lain-lain | Rp 1,42 triliun | 1,02%

Sumber: Kemenperin



Sumber: www.jawapos.com

Related posts