PAPUAN NEWS : Membangun Wilayah Pedesaan dengan meningkatkan Sumber Pangan dan Energi

img-20160918-wa0002Kakek dengan 7 cucu terlihat masih cukup enerjik dan penuh semangat hidup, Alumni sarjana lengkap ekonomi Unkris dan pascasarjana manajemen energi terbarukan Unsada ini sangat antusias kalau dimintai pandangannya tentang Pangan dan Energi, penulis sempat 2 kali bertemu dan berdiskusi langsung ketika beliau baru saja menyampaikan materi seminar perekonomian Indonesia di kampus Unkris dan memberikan bimbingan tesis mahasiswa pascasarjana energi terbarukan dikampus Unsada.

  • Apa yang membuat anda begitu semangat kalau berbicara tentang masalah Pangan dan Energi ?

 Ketahanan Pangan dan Ketahanan Energi ibarat merupakan dua sisi mata uang, keduanya merupakan hal yang sangat strategis dan penting, pangan dan energi adalah kebutuhan pokok sekaligus menjadi esensi kehidupan manusia, oleh karena itu hak atas pangan dan energi menjadi bagian sangat penting dari Hak Asasi Manusia (HAM), Ketahanan Pangan dan Ketahanan Energi juga merupakan bagian dari Ketahanan Nasional.

Berbicara tentang pangan dan energi khususnya energi terbarukan, dibenak pikiran kami langsung terbayang potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan teknologi serta kondisi dan potensi wilayah pedesaan kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya, namun faktanya kondisi masyarakat diwilayah pedesaan masih jauh dari harapan yang kita inginkan.ray2

  • Lantas apa yang telah dan akan anda perbuat ?

Perangkat pendukung untuk pembangunan termasuk dalam pembangunan wilayah pedesaan telah banyak tersedia dalam bentuk teori akademis maupun dalam bentuk undang undang serta kebijakan pemerintah dalam upaya untuk mensejahterakan masyarakat seperti antara lain; UU OTDA No. 22 tahun 1999; UU Ketahanan Pangan tahun 1996 dan UU Ketahanan Energi No. 30 Tahun 2007, dan yang terakhir dengan 12 paket kebijakan pemerintah Jokowi JK. akan tetapi kenyataan dilapangan masih tidak mudah untuk diimplementasikan, karena banyak faktor kendala yang dihadapi, antara lain kendala-kendala manajemen pemerintahaan (koordinasi antar instansi), keterbatasan sumberdaya manusia cerdas, teknologi, pemasaran dan akses terhadap lembaga keuangan.

Pengalaman yang kami dapatkan dilapangan dalam membangun wilayah pedesaan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi masyarakat setempat maupun sekitarnya perlu pendekatan multi disiplin dan sadar akan keterkaitan antar pemangku kepentingan (masyarakat setempat, pemerintah, usaha swasta,  perguruan tinggi, dan lembaga keuangan bank/non bank), yang mana sebetulnya pendekatan ini bukanlah sesuatu pendekatan yang baru.

  • Menarik statement anda tentang sumber daya manusia cerdas, dapat anda jelaskan ?

Hmmm…banyak sumberdaya manusia pintar dengan pendidikan formal, akan tetapi tidak banyak sumber daya manusia yang cerdas, cerdas menurut pemahaman saya adalah manusia yang mampu menggunakan akalnya untuk memahami dan menyikapi kebenaran yang hakiki, akal yang saya maksud disini bukanlah otak, akan tetapi sumber kekuatan spiritual yang telah diberikan Sang Pencipta kepada semua insan/manusia untuk memahami kebenaran yang hakiki. Otak hanyalah instrument dari akal yang menghasilkan daya pikir dan mungkin masih bisa dipengaruhi oleh hawa nafsu, sehingga kadang antara pikiran yang ada dengan akalnya bisa bertentangan, inilah yang harus kita sadari sebagai manusia yang cerdas.

  • Dapat anda ceritakan sekilas tentang upaya konkrit yang telah dilakukan, terkait dengan keunikan anda yang berlatar belakang ekonomi/manajemen akan tetapi justru banyak menggeluguti pada bidang bidang pertanian, perkebunan/kehutanan dan energi ?

ray1

Terlihat sekilas kelihatannya unik, akan tetapi kalau kita pahami  makna ilmu ekonomi secara hakiki, sebetulnya saya telah berbuat sesuai dengan jalur pendidikan yang saya pelajari, ilmu ekonomi mempelajari tentang perilaku manusia dalam pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, kebutuhan hidup manusia antara lain pangan dan energi disamping masih ada kebutuhan lainnya, jadi dalam benak pikiran saya adalah bagaimana tersedianya pangan dan energi yang merupakan bagian dari hak asasi manusia, tersedia dalam arti relatif : bisa diproduksi oleh masyarakat setempat, harganya terjangkau, mudah diperoleh, selalu tersedia dan aman untuk dikonsumsi serta mempunyai nilai tambah dan berkelanjutan.

rahadi-ps_dap_carverPendekatan yang kami terapkan dalam mewujudkan kegiatan ekonomi masyarakat dengan potensi desa setempat (pangan maupun energi) dipedesaan selalu melibatkan unsur masyarakat setempat, swasta dan perguruan tinggi, dan terkadang juga ada dukungan dari pemerintah setempat/pusat, hal ini memang tidak mudah untuk menyatukan persepsi dan kepentingan dari masing masing pihak. terutama dari unsur swasta yang selalu diawali dengan cara berpikir berapa keuntungan (materi) yang akan diperoleh dan hal ini adalah sesuatu yang wajar dalam dunia bisnis, akan tetapi tidak semua unsur swasta berangkat dengan pemikiran seperti itu, karena keuntungan tidak hanya semata mata materi tapi juga bisa berupa non materi pada awalnya.

Pendekatan dengan falsafah kepemimpinan tokoh pendidikan kita Ki Hadjar Dewantoro : Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handajani ternyata tidak salah, ada juga unsur swasta yang mau mendukung untuk bekerjasama dalam upaya mewujudkan kegiatan ekonomi masyarakat dipedesaan tanpa harus berpikir dulu dengan keuntungan secara materi didepan tapi dengan falsafah Tut wuri handayani dengan Ing madyo mangun karso, maksudnya kalau kita bisa memberikan motivasi dan bisa bekerjasama dengan baik dan benar, maka kalau masyarakatnya maju dan untung, otomatis swastanya juga akan mendapatkan keuntungan juga.

Beberapa contoh pengalaman kerjasama dengan pendekatan tersebut antara lain :

  • Sekitar tahun 80an dengan dukungan Yayasan Dana Bakti ASTRA dan Universitas Krisnadwipayana, mendorong masyarakat Trasmigrasi ABRI di Lampung Tengah untuk merintis menanam singkong secara terprogram, dan ternyata terbukti bahwa sekarang Lampung menjadi salah satu daerah lumbung singkong yang potensial sebagai kawasan untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun energi.
  • Pada tahun 90an dengan ide menyediakan tanaman coklat secara terpadu dari mulai pembibitan, penanaman sampai panen dilakukan dilokasi bersama masyarakat Transmigrasi Arso diwilayah perbatasan Papua. Kegiatan ini juga sangat didukung oleh Departemen Transmigrasi RI (Bp. Siswono, Menteri dari unsur swasta waktu itu), PT. Tria Silira Murti (Bp. Henry Supanni) dan Universitas Krisnadwipajana, dan apa yang bisa kita saksikan sekarang bahwa wilayah Arso sekarang menjadi perkebunan rakyat dengan komoditi unggulannya adalah tanaman coklat.
  • Diawal tahun 2000an, dengan dimotori oleh PT. MSH. Agro (Bp. Erik Hidayat putra mantan Ketua Umum KADIN dan Menteri Perindustrian), bekerjasama dengan PT.ASP. International Japan, SEAMEO BIOTROP dan Universitas Darma Persada merintis untuk pengembangan tanaman talas Jepang (satoimo) di Indonesia dari mulai pengadaan bibit, penanaman, panen dan pascapanen, pilihan jenis tanaman tersebut waktu itu dilandasi pemikiran bahwa tanaman satoimo banyak mempunyai nilai tambah baik dari sisi kepentingan konsumsi sebagai makanan sehat, maupun dari sisi kepentingan produksi lebih lanjut sebagai bahan baku industri pharmasi, meskipun sampe saat ini untuk kepentingan industri pharmasi belum bisa terwujud, akan tetapi dari sisi budidaya kebun sudah begitu memasyarakat diberbagai wilayah Indonesia berkat ketekunan Bp. Andi Sumardjo (CV. Agro Lawu) bersama masyarakat pedesaan dalam upaya berbuat meskipun kecil tapi nyata untuk kepentingan Ketahanan Pangan Nasional.
  • Diera tahun 2007an sampai saat ini bersama Team Peneliti Pascasarjana Energi Terbarukan Universitas Darma Persada, dibawah bimbingan Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah IPU, terus melakukan penelitian dan pengembangan desa dengan model Desa E3i (Independent village of energy, economy and environment) yang tujuannya adalah membangun kawasan desa dengan potensi energi setempat yang tersedia (air, matahari, angin, biomasa atau biogas) dapat menjadi penggerak kegiatan ekonomi desa dengan tetap mampu menjaga kelestarian lingkungan/ekosistim yang ada, sehingga dapat terwujud konsep pembangunan yang berkelanjutan. Beberapa kegiatan nyata diberbagai wilayah pedesaan telah dilakukan dengan dukungan dari berbagai lembaga nasional seperti Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi maupun lembaga lembaga Internasional antara lain seperti SEAD Amerika dan Mitsui Co. Ltd. Japan.

 Semoga kedepan kita semua berharap bahwa bangsa Indonesia dapat terus meningkatkan kualitas generasi-generasi  nanti untuk bisa menjadi .“Manusia Cerdas“.

Biodata

  

Nama                                       : Slamet Rahedi Soegeng

Tempat & Tgl. Lahir             : Tegal 28 Maret 1951

Alamat                                     : Jln. Cempaka Baru No. 9 RT.005/RW.06 Kel.  Jati cempaka Pondok Gede, Bekasi.

Hp & Email                             : 081288976166 , srahedis@yahoo.co.id

Status                                       : Nikah, 1 isteri, 3 Anak dan 7 Cucu

Isteri                                         : Budhi Suparningsih

Anak                                         : Pandita Yudha

                                                     Dhisti

                                                     Diajeng Reztrianti

Pekerjaan                                 : Swasta & Dosen

Pendidikan                               : Sarjana Lengkap Ekonomi Manajemen UNKRIS Pascasarjana Manajemen Energi Terbarukan  UNSADA

Pengalaman Kerja                  : Agroforestry Project Manager, PT. Tria Silira Murti Jakarta, CEO. PT. MSH. Agro                                                             Jakarta, Direktur Konsorsium Satoimo Indonesia Jepang

Pengalaman Organisasi         : Ketua Umum Senat Mahasiswa Fak. Ekonomi UNKRIS,  Sekretaris Yayasan                                                                        Pendidikan MSH Syifabudi Legenda

*( leskolive/pm/2016 )

About admin

Check Also

gerbangps

GERBANGMAS HASRAT PAPUA : Fokus Pada peningkatan kualitas hidup Orang Asli Papua Di Tahun 2017

Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dalam pidato akhir tahun 2016 dan menyambut tahun 2017, menekankan …