Investor Tiongkok Mulai Kepincut Jatim

Investor Tiongkok Mulai Kepincut Jatim

Locoshop.co.id – Kondisi ekonomi global yang tak stabil bisa dimanfaatkan pengusaha di tanah air. Misalnya, kondisi Tiongkok yang sedang tak menentu dampak penerapan kebijakan zero Covid-19.

Akibatnya, masih terjadi penutupan wilayah. Kondisi itu bisa menjadi kesempatan bagi investor untuk memindahkan investasi ke Indonesia, khususnya ke Jawa Timur (Jatim).

Presiden Srilanka China Trade and Investment Council Sun Lai Yung I menyatakan, Indonesia sebenarnya merupakan salah satu negara yang cukup menarik. Sebab, perekonomian nasional stabil dan potensi sumber daya alam dalam negeri cukup besar.

“Kami datang untuk membangun relasi dan membawa investasi dari Tiongkok,” katanya Selasa (8/11).

Saat ini, lanjut dia, Tiongkok memiliki berbagai keunggulan di banyak bidang. Di antaranya, produk teknologi tinggi seperti jaringan telekomunikasi 5G, kereta api cepat, konstruksi bandara, pelabuhan, jalan tol, dam, waduk, dan listrik tenaga surya.

Investor dari Negeri Panda tertarik untuk investasi kendaraan listrik, pembangunan jalan tol, serta energi baru terbarukan di negara lain. Mereka pun tak hanya ingin menanamkan modal, tetapi juga menerapkan teknologi dan membagi pengalaman dengan Indonesia.

“Sehingga proses transfer teknologi yang juga bisa mendorong perkembangan industri Indonesia bisa terjadi,” tuturnya.

Menanggapi keinginan tersebut, Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menyambut baik investor Tiongkok yang ingin datang ke Jatim. Menurut dia, provinsi tersebut memiliki berbagai potensi.

Mulai sektor pelabuhan, energi, pariwisata, agro, hingga sejumlah proyek percepatan pembangunan ekonomi empat kawasan di Jatim. “Yang paling potensial itu dermaga seperti Teluk Lamong atau pelabuhan Lamongan,” ungkapnya.

Saat ini sudah ada dua penanaman modal asing (PMA) di bidang industri elektrik dari Tiongkok yang masuk ke Malang. Satu sudah selesai dan satunya masih dalam proses.

Belum lagi perusahaan kaca Negeri Panda yang mendirikan pabrik di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). “Investasinya berada di kisaran Rp 48 triliun. Hampir menyamai investasi smelter Freeport yang juga berada di JIIPE,” jelasnya.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts