Recent Posts

Presiden Jokowi : Kader Bela Negara harus sebarluaskan nilai-nilai Bela Negara

Presiden Jokowi : Kader Bela Negara harus sebarluaskan nilai-nilai Bela Negara

Jaringan Bela Negara NEWS Plt Bupati Kabupaten Bener Meriah Drs. Hasanuddin Darjo, MM pimpin peringatan Hari Bela Negara (HBN) Tahun 2016 di lapangan upacara Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Senin (19/12)

Turut hadir dalam upacara HBN tersebut para anggota Forkopimda, para pejabat perangkat daerah, para pimpinan bank cabang, ibu-ibu ketua organisasi wanita, para anggota ormas, TNI, POLRI, serta PNS dan Honorer dilingkungan pemerintahan Kabupaten Bener Meriah.

000hcZtXJ

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam amanatnya yang disampaikan oleh Plt Bupati Kabupaten Bener Meriah Drs. Hasanuddin Darjo, MM mengatakan, pada hari ini, kita memperingati hari bela negara yang dilaksanakan secara serentak di seluruh pelosok tanah air. pada momentum hari bela negara tahun ini, kami ingin mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk belajar dari sejarah perjuangan bangsa. Sejarah mencatat bahwa Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat tidak lepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan rakyat. mereka berjuang mengorbankan jiwa raganya untuk membela tanah airnya dari para penjajah. Sejarah juga telah mencatat bahwa membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata, akan tetapi juga dilakukan oleh setiap warga negara dengan kesadarannya untuk membela negara melakukan upaya-upaya politik maupun diplomasi.

“Upaya ini tercatat pada lembaran sejarah ketika 68 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 19 Desember 1948, atas prakarsa Mr. Sjarifoeddin Prawiranegara, dibentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat. Langkah tersebut merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan kelangsungan hidup negara sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Negara Republik Indonesia masih eksis. nilai-nilai heroik tersebut yang perlu terus kita aktualisasikan melalui berbagai karya nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”kata Plt Bupati Bener Meriah Drs. Hasanuddin Darjo, MM mengulangi amant Presiden RI.

Lebih lanjut amanat Presiden Joko Widodo disampaikan Darjo, pada momentum peringatan hari bela negara hari ini, kami ingin mengajak seluruh Rakyat Indonesia belajar dari sejarah perjuangan bangsa untuk menatap masa depan. Saat ini, tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan bangsa, sudah berkembang baik fisik maupun non fisik, ancamannya berkembang menjadi bersifat multidensi. Bagi kami, upaya untuk melawan aksi pencurian ikan di perairan kita adalah tindakan bela Negara, upaya mewujudkan kedaulatan pangan adalah bela Negara, upaya untuk bisa tegak berdiri di kaki sendiri secara ekonomi juga adalah upaya bela negara. Para guru, bidan, dan tenaga kesehatan yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok tanah air, sesungguhnya sedang melakukan bela Negara, merekalah yang telah membuat Republik ini bisa tetap eksis untuk hadir melayani rakyatnya.

Upaya kita melawan ancaman kemiskinan, keterbelakangan dan ketertinggalan adalah upaya bela negara. Negara ini akan menjadi kokoh dan besar ketika bisa memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Selain itu, ancaman kedaulatan kita muncul dari tindak pidana kejahatan luar biasa, yakni: korupsi termasuk didalamnya pungli, yang telah nyata-nyata merusak fondasi kekuatan kita sebagai bangsa dan menjauhkan rakyat dari kesejahteraan. Upaya untuk melawan korupsi di semua tingkatan merupakan wujud pembelaan kita pada negara.

Masih amanat presiden pada HBN 2016 yang disampaikan Plt Bupati Bener Meriah, kesadaran bela negara sangat penting untuk ditanamkan sebagai landasan sikap dan perilaku Bangsa Indonesia. Hal ini merupakan bentuk revolusi mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas dinamika ancaman sekaligus untuk mewujudkan ketahanan nasional, kesadaran bela negara dapat diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap warga negara masing-masing, untuk mengimplementasikan hak-hak warga negara dalam pembelaan negara, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan telah menyelenggarakan program pembentukan kader bela negara. Program ini bertujuan untuk mewujudkan terbentuknya kader bela negara yang memiliki kesadaran sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi pentingnya aktualisasi nilai-nilai dasar bela negara. Nilai-nilai tersebut adalah cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila serta rela berkorban. Melalui kegiatan ini juga kita membangun karakter disiplin, optimisme, kerja sama dan kepemimpinan guna turut menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Selanjutnya Presiden RI Joko Widodo meminta, dari para kader bela negara, diharapkan mampu menyebarluaskan  nilai-nilai bela negara kepada masyarakat di wilayah masing-masing serta di lingkungan tugas dan pekerjaannya, dengan demikian akan terwujud implementasi dari gerakan nasional bela negara. “Kami ingin menegaskan tantangan besar dalam sejarah adalah bagaimana mempertahankan kelangsungan hidup kita sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi serta berkepribadian dalam bidang kebudayaan, oleh karena itu, bela negara memiliki spektrum yang sangat luas di berbagai bidang kehidupan, mulai dari politik, ekonomi, sosial dan budaya, bela negara bisa dilakukan oleh setiap warga negara yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai peran dan profesinya.”kata Plt Bupati Bener Meriah pada amanat Presiden RI.

Tambahnya lagi, pada kesempatan yang baik ini, kami ingin mengajak seluruh warga negara untuk membangun keinsyafan bersama bahwa kelangsungan hidup kita sebagai bangsa adalah penjumlahan dari seluruh kekuatan rakyat, dengan kekuatan rakyat semesta maka bangsa ini akan mampu menghadapi segala jenis ancaman dan tantangan. Itulah esensi dari sistem pertahanan rakyat semesta yang terbukti dalam sejarah bisa membuat republik ini berdiri tegak. “Akhirnya, kami juga mengingatkan kita semua, bahwa tugas sejarah kita adalah membela negara ini dari kemiskinan, keterbelakangan , kebodohan dan ketergantungan, tugas bela negara ini adalah tugas yang sangat berat yang ada di depan mata kita saat ini, tapi dengan semangat persatuan, kerja keras dan perjuangan kita bersama, tugas sejarah itu bisa kita pikul bersama, semoga ALLAH yang maha kuasa senantiasa memberikan bimbingan kepada kita semua, dalam setiap upaya pengabdian terbaik kepada bangsa dan Negara,”demikian amanat Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan oleh Plt Bupati Kabupaten Bener Meriah Drs. Hasanuddin Darjo, MM dalam upacara HBN Tahun 2016.(HT) sumber: Bara News.

Ryamizard Ryacudu : Kita Harus Waspada Ancaman Bahaya Sejak Dini

2RR Ancaman

Jaringan Bela Negara NEWS. Bogor.Yakobus Mebri melangkah di depan teman-teman sekelasnya dalam sebuah pusat pelatihan di Bogor, Jawa Barat, dan dengan suara lantang, bertanya apakah hati mereka terbakar untuk membela bangsa.

Teman-temannya berteriak mengiyakan, sebelum melakukan gerakan-gerakan seperti tarian perang.

Instruktur mereka, Mayjen Hartind Asrin, kemudian meminta mereka duduk untuk memulai kelas “Bela Negara.”

“Kita harus lebih waspada akan potensi ancaman sejak dini,” ujarnya di saat para murid mencatat dengan rajin.

Pusat pelatihan yang luas di Bogor adalah pusat gerakan yang diluncurkan para pejabat di Kementerian Pertahanan dan militer melawan hal-hal yang dianggap ancaman, seperti komunisme, narkoba dan homoseksualitas.

Konsep bela negara sudah ada sebelum kemerdekaan, menurut para pejabat, tapi sekarang mereka melihat perlunya peningkatan perlindungan melawan “pengaruh-pengaruh” yang menyimpang dari prinsip-prinsip dan norma-norma negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Dalam beberapa bulan terakhir, gerakan ini telah mendapat momentum, sebagian atas reaksi untuk mendukung Presiden Joko Widodo dalam penyelidikan terhadap pembantaian anti-komunis tahun 1965.

Para ahli sejarah mengatakan sedikitnya 500.000 orang tewas dalam aksi kekerasan yang mengikuti pembunuhan enam jenderal oleh terduga komunis dalam percobaan kudeta terhadap Presiden Sukarno.

Pemerintah-pemerintah setelahnya menolak meminta maaf atau menerima jumlah korban tewas, dan langkah Presiden telah memicu kemarahan elit militer.

“Mereka Pantas Mati”

Menteri Pertahanan dan jenderal purnawirawan Ryamizard Ryacudu, yang mengatakan kepada Reuters baru-baru ini bahwa komunis mungkin sedang mencoba balas dendam, minggu lalu menggunakan perbandingan bom atom Hiroshima tahun 1945 untuk menjustifikasi pembantaian setengah abad yang lalu itu.

“Itu adalah kebangkitan, mereka pantas mati,” ujarnya dalam pertemuan pensiunan pejabat dan kelompok-kelompok nasionalis, dimana seorang wartawan perempuan mengatakan ia diusir karena beberapa orang menuduhnya kaki tangan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Lebih dari 2.000 anggota “Bela Negara” dan kelompok Islamis berbaris dari masjid ke Istana Presiden Jumat lalu untuk memprotes apa yang mereka anggap kebangkitan kembali komunisme, membakar bendera-bendera palu arit di jalanan.

Banyak dalam barisan itu yang mengatakan mereka takut akan kebangkitan PKI, yang termasuk dari partai komunis terbesar di dunia sebelum dilarang tahun 1966.

Seperti pemrotes lainnya yang ditanya Reuters, Ilyas yang berusia 40 tahun dari Jakarta belum pernah bertemu seorang komunis. Namun ia melihat tanda-tanda kembalinya mereka: “Banyak fitur-fitur komunisme sekarang muncul, dari perspektif budaya dan pakaian serta wilayah lain,” ujarnya.

Di bawah pemerintahan Presiden Suharto, PKI dibubarkan dan simbol-simbol aliran kiri dilarang.

Para pengkritik yakin kemunculan ketakutan akan komunisme, berikut pengutukan gay dan “pengaruh asing” lainnya, adalah upaya tentara untuk memiliterisasi kembali masyarakat Indonesia, setelah hilangnya pengaruh mereka dalam urusan sipil dan politik setelah Suharto mengundurkan diri tahun 1998.

Jogging, Lagu dan Ceramah

Pejabat “Bela Negara”, Mayjen Asrin mengatakan kepada Reuters bahwa program itu diperlukan untuk memperkuat nilai-nilai nasionalistik dan mengatakan sekitar 1,8 juta orang telah mendaftar.

Para pejabat berencana membuka hampir 900 pusat pelatihan di seluruh negeri pada awal 2018, dengan materi pelajaran dan dana dari pemerintah dan pengajar dari militer atau polisi, ujar Asrin.

Di pusat pelatihan, hari biasanya dimulai pukul 5 pagi dengan jogging, bernyanyi dan berbaris, diikuti dengan kuliah dan sesi praktik. Para pejabat bersikeras program ini adalah untuk mencetak warga negara yang lebih baik, bukan tentara, meskipun Reuters melihat beberapa peserta diajari cara memasang senjata.

​Jiwa “Bela Negara” dapat diimplementasikan dalam berbagai bentuk, seperti pelaporan kawan yang berperilaku tidak benar kepada pihak berwajib, ujar Gianto, salah satu dari 10 pengajar di tempat itu, yang mengajar sesi keterampilan kepemimpinan.

Gianto mengatakan ia mencoba menekankan pola pikir “satu untuk semua, semua untuk satu” kepada murid-muridnya dan mengatakan contoh praktis hal itu adalah menghukum seluruh murid atas kesalahan seorang individu.

Program itu datang dari keprihatinan pihak berwenang bahwa beberapa tren dalam masyarakat tidak sesuai dengan nilai-nilai nasionalistik, menurut analis politik Djayadi Hanan.

“Namun hal ini menjadi kontroversial karena militer dan Kementerian Pertahanan terlibat dalam program ini, memicu kecurigaan akan militerisasi,” ujarnya.

Bagi siswa “Bela Negara, Mebri, program itu akan menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.

“Kursus ini membantu saya membentuk karakter dan kepribadian, sehingga saya akan menjadi orang yang kuat, tegas dan jujur yang selalu siap mengikuti perintah atasan,” ujarnya. [hd] Sumber : VOA

Eddy Berutu : Bela Negara dan Peranan Perguruan Tinggi

Jaringan Bela Negara News : Bela Negara dan Peranan Perguruan Tinggi

11unnamed

( By. Dr. Ir. Eddy Berutu, MA/ Ketua Umum DPP Jaringan Bela Negara )

dedenew1661

Pertahanan Negara adalah sumbu utama untuk menangkal hal-hal negatif yang mungkin terjadi dalam menggoncang kedaulatan Negara. Landasan utama untuk menjaga kedaulatan Negara tersebut diantaranya dapat melalui pendidikan. Radikalisme mulai mengancam anak bangsa yang merupakan masa depan Bangsa Indonesia. Pendidikan terutama pendidikan tinggi dapat menangkal radikalisme yang dapat mengganggu keharmonisan, keberagaman, dan kedaulatan Negara.

Hak dan kewajiban Mahasiswa sebagai Warga Negara Indonesia

Mahasiswa atau mahasiswi adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi. Mahasiswa termasuk dalam kalangan pemuda yang menjadi harapan bangsa. Sebagai agent of change mahasiswa berperan besar membawa perubahan dalam diri bangsa Indonesia, untuk itu diperlukan generasi mahasiswa yang bertanggung jawab serta memiliki kesadaran dan bisa mengimplementasikan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.

00belanegara

Sebagai bagian dari Negara Indonesia mahasiswa merupakan insan yang memiliki berbagai dimensi yaitu sebagai bagian dari sivitas akademika yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warganegara Indonesia lainnya. Hak dan kewajiban yang harus ditanamkan dalam diri mahasiswa antara lain :

  • Kebebasan akademik menuntut dan mengkaji ilmu sesuai norma dan susila yang berlaku dalam lingkungan akademik.
  • Memperoleh pengajaran dan layanan di bidang akademik sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan.
  • Menyelesaikan studi lebih awal
  • Memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi serta hasil belajarnya.
  • Memanfaatkan sumber daya melalui perwakilan organisasi mahasiswa yang ada di kampus.
  • Mematuhi peraturan yang berlaku.
  • Memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan dan keamanan fakultas dan kampus.
  • Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.
  • Menjunjung tinggi kebudayaan nasional.
  • Menjaga kewibawaan dan nama baik universitas atau kampus
  • 011111Jaringan Bela Negara

Makna Bela Negara

 Bela Negara adalah tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. Bagi warga negara Indonesia, usaha bela Negara dilandasi oleh kecintaan pada tanah air (wilayah nusantara) dan kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia dengan keyakinan pada Pancasila sebagai dasar negara serta berpijak pada UUD 1945 serta konstitusi Negara.

Bentuk Bela Negara

  1. Secara Fisik Segala upaya untuk mempertahankan kedaulatan Negara dengan cara berpartisipasi secara langsung dalam upaya pembelaan negara (TNI Mengangkat senjata, Rakyat Berkaryanyata dalam proses Pembangunan).
  2. Secara Non Fisik Segala upaya untuk mempertahankan NKRI dengan cara meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan pada tanah air serta berperan aktif dalam upaya memajukan bangsa sesuai dengan profesi dan kemampuannya.

Hak dan Kewajiban Bela Negara sesuai Profesi Kedudukan Mahasiswa sebagai Warga Negara Indonesia.

Bela negara merupakan hak dan kewajiban warga Negara Indonesia. Sesuai fungsi warga serta tidak selalu diartikan dengan mengangkat senjata. Bukan hanya kewajiban dan tanggung jawab Tentara Nasional Indonesia semata. Banyak peran mahasiswa dalam    membela negara di antaranya belajar dengan tekun, ikut kegiatan ekstrakurikuler,meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara termasuk menghayatiarti demokrasi dengan menghargai pendapat dan tidak memaksakan kehendak

Organisasi secara umum memiliki peran untuk membina kesadaran bela negara di lingkungan kampus. Di perguruan tinggi memiliki peran sebagai sumber untuk mengisi komponen pertahanan.

DSC_2011-2-kcl-1200x798

negara dan tempat penggodokan sikap bela negara melalui pendidikan yang diwujudkan dalam mata kuliah Kewarganegaraan, orientasi studi ketahanan nasional, serta kegiatan resimen mahasiswa.  Mahasiswa harus berpartisipasi dalam meningkatkan bobot teknologi maupun dalam konsep pertahanan negara. Kegiatan bela negara dapat dijadikan agenda rutin bagi mahasiswa baru. Mereka mendapat pengenalan tentang nilai-nilai perjuangan para generasi terdahulu. Semangat para pejuang dahulu dalam mempertahankan negara patut diteladani oleh generasi masa kini yang cenderung lupa sejarah.

Kepedulian dan nasionalisme terhadap bangsa dapat pula ditunjukkan dengan keseriusan menimba ilmu di bangku kuliah. Mahasiswa dapat mengasah keahlian dan spesialisasi pada bidang ilmu yang mereka pelajari di perguruan tinggi, agar dapat meluruskan berbagai ketimpangan sosial ketika terjun di masyarakat kelak

Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan. Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa. Sikap kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan. Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan keadilan sosial dan solidaritas kerakyatan.

( IP/PM/I/2017 )

Jaringan Bela Negara News : Menhan Basah Kuyup Saat Kukuhkan Kader Bela Negara di Purbalingga

basah 1PURBALINGGA, Jaringan Bela Negara News  – Hujan deras mengiringi upacara pengukuhan kader bela negara kabupaten Purbalingga 2017 di lapangan Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman, Bantarbarang, Rembang, Purbalingga.

Guyuran hujan disertai angin tak menurunkan semangat 450 kader bela negara dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang memimpin upacara untuk melaksanakan upacara. Mereka tetap melanjutkan upacara meski dalam kondisi basah kuyup.

“Saya bangga sekaligus terharu, di tempat lahir Jenderal Soedirman ini, tumbuh para kader bela negara yang diharapkan bisa meneladani semangat kebangsaan Jenderal Soedirman,”kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memimpin upacara pengukuhan kader bela negara di lapangan Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman, Rembang Purbalingga, Selasa (24/1).

Menurut Menhan, pendidikan bela negara penting untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan NKRI.

basah2Perkmbangan geipolitik Indonesia saat ini melahirkan berbagai ancaman. Ancaman belum nyata berupa perang terbuka antar negara. Meski kecil kemungkinan terjadi, bangsa Indonesia dituntut selalu waspada karena ancaman itu bisa jadi nyata jika kedaulatan terganggu.

Indonesia juga dihadapkan ancaman yang telah nyata, meliputi di antaranya, terorisme, radikalisme, dan separatisme.

Ancaman nyata lain adalah terjadinya pencurian sumber daya alam di wilayah kedaulatan Indonesia, pelanggaran hukum di wilayah perbatasan, perang cyber, juga penyalahgunaan narkoba yang berpotensi merusak generasi bangsa.

“Untuk menghadapi ancaman baik nyata maupun yang belum nyata, perlu tumbuh kesadaran bela negara bagi setiap warga negara,” katanya. *

Sumber : jateng.tribunnews

Jaringan Bela Negara News : Ini Bentuk Bela Negara Versi Wapres JK

kala2

Jaringan Bela Negara news – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan sikap bela negara tidak hanya diartikan sebagai perang melawan musuh tetapi memperkuat bangsa Indonesia dari segala dimensi. Salah satu bentuknya adalah penguatan di bidang ekonomi, pendidikan, dan lain-lain.

Hal tersebut diungkapkan Wapres JK saat menghadiri Apel Bela Negara dengan tema “Tekad Bela Negara dengan Karya dan Revolusi Mental” di lapangan Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro, Jawa Timur.

“Bela negara tidak berarti hanya untuk berperang, tetapi lebih luas dari itu, yakni bagaimana memperkuat bangsa ini dari segala hal yang penting,” kata JK.

Wapres menilai, penguatan di bidang ekonomi menjadi salah satu bentuk perwujudan bela negara. Hal itu dapat dilakukan dengan menciptakan kedaulatan pangan lokal di masing-masing daerah.

kala1Selain ekonomi, kata dia, pendidikan juga menjadi bentuk lain dalam penguatan bela negara. “Tidak ada negara yang kuat membela diri apabila (tingkat) pendidikan (masyarakat) tidak tinggi dan tidak baik. Ekonomi juga harus kuat karena tidak ada negara yang kuat dan dihormati apabila masyarakatnya tidak mampu, kekurangan makanan, dan sebagainya,” jelasnya.

Wapres menjelaskan, sebuah negara dapat maju jika negara tersebut mampu menggabungkan kekuatan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memakmurkan masyarakat. Sinergi keduanya, lanjut dia, akan dapat terwujud jika memiliki kepemimpinan yang baik.

Untuk diketahui, kegiatan Apel tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Apel Bela Negara diikuti oleh 15.000 peserta yang terdiri atas jajaran TNI, Polri, Satlinmas, pelajar, mahasiswa, guru, pegawai negeri sipil, dan anggota organisasi kemasyarakatan di Bojonegoro.

Kegiatan tersebut dimulai dengan senam merah putih yang diikuti 800 siswa, pembacaan ikrar bela negara, serta pembacaan deklarasi yang berisi tujuh poin, yakni Kedaulatan Pangan, Kedaulatan Energi, Ramah Hak Asasi Manusia (HAM), Revolusi Mental, Ketahanan Bencana, Sustainable Development Goals dan Open Government Partnership.

Sumber : Antara

MENHAN : Mengikuti Program Bela Negara terlebih dahulu diverifikasi

PTDI SERAHKAN HELIKOPTER KE KEMENHAN

Jaringan Bela Negara News – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan agar pihak-pihak yang akan mengikuti program Bela Negara terlebih dahulu diverifikasi. Hal itu demi mencegah terjadinya pro dan kontra di masyarakat.

“Siapapun boleh ikut, tapi yang pas lah. Lihat juga pro-kontranya, harus dikoordinasikan dulu,” kata Ryamizard usai mengikuti acar HUT PDIP di Senayan, Jakarta.

Bagi Ryamizard, idealnya program Bela Negara wajib diikuti oleh seluruh warga negara Indonesia, seperti yang diatur oleh negara.

Itu berarti, tidak ada batasan-batasan tertentu kepada warga negara, dari ormas atau kelonpok manapun.

“Tujuannya kan baik, untuk pertahanan negara. Jadi siapapun bisa,” .

Belakangan, muncul polemik ketika salah satu unit TNI di Banten melatih sejumlah aktivis Front Pembela Islam (FPI). Pelatihan itu menimbulkan protes dari berbagai kalangan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Ryamizard berjanji menyelidiki dulu kejadian pelatihan anggota FPI itu, sebab dia merasa belum memberi izin pelatihannya.

“Seharusnya izin ke saya dulu,” kata Ryamizard.*

Jaringan Bela Negara News , Mendagri: Bela Negara Kebutuhan Bagi Warga Negara

cahyo1Jaringan Bela Negara News – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan program Bela Negara adalah kewajiban bagi setiap warga negara. Tjahjo memberi contoh alumnus IPDN akan mengikuti Bela Negara dan wajib militer guna mencegah ancaman-ancaman yang dapat menghancurkan NKRI.

“Saya kira wajib, kalau di kami, IPDN, wajib setelah lulus dia harus ikut pendidikan bela negara plus wajib militer. Kalau negara membutuhkan, ada ancaman dari luar sudah siap,” kata Tjahjo di kantor Kemhan, Jakarta.

Untuk memastikan pengoptimalan program pendidikan kebangsaan ini, tengah dipersiapkan Pengembangan Manajemen Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) seperti penyusunanan metode, media dan modul pembelajaran, pengembangan sistem informasi data alumni, serta pengusulan pembentukan jabatan fungsional fasilitator pendidikan wawasan kebangsaan.

Beberapa ancaman yang akan menerpa bangsa ini menurut Tjahjo bisa berupa ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman narkoba, ancaman ekonomi, ancaman korupsi.

“Bela negara itu kebutuhan, kita kan sebagai warga negara Indonesia yang sah mungkin kita lahir disini, besar disini, ya kalau negara dalam keadaan ancaman, ya mari kita siap,” tutur Tjahjo.*

Jaringan Bela Negara News : Bela Negara Tidak Harus Angkat Senjata

senjata1Jaringan Bela Negara news – Wujud anak bangsa dalam membela dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bisa bermacam-macam bentuknya. Tidak mesti harus dengan mengangkat senjata.

Demikian disampaikan Kasdam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto dalam talkshow kebangsaan yang digelar BEM Universitas Muria Kudus (UMK) di Auditorium Kampus UMK.

“Bela negara tidak harus dengan senjata dan militerisme. Anda jadi anak yang baik, jadi mahasiswa yang baik, itu juga bagian dari bela negara,” katanya.

senjata3Di hadapan sekitar seribu peserta talkshow yang terdiri atas mahasiswa, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Resimen

Mahasiswa (Menwa) di Jawa Tengah, Ormas keagamaan serta organisasi kepemudaan, Kasdam mengemukakan, dalam hal pembangunan bangsa,

mahasiswa dan generasi muda diharapkan mengambil peran.

“SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia sangat hebat. Saya yakin, Indonesia tidak akan kalah bersaing dengan luar negeri. Selain itu, Indonesia juga sangat kaya. Indonesia surga dunia, semua ada di sini,” .*

Jaringan Bela Negara News : Bela Negara Bagi Ormas Pro-Pancasila

ormas1Jaringan Bela Negara News – Komandan Daerah Militer (Dandim) 06/03 Lebak, Letkol Czi Ubaidillah dicopot dari jabatannya karena melanggar prosedur Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) Kodim Lebak, Banten yang melatih anggota Front Pembela Islam (FPI) Banten. Ia tak mematuhi dua hal pokok SOP yakni mekanisme pelaporan pada Pangdam III Siliwangi sebelum menggelar pelatihan tersebut dan prioritas pelatihan untuk organisasi massa (ormas) maupun LSM pro kemajemukan yang masih dipertanyakan.

“Saya buat keputusan Dandim dicopot, seharusnya untuk menggelar pelatihan bela negara dandim harus izin terlebih dulu ke Danrem dan Danrem izin ke saya, saya yang tentukan iya atau tidaknya pelatihan digelar,” tegas Pangdam III Siliwangi, Mayjen M Herindra, di Alun-alun Barat Kota Serang, Banten.

Pangdam III Siliwangi, Mayjen M Herindra, seusai melakukan pelantikan Danrem 06/04 Maulana Yusuf menyempatkan waktunya untuk mengklarifikasi pelatihan bela negara yang dilakukan pada salah satu pesantren di Lebak, Banten. Ia membenarkan pelatihan bela negara yang dilakukan Kodim Lebak khususnya pada Kamis, 5 Januari 2017 lalu telah digelar di wilayah Koramil Cipanas.

ormas2Ia menambahkan menurut pemeriksaan yang dilakukan, ternyata pelatihan bela negara tersebut tidak melalui SOP yang ada. Menurut Herindra, izin untuk melakukan pelatihan tersebut adalah harga mati, sehingga hal ini dikategorikan pelanggaran serius.

Terkait dengan pencopotan Ltkol Czi, proses pergantian jabatan pun tak dilakukan bertele-tele, direncanakan esok hari akan ada pejabat baru yang menggantikan Letkol Czi.

Selain itu, Mayjen M Herindra juga menegaskan pelatihan bela negara dapat dilakukan oleh setiap warga negara termasuk ormas maupun LSM yang pro pada NKRI, Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan prokemajemukan.

“Itu kita siap melatih tapi kalau ormas yang tidak pro-Pancasila saya akan pertimbangkan,” tuturnya.

Ketika ditegaskan maksud pernyataannya tersebut merujuk pada FPI, Mayjen Herindra hanya mengatakan belum menelisik lebih dalam.

“Karena dia tidak izin ya salah dia. Tapi saya akan melatih siapapun, karena setiap warga negara berhak membela negara apakah itu ormas atau manapun berhak, tapi saya akan pertimbangkan yang tidak pro NKRI,” pungkasnya.* 

Jaringan Bela Negara News , Menhan : Sosialisasi Program Kesadaran Bela Negara Melalui Film Berjudul Seteru

film2Jaringan Bela Negara News – Kementerian Pertahanan sosialisasi program kesadaran bela negara melalui film berjudul Seteru. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

“Film ini menunjukkan bahwa seniman dan aktor juga punya peran dan bertanggungjawab dalam menumbuhkan nasionalisme. Saya harapkan film ini mampu mentransformasi nilai-nilai kesatuan dan semangat bela negara,” ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Di tempat yang sama, Hanung Bramantyo mengatakan bahwa yang dibintangi Mathias Muchus itu mengisahkan kehidupan di sekolah internasional dan sekolah pribumi yang sering bermusuhan sampai akhirnya bersatu.

“Dari dua sekolah yang berbeda, yang satu sekolah internasional yang satu sekolah isinya semua dari suku Jawa, Sunda, dan suku lainnya mereka saling balas dendam. Perbedaan kulit seolah berbeda berbahaya, sesuatu yang aneh yang harus disingkarkan perbedaan harus dirayakan. Melalui film ini kita semua jaga dan merayakan perbedaan jadi sebuah kekuatan bangsa, bela kebhinnekaan bela Indonesia, semoga jadi inspirasi,” kata Hanung.

film3Bagi suami artis Zaskia Adya Mecca pembuataan film tersebut merupakan sebuah amanah sekaligus tantangan bagi dunia seni karena muatannya tentang Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan Indonesia yang artinya: berbeda-beda, tetapi tetap satu.

“Pertamakali mendapat tugas ini, jujur saya nggak bisa tidur. Kementerian yang selama ini saya pikir jauh dari kegiatan kebudayaan, justru membuat film seperti ini. Ini menjadi inspirasi dan sikap nyata kami mencintai negeri ini yang mempunyai ragam suku budaya dan bahasa. Maaf kalau penjelasan saya sangat emosional, karena saya sangat mencintai negeri ini. Saya tidak ingin kemerdekaan ini hancur oleh ego kita,” tuturnya.

Film tersebut diproduksi oleh Dapur Film bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan dan Bank BJB.

Film tersebut akan tayang mulai Februari 2017.*

Menhan: Plonco Harus Diganti dengan Bela Negara

plonco3Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sudah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk memasukkan program bela negara di lingkungan sekolah. Budaya orientasi siswa pengenalan kampus atau masa orientasi siswa yang kemudian dikenal sebagai plonco, katanya, harus diganti.

“Saya sudah sampaikan ke mendikbud, menristekdikti, rektor, saya usul plonco harus diganti dengan dasar bela negara, budi pekerti Pancasila. Misalnya, bagaimana menolong diri kalau ada bencana, bagaimana menolong orang kalau ada bencana. Ini yang harus kita mulai,” ujar Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat.

Program bela negara nanti akan diadakan di luar maupun di dalam kelas.

“Plonco diganti dengan dasar bela negara. Nanti empat hari di kelas, empat hari di lapangan,” kata dia.

Ryamizard inti dari semangat bela negara adalah mencintai bangsa.plonco2

“Pada intinya bela negara, bagaimana dia mencintai bangsa negara ya, dia siap bergerak untuk bangsa negara bahkan siap bekerja keras untuk negaranya bahkan rela berkorban. Cinta itu, bangga dulu baru cinta,” kata dia.

Ryamizard menambahkan bela negara harus ditanamkan sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Sosialisasi program kesadaran bela negara juga dilakukan melalui film berjudul Seteru. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

“Film ini menunjukkan bahwa seniman dan aktor juga punya peran dan bertanggungjawab dalam menumbuhkan nasionalisme. Saya harapkan film ini mampu mentransformasi nilai-nilai kesatuan dan semangat bela negara,” ujar Ryamizard.*( PM/REV/17 )

Menhan Sebut Bela Negara untuk Sipil Bisa Tak Izin

sipil1Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu janji menyelidiki pelatihan bela negara yang diadakan Komandan Kodim 0603 Lebak Banten Letnan Kolonel (Czi) Ubaidilllah dengan peserta anggota Front Pembela Islam (FPI).

Hal ini menyusul pencopotan Letkol (Czi) Ubaidillah karena tak seizin atasan ketika menyelenggarakan pelatihan bela negara.

“Saya baru selidikin training FPI, harusnya izin saya dulu. Tapi kalau tidak izin ya tidak apa-apa juga sih. Cuma kalau ada hal yang luar biasa gini (harus izin),” ujar Ryamizard usai menghadiri perayaan HUT PDI Perjuangan ke 44 tahun di Jakarta Convention Center, Senayan.

Ryamizard menuturkan secara kebijakan tidak ada larangan bagi siapapun untuk mengikuti pelatihan bela negara.

“Masa nggak boleh? Ya saya makanya mau verifikasi kenapa bisa terjadi, “ucap dia.sipil3

Lebih lanjut, Ryamizard menuturkan selama pelatihan bela negara baik, semua masyarakat bisa mengikuti program tersebut termasuk FPI. Namun semua kegiatan bela negara harus dikoordinasikan baik Kementerian Pertahanan dan TNI agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

“Ya kalau kita mengajarkannya baik ya boleh, kenapa nggak? semua bangsa ini harus bela negara, FPI itu juga lakukan bela negara, semuanya bisa saja (bela negara) tapi yang pas lah,” tutur Ryamizard. .

“Seharusnya begitu bagus, tapi ini kan harus koordinasi semua biar tidak ada yang pro dan kontra. Jadi kan tidak bagus,” sambungnya.

Posisi Dandim 0603 Lebak kini digantikan oleh Letnan Kolonel ARH Syafa’ Susanto.

“Melaksanakan perintah. Harus diikuti itu. Sekarang (Ubaidillah) tidak diberi jabatan,” kata Kepala Penerangan Komando Daerah Militer III Siliwangi Kolonel ARH M. Desi Arianto kepada Suara.com.

Sebelum ditugaskan menjabat Dandim 0903 Lebak, Letkol ARH Syafa’ menjabat Kepala Seksi Teritorial Komando Resor Militer 064 Serang. Syafa’ pernah menjabat Danyon Arhanudse-14 Kodam III/ Siliwangi. Dia alumni Akmil 1999. Desi menegaskan penyelenggaraan program bela negara intinya harus sesuai prosedur.

“Ada prosedur yang harus ditaati, lapor dulu, berjenjang. Misalnya lapor Danrem, Pangdam, kan seperti itu. Nanti yang menentukan Pangdam,” kata Desi.sipil2

Kemarin, Desi Ariyanto menegaskan latihan di Lebak yang diikuti oleh anggota FPI bukan latihan militer sebagaimana isu yang berkembang di media sosial.

“Bersama ini perlu disampaikan bahwa seluruh kegiatan latihan tersebut bukanlah latihan militer, tetapi latihan bela negara,” katanya

Desi Ariyanto mengatakan pelatihan bela negara bertujuan untuk memupuk kecintaan masyarakat kepada negara dan bangsa.*( PM/REV/17 )