samarinda februari 2016

Gali Potensi Terpendam Kabupaten Mahulu

tarianMungkin satu-satunya kabupaten di Indonesia yang mempunyai acara unik—dengan tarian adat Dayak yang dilakukan secara massal dengan 300 orang penari SMA–SMP Ujoh bilang—hanya dilakukan di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pada minggu Pertama Mar 2016.

Tiap kecamatan (Kabpaten Mahulu  terdiri dari 5 kecamatan)  mengirimkan rombongan penari untuk menyemarakkan pesta penyambutan bupati dan wakilnya. Selain mengucapkan rasa syukur, acara penyambutan bupati dan wakilnya itu merupakan luapan kegembiraan dan harapan atas ditetapkannya Mahakam Ulu—lebih popular dengan nama Kabupaten Mahulu—sebagai kabupaten baru yang dimekarkan dari Kabupaten Kutai Barat melalui keputusan DPR RI pada sidang tanggal 14 Desember 2012 .

Pada Pilkada 9 Desember 2015, Bonifasius Belawan Geh, S.H., dan Drs. Y Juan Jenau dipilih oleh masyarakat menjadi bupati dan wakil bupati yang pertama memimpin Kabupaten Mahulu selama periode 2016-2021.

Boni dan Johan, Bupati dan wakilnya Kabupaten mahulu dilantik dan diambil sumpahnya oleh H. Awang Farouk Iskak Gubernur Provinsi Kalimantan Timur atas nama Presiden RI, yang bertempat di Covention Hall 17 Februari 2016 Samarinda.

Boni dan Johan dilantik bersama-sama dengan lima Kepala daerah lainnya yaitu walikota dan wakil walikota samarinda H. Syaharie jaang SH.- Ir H Nusyirwan Ismail , Bupati dan wakil bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari S.Sos,MM.ph.D.- dan Drs Edi damansyah- Bupati dan wakil bupati kutim timur Ir.H. Ismuandar MT- Kasmidi Mulang Bupati dan wakil bupati Berau H. Muharram- dan H.Agus Tantomo, Bupati dan wakil bupati pasir Drs.H.Yusriansyah Syarkawi- H. M Mardikansyah. kemudian warga kabupaten Mahulu yang mayoritas suku Dayak menyambut kedua pemimpin itu dengan acara adat Dayak Bahau yang  diselenggarakan di dermaga Ujohbilng di bibir sungai Mahakam berjarak 600 Km dari Samarinda.

Acara penyambutan kedua pemimpin itu tambah berbobot dengan kehadiran Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Hardjisusanto MSF yang memimpin Misa Kudus. Mayoritas penduduk yang mendiami kawasan Kabupaten Mahulu seluas 15.315 km2  menganut Katolik. Akan tetapi, masyarakat yang bukan Katolik juga berbaur dengan warga lain untuk menyambut kehadiran kedua pemimpin di Kabupaten Mahulu yang berbatasan dengan negara Malaysia itu. Berintak sebagai panitia adalah Sephanus Madang. S.Sos.,MM.

MAHULU_03Mencapai lokasi penyambutan bupati dan wakil bupati demikian jauh dari Samarinda. Warga dan Uskup Agung serta rombongan lainnya harus melewati sungai Mahakam. Acara yang berlangsung di pedalaman itu, sesuai dengan visi dan misi yang disampaikan oleh Bonifasius Belawan Geh bahwa mereka berdua ingin dekat dengan masyarakat. Lupakan yang lalu Bersatu untuk membangun mahulu adil dan sejahtera untuk semua.

Sebagai kabupaten baru, masyarakat di Mahulu menghadapi banyak masalah dan hambatan seperti terbatasnya fasilitas infrastruktur, transportasi, aliran listrik, air minum, akses pelayanan publik, penyediaan lapangan pekerjaan, tarta kelola pemerintahan, dan lain-lain. Masalah dan hambatan itulah yang ingin dipecahkan oleh bupati dan wakilnya.

Menurut Bonifasius, selama pemerintahannya, dia akan menghubungkan tiap kecamatan dan antarkampung di Mahulu dengan membangun infrstruktur dan transportasi yang lebih memadai. Bonifasus menyebutkan contoh, ongkos taxi speed pulang pergi dari dan ke Kecamatan Long Bangun-Tering di Kabupaten Kutai Barat mencapai Rp700.000. Sedangkan ongkos dari Kecamatan Long Apari ke Ujoh Bilang di ibukota Kabupaten Mahulu, kita harus mengeluarkan Rp4.000.000.

Transportasi pilihan lain memang ada seperti kapal besar yang ongkosnya jauh lebih murah. Akan tetapi, jangkauan kapal besar hanya sebatas Kecamatan Long Bagun, dan waktu tempuhnya pun lebih lama. Biaya transportasi tinggi itulah yang harus dipecahkan oleh bupati dan wakilnya, tentu bekerja sama dengan DPRD Kabupaten Mahulu.

Mayoritas masyarakat di Kabupaten Mahulu belum menikmati listrik yang harganya terjangkau, mudah dan stabil. Harga yang terjangkau artinya,masyarakat di semua kampong di Kabupatren Mahulu mampu membayar dan tidak dibatasi waktu misalnya hanya delapan jam dalam sehari. Oleh karena warga dapat menggunakan listrik yang disediakan oleh PLN sejak pukul 18.000 hingga pukul 24.00,mau tak mau masyarakat harus menggunakan genset dengan biaya tambahan untuk membeli solar.

Meski sungai Mahakam membentang di kawasan Kalimantan Timur bukan berarti masyarakat mudah—lebih-lebih warga di Kabupaten Mahulu—mendapatkan air bersih. Hal itu menjadi tantangan bagi bupati dan wakilnya untuk menggali potensi yang demikian kaya di Mahulu. Menggali potensi—termasuk penggunaaan teknologi dan pemberdayaan masyarakat—butuh tindakan yang tepat agar potensi dan kekayaan Mahulu dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, menurut catatan Bonifasius, pelayanan publik administrasi kependudukan seperti urusan  catatan sipil semisal akta lahir, urusan Kartu Tanda Penduduk, Surat Kematian, Izin Usaha, dan lain-lain masih kurang lancar.

Warga yang berurusan dengan pelayanan publik harus mendatangi ibukoata kebupaten, dan hal itu menyebabkan ongkos yang tinggi. Bupati dan wakil bupati ingin menyedarhanakan dan mempermudah urusan administrasi publik itu sehingga masyarakat di Kabupaten Mahulu lebih nyaman dan efisien (waktu dan ongkos).

Mahulu kembalikan Rp300 miliar ke Pusat?

Kawasan Mahulu yang terdiri dari 50 desa didiami oleh 27.994 jiwa yang sebagian besar bertani dan berkebun. Akan tetapi, sebagian besar angkatan muda usia produktif masih menganggur. Meski beberapa perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Mahulu, namun penggunaaan tenaga lokal masih kurang karena ketrampilan angkatan muda kurang memadai.

“Ini tantangan bagi kami,” imbuh bupati. Di samping meningkatkan keterampilan—melalui program pelatihan—bupati akan meningkatkan etos kerja di kalangan anak muda.

Jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Mahulu mencapai Rp1,5 triliun. Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD Mahulu harus kreatif dan inovatif mengelola dana sebesar Rp1,5 triliun sehingga pembangunan—utamnya sumber ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan angkatan tenaga kerja—lebih maksimal.

Penyerapan dana harus berjalan dengan baik melalui berbagai  pembangunan sehingga Kabupaten Mahulu tidak sampai mengembalikan dana sebesar Rp300 miliar ke pemerintah pusat seperti yang terjadi pada tahun sebelum bupati dan wakil bupati terpilih menjadi orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Mahulu.

Bupati dan wakilnya akan berkerja keras untuk mengalokasikan dana Rp3 miliar hingga Rp6 miliar untuk pembangunan kampung setiap tahun. Sedangkan tingkat RT akan menyerap dana pembangunan sebesar Rp100 juta sampai Rp300 juta per tahun. Anggaran itu digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Jalan-jalan antarkampung dan desa akan dibenahi,sedangkan jalan antarkecamatan dan lokasi parawisata juga akan ditingkatkan sehingga dampak pembangunan akan berpengaruh kepada masyaakat. Untuk percepatan pembangunan dan pemeliharaan jalan, bupati akan membentuk semacam “Mandor Jalan” (task force). Tim ini akan menampung laporan masyarakat dan kemudian berkoordinasi dengan dinas-dinas di tingkat kabupaten untuk segera membuat tindakan awal.

Apa target bupati dan wakil bupati pada tiga tahun pertama (2016-2019)?

“Fokus penyerapan dana adalah pembangunan, peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, dan kami mengutamakan pembangunan jalan yang menghungkan jalan antarkampung dan antarkecamatan,” jelas Bonifasius.

Selain itu, bupati juga akan menyediakan taxi speed secara gratis, sedangkan fasilitas komunikasi dan internet akan dipermantap agar warga di Kabupaten Mahulu semakin mudah masuk ke era digitalisasi. Diharapman, desa-desa tidak akan mengalami kegelapan setelah pemerintah memberikan solar cell khususnya bagi masyarakat yang listriknya kurang memadai.

“Kami akan memperbaiki manajemen PLN desa,” ujar bupati dan menambahkan akan meningkatkan kinerja manajemenj PDAM sehingga warga mendapatkan air bersih dan berkualitas.

Bagaimana di bidang ekonomi? Meningkatkan program pengelolaan lahan pertanian, serta mengikutsertakan masyarakat miskin dalam program public private partnership—utamanya di bidang pertanian dan perkebunan. Bonifasius dan wakilnya ingin membangun semacam badan usaha milik desa agar tiap desa menghasillkan produk unggulan serta ekonomi kreatif yang dikembangkan lewat

semacam “Mandor Jalan” (task force). Tim ini akan menampung laporan masyarakat dan kemudian berkoordinasi dengan dinas-dinas di tingkat kabupaten untuk segera membuat tindakan awal.

Apa target bupati dan wakil bupati pada tiga tahun pertama (2016-2019)?

“Fokus penyerapan dana adalah pembangunan, peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, dan kami mengutamakan pembangunan jalan yang menghungkan jalan antarkampung dan antarkecamatan,” jelas Bonifasius.

Selain itu, bupati juga akan menyediakan taxi speed secara gratis, sedangkan fasilitas komunikasi dan internet akan dipermantap agar warga di Kabupaten Mahulu semakin mudah masuk ke era digitalisasi. Diharapman, desa-desa tidak akan mengalami kegelapan setelah pemerintah memberikan solar cell khususnya bagi masyarakat yang listriknya kurang memadai.

“Kami akan memperbaiki manajemen PLN desa,” ujar bupati dan menambahkan akan meningkatkan kinerja manajemenj PDAM sehingga warga mendapatkan air bersih dan berkualitas.

Bagaimana di bidang ekonomi? Meningkatkan program pengelolaan lahan pertanian, serta mengikutsertakan masyarakat miskin dalam program public private partnership—utamanya di bidang pertanian dan perkebunan. Bonifasius dan wakilnya ingin membangun semacam badan usaha milik desa agar tiap desa menghasillkan produk unggulan serta ekonomi kreatif yang dikembangkan lewat pemberdayaan UMKM.

Program swadaya jalan di desa, revitalisasi koperasi wanita berbasis desa, peningkatan insentif perangkat desa,  penyediaan dana talangan dan dana kredit, revitalisasi kelompok tani, program pupuk organik serta perbaikan distribusinuya, penyediaan minimal 500 beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa tiap tahun,  wajib belajar selama 12 tahun, program BOSDA, tambahan insentif bagi guru swasta—termasuk sekolah minggu, serta  percepatan sertifikasi guru serta peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Bupati dan wakil akan meningkatkan kesehatan melalui program posyandu, pembangunan puskesmas dan Rumah sakit.

Sementara itu, Wakil Bupati  Drs.Y Juan Jenau akan fokus  membantu bupati dalam memimpin pelaksnaan urusan pemerintahan daerah yang mrnjadi kewenangan daerah, mengoordinasikan kegiatan SKPD dan menindaklanjuti laporan hasil  temuan Badan Pengawas. Wakil Bupati juga proaktif memantau dan mengevaluasi pelaksnaan kegiatan pemerintahan, serta melaksanakan dan mempertaqnggungjawabkan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati.*** Darlis Ch/PM/2016

 

About admin

Check Also

LIPIUS BINILUK, M. TH : RAJA SALMAN PUJI KEHIDUPAN UMAT BERAGAMA DI INDONESIA

JUDUL BUKU ” KERUKUNAN UMAT BERAGAMA dan KEUTUHAN NKRI di Papua ” Bagian I ( …