Alliance Salurkan USD 36 Juta Dukung Indonesia Atasi Sampah Plastik

Locoshop.co.id – The Alliance to End Plastic Waste atau Alliance mengumumkan komitmen senilai USS 36 juta untuk mendukung Indonesia dalam mengurangi 70 persen polusi plastik di laut pada 2025 dan mencapai hampir nol sampah plastik pada 2040. Presiden dan CEO the Alliance Jacob Duer mengatakan, pendanaan ini bertujuan untuk mengembangkan portofolio solusi dan proyek berkelanjutan di Indonesia.

Project ini diharapkan dapat mengatalisasi investasi sektor publik dan swasta hingga lima kali lipat guna mengakhiri polusi sampah plastik. “Tidak ada satu organisasi pun yang dapat menyelesaikan tantangan sebesar ini sendirian. Oleh karena itu, salah satu misi kami adalah mengatalisasi pendanaan lanjutan dari pemerintah dan bank-bank pembangunan sebagai blended finance, yang kemudian akan memobilisasi dana swasta untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan memajukan ekonomi sirkular plastik,” kata Jacob Duer dalam forum Sustainable Development dengan tema ‘Future Knowledge and Blended Finance for Better Business and Better World’ di Bali, Selasa (13/11).

Ia menjelaskan, mobilisasi pendanaan filantropi adalah langkah penting pertama untuk mengembangkan, menjalankan, dan menghindari risiko pada solusi berkelanjutan. Sehingga, kata dia, pada akhirnya dapat diperluas dan direplikasi untuk dampak yang lebih besar.

Melalui komitmen ini, the Alliance mendukung berbagai proyek di seluruh nusantara, termasuk program unggulannya. Yakni, program Bersih Indonesia: Eliminasi Sampah Plastik yang telah dimulai dengan Tahap Satu di Malang.

Sebagai negara pertama yang membentuk National Plastic Action Partnership, Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengatasi tantangan sampah plastik. Komitmen ini juga merupakan prioritas utama bagi the Alliance, yang mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2019.

“Proyek pertama the Alliance adalah Project STOP Jembrana, yang dilaksanakan bersama mitranya Systemiq dan masih berjalan hingga saat ini. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengumpulan, pemilahan, pengolahan, dan daur ulang untuk melayani 150.000 penduduk di Kabupaten Jembrana, Bali,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia Sri Indrastuti Hadiputranto mengungkapkan untuk mengakhiri sampah plastik membutuhkan upaya holistik. Kolaborasi publik-swasta-masyarakat yang kuat sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai kesenjangan sistemik dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Karenanya, kami sangat menghargai kemitraan dengan The Alliance to End Plastic Waste dalam implementasi peta jalan NPAP guna mengurangi polusi sampah plastik,” tandas Sri Indrastuti Hadiputranto.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : R. Nurul Fitriana Putri



Sumber: www.jawapos.com

Related posts