2109 Debitur Kecil Dapat Diskon Utang, Terbanyak Pasien Rumah Sakit

Locoshop.co.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Pajak (DJKN) telah memberi keringanan utang kepada 2.109 debitur kecil pada tahun 2022. Adapun jumlah terbanyak penerima keringan utang adalah pasien rumah sakit sebanyak 1.049 orang.

Selain itu, 461 debitur dengan nilai piutang sampai dengan Rp 8 juta, 237 debitur mahasiswa, 92 debitur usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan 270 debitur lainnya.

“Di sepanjang tahun 2022, program keringanan utang telah diikuti oleh lebih dari 2.109 debitur kecil, terdiri dari 1.049 debitur pasien rumah sakit,” kata Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN Kemenkeu Encep Sudarwan dalam acara media gathering di Kantor Kemenkeu, Selasa (6/12).

Lebih lengkap, berikut ini 10 rumah sakit yang mendapatkan keringanan utang dari pemerintah pada tahun 2022. Meliputi, RSUP Fatmawati Jakarta sebanyak 190 BKPN, RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta sebanyak 180 BKPN, RSUP I G.N.G. Ngoerah Denpasar sebanyak 151 BKPN, RSUP Persahabatan Jakarta sebanyak 78 BKPN.

“RSPI Prof. DR. Sulianti Saroso Jakarta sebanyak 78 BKPN, RSUP DR. Sardjito Yogyakarta sebanyak 69 BKPN, RS Marzoeki Mahdi Bogor sebanyak 57 BKPN, RSUP DR. M Hoesin Palembang sebanyak 46 BKPN, RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung sebanyak 44 BKPN, dan RSUP DR. Soeradji Tirtonegoro Klaten Jawa Tengah sebanyak 26 BKPN,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan program keringanan utang bagi debitur kecil ini telah diluncurkan sejak tahun 2021. Program ini seperti tertuang dalam peraturan menteri keuangan (PMK) Nomor 11 tahun 2022 tentang Penyelesaian Piutang Instansi Pemerintah yang Diurus/Dikelola oleh Panitia Urusan Piutang Negara/Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dengan Mekanisme Crash Program.

Program ini, lanjut Encep ditujukan untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional dan mempercepat penurunan outstanding piutang negara.

“Program keringanan utang ditujukan untuk mempercepat penurunan outstanding piutang negara dan jumlah berkas kasus piutang negara (BKPN) yang ada di panitia urusan piutang negara (PUPN) sekaligus mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

Encep mengatakan, pemberian keringanan utang bagi debitur kecil ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 1.491 orang.

Lebih rinci, jumlah itu terdiri dari 471 debitur pasien rumah sakit, 178 debitur dengan nilai piutang sampai dengan Rp 8 juta, 254 debitur mahasiswa, 232 debitur UMKM, dan 356 debitur lainnya.

“Adapun total outstanding piutang negara yang telah lunas melalui program keringanan utang di tahun 2022 sebesar Rp 77,14 miliar, dimana di tahun 2021, total outstanding yang telah dilakukan pelunasan sebesar Rp 101,2 miliar,” tandasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Sumber: www.jawapos.com

Related posts