Pemprov Papua Perketat Pintu Masuk Peredaran PIL PCC Oleh : Yanti R ( DPD Hanura Papua )

Pemprov Papua Perketat Pintu Masuk Peredaran PIL PCC

   Oleh : Yanti. R ( DPD Hanura Papua )

Jakarta, Parliamentmagazine. Pemerintah Provinsi Papua segera memperketat pintu masuk untuk mencegah peredaran pil Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC). Hal ini di lakukan karena telah banyak kejadian yang telah terjadi akhir-akhir ini seperti Pada kejadian memilukan di Kendari, hingga memakan korban jiwa dua orang, sementara puluhan lainnya dirawat di Rumah Sakit.

Hal ini disampaikan Sekda Papua Hery Dosinaen di Jayapura, Senin (18/9) di Jayapura, menyikapi penangkapan oknum berinisial SA yang hendak mengambil paket sejumlah 1.010 butir pil PCC.

“Kamu jangan sebarin barang ini lagi ya. Bahaya,” begitu sekelumit perbincangan Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada SA, perempuan muda yang menjadi tersangka pemilik 1.010 pil PCC tersebut.

SA diduga telah menyebarkan ribuan pil PPC ke wilayah Papua dengan jalur masuk dari Kota Jayapura.

Dalam penyelidikan polisi, SA diduga telah menyelundupkan PCC sejak Agustus hingga September 2017 dengan tiga kali pengiriman. Pada pengiriman yang ketiga inilah pil PCC kedapatan polisi.

“Kamu sebarkan kemana barang ini?” Kata Boy kepada SA di Mapolda Papua, Senin (18/9/2017) sore tadi.

“Sudah ada yang tadah pak. Saya tidak tau penyalurannya,” ucap SA menimpali pertanyaan Kapolda Papua.

SA kedapatan mengambil PCC pada salah satu tempat jasa pengiriman yang terletak di Padang Bulan, Sabtu (16/9/2017) dan tertangkap tangan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura.

“Harga yang ditawarkan per paket PCC berisi 10 tablet dihargai Rp 50 ribu. Kebanyakan pengguna PCC di Papua adalah kaum laki-laki,” kata Kapolda.

Paket PCC yang kedapatan dari tangan SA dan siap untuk diedarkan.

Kepala Badan Narkotika Provinsi Papua (BNP), Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menuturkan dengan adanya penemuan PCC, BNP dan Polda Papua telah membentuk tim monitoring di Kota Jayapura dan Kabupaten Timika. Sebab beberapa minggu lalu di Timika juga ditemukan ribuan pil ssomadril yang merupakan obat tak ijin edar.

 “Saya rasa kita harus belajar dari kejadian di daerah lain, seperti yang terjadi di Kendari,Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu. Dengan demikian hal ini mesti jadi perhatian kita untuk supaya lebih memperketat pengawasan (di pintu-pintu masuk bandara dan pelabuhan),” terangnya.

Sekda juga mengatakan bakal mengambil sejumlah langkah penting, menyikapi peredaran pil PCC, dengan memanggil Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Papua, untuk meminta laporan mengenai upaya penanganan strategis terhadap peredaran pil tersebut.

Dan menurut Kepala BPOM Jayapura, Mudi Yunita Bukit memastikan penyebaran PCC di Papua, bukan disebarkan melalui apotik atau toko obat.

“Ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan PCC di Papua. Oknum tersebut sengaja memanfaatkan dan membuat ulang dengan resep yang sama. Intinya PCC ini obat ilegal,” kata Mudi, ditempat yang sama.

Kepala Badan Narkotika Provinsi Papua (BNP), Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menuturkan dengan adanya penemuan PCC, BNP dan Polda Papua telah membentuk tim monitoring di Kota Jayapura dan Kabupaten Timika. Sebab beberapa minggu lalu di Timika juga ditemukan ribuan pil ssomadril yang merupakan obat tak ijin edar.

Dirinya juga akan meminta pihak aparat keamanan untuk menindak tegas pihak mana pun yang sengaja mengedarkan obat berbahaya itu ke bumi cenderawasih.

“Yang pasti perlu ada upaya sesegera mungkin untuk mengatasi hal ini. Sehinga jangan sampai ada jatuh korban jiwa di provinsi ini,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Papua Aloysius Giyai mengaku akan mengerahkan segala daya dan kemampuan untuk menjaga agar obat-obat berbahaya itu tak sampai beredar di Papua.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BB POM Papua untuk mencegah agar apotek tak sampai menjual obat itu.

“Yang pasti tingkat koordinasi yang dilakukan oleh kita nanti tidak hanya sebatas imbauan. Tetapi juga pengecekan rutin. Kami juga sudah lakukan pertemuan dengan pihak BB POM untuk mengantisipasi hal itu,”tuntasnnya. (Yanti.R/X/2017)

About admin

Check Also

Lukas Enembe Quotes 7 ( By Adrian Indra )

Lukas Enembe Quotes 7 ( By Adrian Indra )