PAPUAN NEWS MAGAZINE : PARADIGMA BARU DALAM PENDEKATAN WLAYAH DI ERA OTONOMI

PARADIGMA BARU DALAM PENDEKATAN WLAYAH DI ERA OTONOMI

Oleh : Dr. Ir. Eddy Berutu, MA, ChFC, CFP

unnamedPembangunan lokal dan daerah, baik di kabupaten kota maupun di propinsi yang baik dan bersinergis serta merata merupakan tuntutan tingkat nasional guna menghadapi persaingan regional dan internasional, yaitu baik di tingkat ASEAN maupun di tingkat belaan dunia yang lain. Dan terwujudnya hal tersebut sangat tergantung pada persiapan dan pemerataan pembangunan di tingkat lokal, dan terutama pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya.

Proses penyesuaian dan penyempurnaan pendekatan wilayah dalam kurun waktu lebih kurang 30 tahun telah mengubah paradigma lama dan dalam pengembangan wilayah yang selama ini berbentuk sentralisasi,dengan top-down approach,ke paradigma baru yang desentralisasi,bottom-up approach dan partisipatory,sehingga pendekatan wilayah dewasa ini telah mengalami penyesuaian dan penyempurnaan.Pada paradigma lama dimana implementasi pembangunan didasarkan pada pembangunan terancana top-down approach dengan dominasi arahan dari pemerintah ,maka paradigm baru di era otonomi diperlukan pembangunan yang interaktif,bottom-up approach dan partisipatory.

paradigma1Sasaran pembangunan yang selama ini terfokus pada pertumbuhan ,sektoral,partial,makro dan nasional,telah berubah kesasaran yang menitik beratkan pada kesejahteraan ,keterpaduan ,mikro dan local based.Pendekatan perencanaan yang terdahulu dengan generalisasi,model abstrak yang ideal,sentralisasi,dan ekonomi kuantitatif,pada paradigm baru mengalami perubahan kea rah pendekatan perencanaan yang lebih spesifik dengan pandangan holistic,berpikir ke depan secara global ,kontemporer,local dan social kualitatif.Kontrol yang selama ini menekankan pada auditing pencapaian gol(tujuan),berubah ke kontrol yang menekankan pada umpan balik dan penyempurnaan proses.

Dengan demikian ,penataan ruang wilayah pun tidak lagi lebih top-down approach akan tetapi harus lebih desentralisasi dan pemerintah harus bersama masyarakat menciptakan rencana ,melaksanakan,dan mengendlaikan pemanfaatan ruang ,pemerintah kabupaten/kota harus proaktif dan bijaksana dalam menata ruang secara transparan dan diketahui oleh semua kelompok masyarakat.

paradigma2

Pendekatan wilayah sebagai basis perencanaan pembangunan wilayah harus diorientasikan kepada ; kemampuan bertindak local dalam rangka berpikir global,memperhitungkan kelayakan masa kini dalam perimbangan masa depan,lebih fleksibel dan dinamis dalam framework yang pasti.pendekatan wilayah harus mampu memfokuskan pada masyarakat setempat dengan memanfaatkan keterlibatan masyarakat luas termasuk para akademisi,investor,budayawan,praktisi dan lain-lain. *( leskolive/pm/2016 )

About admin

Check Also

gerbangps

GERBANGMAS HASRAT PAPUA : Fokus Pada peningkatan kualitas hidup Orang Asli Papua Di Tahun 2017

Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dalam pidato akhir tahun 2016 dan menyambut tahun 2017, menekankan …