Bahlil Sebut Groundbreaking Pabrik Foxconn di Indonesia Awal 2023

Locoshop.co.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan perkembangan rencana investasi perusahaan asal Taiwan, Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. atau Foxconn di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.

Menurut Bahlil, pemanufaktur smartphone dan IT asal Taiwan itu akan memulai groundbreaking atau peletakan baru pertama pabriknya di Indonesia awal tahun 2023. Utamanya pabrik untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik hingga baterai.

Read More

“Mereka (Foxconn) akan memulai groundbreaking di awal tahun depan. Mereka akan masuk di ekosistem kendaraan mobil terutama bis, kedua melakukan investasi di ekosistem baterai mobilnya dan yang ketiga adalah Information and Communication Technology (ICT) dan lokasinya di Batang,” kata Bahlil dalam video yang diterima Locoshop.co.id, Rabu (16/11).

Mantan Ketua HIPMI itu juga mengatakan, keberhasilan Indonesia menggaet Foxconn terbukti dengan lima sumbangan bus listrik guna menunjang perhelatan G20 di Bali. Bahlil bercerita, sempat bertemu dengan Chairman Foxconn Young Liu selama hampir tiga jam untuk menindaklanjuti kesepakatan investasi bus listrik tersebut.

“Dia (Chairman Foxconn, Young Liu) datang berdiskusi sama saya kurang lebih sekitar 2 jam 30 menit. Dia menyampaikan niatnya yang sangat serius dan dia tidak tahan lagi untuk mengimplementasikan (investasi),” ucapnya.

Selain itu, Bahlil juga mengungkap bahwa sekitar 20 tahun lalu Foxconn pernah masuk ke Indonesia untuk investasi. Namun, hal itu batal terjadi lantaran ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan.

Persoalan itu, lanjut Bahlil, mampu diselesaikan saat ini meliputi lahan, insentif, kemudahan perizinan dan juga fasilitas lain yang dibutuhkan. Menurutnya, implementasi investasi Foxconn hingga groundbreaking adalah bagian dari proses panjang negosiasi.

“Dan ini (groundbreaking) adalah jawaban dari sebuah proses panjang negosiasi antara pemerintah Indonesia dengan Foxconn sesuai arahan bapak presiden,” tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menerima penyerahan 5 bus listrik dari Foxconn dan Indika Energy. Seremoni penyerahan kendaraan bermerek Foxtron ini diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11).

Penyerahan bus listrik kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi/BKPM dalam rangka mendukung kesuksesan Presidensi G20 Indonesia di Bali.

Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk Arsjad Rasjid dalam sambutannya mengatakan pemberian bus listrik dilakukan untuk mendukung kegiatan forum B20 dan G20 serta mempromosikan green mobility.

Melalui perusahaan Joint Venture (JV) Indika Energy dan Foxconn yaitu Foxconn Indika Motor (FIM), lanjutnya, kerja sama ini bertujuan untuk mendukung Indonesia menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem kendaraan listrik.

“Kami melihat potensi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia untuk pengurangan emisi. Kolaborasi ini adalah permulaan dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik Indonesia yang komprehensif untuk masa depan berkelanjutan,” ungkap Arsjad.

Sementara itu, Chairman Foxconn Young Liu juga menyampaikan antusiasme dari Foxconn untuk berkomitmen mendukung pengurangan emisi dan peningkatan penggunaan kendaraan listrik.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam hal green mobility. Apalagi dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara yang direncanakan untuk memanfaatkan energi hijau dengan transportasi massal yang terhubung dengan Internet of Things (IoT).

’’Acara hari ini merayakan persahabatan antara Foxconn, Indika Energy, dan Pemerintah Indonesia. Kami menunjukkan komitmen untuk mendukung target pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 yang lebih bersih, hijau, dan lebih cerdas,” tandas Liu.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : R. Nurul Fitriana Putri



Sumber: www.jawapos.com

Related posts