Recent Posts

Pernyataan Lukas Enembe di Metro TV Yang Menduga Aparat Kepolisian Terlibat Dalam Pilkada

Pernyataan Lukas Enembe di Metro TV Yang Menduga Aparat Kepolisian Terlibat Dalam Pilkada

20170314_233854-660x3302

JAKARTA,- Gubernur Papua Lukas Enembe,  dalam tayangan  Primetime News Metro TV, Selasa (14/3) malam,  pukul 19.06 WIB saat diwawancarai wartawan Metro TV, menduga lembaga pihak kepolisian terlibat jauh dalam Pilkada  di Papua. Berikut kutipan wawancara  wartawan Metro TV  dengan  Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe yang direkam oleh reporter www.parliamentmagazine.co.id

Apa saja yang terjadi setelah dilangsungkannya Pilkada Papua ?

Pilkada 2017 di Papua  yang berlangsung di 10 Kabupaten dan 1 Kota,  dimana saya sebut banyak masalah belum damai. Banyak masalah  di 5 Kabupaten  di Kabupaten Jayapura ada 19 Distrik dan 17 Distrik disuruh ikut PSU. Ini dari mana dana mau membiyayai. Kedua, Kabupaten Yapen sudah PSU tapi bermasalah lagi, karena kepentingan-kepentingan tertentu. Ketiga, Kabupaten Tolikara  di 18 Distrik disuruh PSU, kemudian Kabupaten Intan Jaya, dimana ada dua distrik perhitungannya belum dilakukan. Kemudian Kabupaten Puncak Jaya  di 6 Distrik suara masyarakat di hanguskan. Ini banyak masalah karena ada indikasi banyak orang terlibat. Institusi-institusi negara terlibat.

Ini ada beberapa distrik di 5 Kabupaten ini bermasalah  dan akan dilakukan PSU, ini penyebabnya apa Pak. Dugaan anda sendiri?

Penyebabnya banyak, kami juga punya saksi dan laporan dari para bupati menyampaikan kepada kita. Kabupaten Jayapura dimana 17 distrik diminta PSU. Ini keterilbatan anggota polisi luar biasa terjadi, kita ikuti dari awal ini.  Semua daerah hampir sama, oleh karena  itu saya meminta hentikan kegiatan ini. Mengganggu stabilitas di Papua. Saya minta Presiden, Kapolri mendengar suara saya ini, jangan mengganggu stabilitas di Papua. Sudah laksanakan bagus tapi institusi-institusi terlibat hingga membuat kerawanan yang luar biasa,  diciptakan oleh kita sendiri. Saya harap kita kembali seperti Pilkada 2016 dimana 11 kabupaten melaksanakan pemilukada secara baik.  Hari ini justru terganggu karena  institusi negara terlibat.

Keamanan di Papua saat ini, masyarakat  seperti apa ?

Wah, masyarakat demo kita demo-demo terus, kita ada tahan-tahan ini. Jangan lakukan demo ada upaya hukum yang dilakukan. Jadi masyarakat sangat terganggu dengan  kehadiran institusi,  lembaga pihak kepolisian terlibat jauh dalam pilkada ini.

Apa harapan yang dilakukan  dan solusinya?

Harapan saya, rakyat sudah memilih  itulah yang kita ikuti. Panwalu-panwaslu jangan ikut terlibat, jika tak punya bukti memutuskan PSU, tidak boleh.  Ini menggangu stabilitas, biayanya besar, mahal. Para Bupati sudah taruh uang besar. Sekarang  Panwaslu meminta PSU, ini biaya dari mana. Saya minta dihentikan ini.

Tadi sempat Bapak menyebutkan ada keterlibatan institusi tertentu dan apa indikasinya?

Indikasinya   kayak (seperti) Kabupten Jayapura kenapa mau periksa anggota KPPS, ini tidak boleh. Kepolisian tidak punya hak untuk memeriksa KPPS. Ini tidak boleh dilakukan. Saya minta Kapolda tarik pasukan-pasukan yang diturunkan disemua distrik. Kabupaten Yapen PSU ada anggota juga terlibat, dua anggota yang terlibat mendampingi Panwaslu Provinsi. Dia tidak perlu didamping oknum polisi. Ini PSU kok. Ini tidak boleh. Kabupaten Intan Jaya ada berita acara yang dibuat Polres ditandatangani. Suruh hitung perhitungan Polda punya. Ini tidak benar, ini keterlibatan yang luar biasa. Oleh karena itu untuk segera Kapolri mendengar, Presiden mendengar. Kapoldanya segera ditarik, karena kewenangan ini, kewenangan gubernur. Kewenangan Otsus. Gubernur biasa meminta tapi  kalau sudah keterlaluan lebih baik ditarik. Harapan saya  tidak boleh ada gangguan seperti ini  berdampak pada stabilitas yang luar biasa di Papua. Kita lakukan Pilkada di 11 kabupten sudah baik. Dan ini saat ini terganggu luar biasa. Bisa terganggu stabilitas dan dampak-dampak dari ini. Berpengaruh pada stabilitas lain, rakyat terganggu juga.( ET/PM/III/2017 )

 

Jokowi: Anggaran Pembangunan Papua Tahun Ini Rp 87,5 Triliun

angaran1Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah telah menganggarkan dana cukup besar untuk pembangunan Papua. Tahun ini anggaran yang digelontorkan untuk wilayah paling timur Indonesia ini mencapai Rp 85,7 triliun.

Total anggaran ini cukup besar, hampir sepertiga dari belanja infrastruktur tahun ini yang mencapai Rp 317,1 triliun. Namun, Jokowi merasa belanja pembangunan tersebut belum efektif. Pembangunan yang dilakukan belum merata dan menjangkau semua daerah.

“Permasalahan bukan semata-mata pada besaran dana. Tapi pada proses perencanaan yang melibatkan berbagai sektor dan daerah belum sepenuhnya terintegrasi dengan baik,” ujarnya dalam rapat terbatas mengenai pembangunan di Papua di Kantor Presiden.

 Berdasarkan informasi yang diterima Presiden, sebanyak 46 persen program kementerian dan lembaga yang ada, cenderung berpusat pada lokasi yang mudah dijangkau dan mudah diimplementasikan. Padahal, Papua memiliki wilayah yang besar dan sangat sulit dijangkau. Jokowi merasa hal ini tidak benar dan harus diubah.

angaran3Oleh karena itu Presiden menginstruksikan agar kementerian dengan pemerintah daerah harus berkoordinasi, fokus, dan berjalan bersama-sama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Papua. Hal-hal yang selama ini terjadi tidak boleh terus dibiarkan.

“Saya minta kerja kita fokus pada peningkatan akses serta kualitas pendidikan dan kesehatan. Hal ini penting untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua,” ujarnya.

Dia mengakui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua pada tahun lalu sudah mengalami peningkatan sebesar 0,50 poin. Namun, angkanya saat ini masih di bawah 60. Artinya masih pada posisi yangrendah.

Pembangunan infrastruktur dasar dan pengembangan konektivitas antar wilayah, antar kabupaten dan antar kota perlu dipercepat. Ini penting penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan keadilan pada rakyat Papua.

Presiden menekankan bahwa pelaksanaan pembangunan di Papua haruslah berorientasi pada nilai-nilai penegakan hak asasi manusia (HAM). Kemudian tata kelola pemerintahan yang baik, bebas korupsi, dan memegang teguh nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Papua.

Masyarakat Papua harus diberikan kesempatan untuk lebih berperan dalam proses pembangunan di Tanah Papua. Jangan sampai hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerahnya sendiri. “Gunakan pendekatan budaya yang menghormati kearifan lokal dan tempatkan rakyat Papua menjadi subyek yang penting dalam pembangunan di Tanah Papua,” kata Presiden.

Jokowi juga menyinggung kebijakan satu harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dapat membantu perekonomian masyarakat Papua ke depannya. Kebijakan ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, biaya transportasi dan logistik lebih murah, dan harga-harga barang bisa turun.*/pm/rev/2017/

DESAIN SCRIPT ACARA The PATASO ( PAPUA TALK SHOW )

NASKAH/SCRIPT ACARA

PAPUA TALK SHOW

THE PATASO

PERIODE I MEI 2016

SCRIPT / NASKAH ACARA THE PATASO

HOST / PRESENTER : ( ADRIAN INDRA, S.Sos )

PROGRAM ACARA : TALK SHOW

JUDUL PROGRAM : PAPUA TALK SHOW ( PATASO)

TEMA / TOPIK : 4 Tahun Membangun Papua

KINI DURASI : 60’

NARASUMBER : – Gubernur Papua ( Lukas Enembe ), Ka.Bappeda Papua ( M. Assad ), Tokoh Pemuda ( Yusak Andato ), Tokoh Wanita ( Linda Pepuho )

PANELIS   : Tokoh Masyarakat / Tokoh Agama ( Bp. Lipius Biniuk, S.Th )

The PATASO

BUMPER IN

SELAMAT MALAM PEMIRSA JAYA TV DIMANAPUN ANDA BERADA / SAYA ADRIAN INDRA / AKAN MENEMANI PEMIRSA /TENTUNYA DALAM PROGRAM TALK SHOW / THE PATASO ACARA vTALK SHOW YANG BARU di PAPUA / TEMA ACARA PATASO KALI INI ADALAH “ 4 TAHUN MEMBANGUN PAPUA “/ DI STUDIO INI SAYA KEDATANGAN TAMU YANG SPESIAL / Bp. LUKAS ENEMBE, S.IP, M.H / GUBERNUR PROVINSI PAPUA / Bp. M. ASSAD  // KA. BAPPEDA PROVINSI PAPUA  // Bp. YUSACK ANDATO// TOKOH PEMUDA PAPUA// Ibu LINDA PEPUHO  // TOKOH WANITA PAPUA.

PERTANYAAN KE NARASUMBER I ( Ketua BAPPEDA PROV PAPUA )

  1. Bagaimana secara Umum Hasil Pembangunan selama 4 Tahun dibawah kepemimpinan pasangan LUKMEN ?
  1. Pembangunan Dalam Bidang Apa yang Bapak Anggap cukup berhasil ?
  2. Pembangunan Dalam Bidang Apa yang perlu diringkatkan Kembali ?
  3. Selamat atas telah Berhasilnya Prov. Papua dalam menerapkan E Government, apa keuntungannya Pak ?
  4. Tahun 2017 Rencana Pembangunan Papua Bagaimana ? Prioritasnya apa ?

PERTANYAAN KE NARASUMBER II ( YUSACK ANDATO/TOKOH PEMUDA )

  1. Bagaimana penilaian Sudut pandangan Pemuda terhadap kepemimpinan Bp Lukas Enembe selama 4 Tahun ini ?
  2. Apa Harapan Pemuda kedepannya terhadap kepemimpinan Bapak Lukas Enembe ?

PERTANYAAN KE NARASUMBER III ( LUKAS ENEMBE/GUBERNUR PAPUA )

  1. Bagaimana respon Bapak terhadapa pernyataan Tokoh Pemuda yang disampaikan oleh Bapak Yusack Andato tadi ?
  1. Bagaimana Bapak melihat Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan antara Pusat dan Provinsi ? antara BAPPENAS dan BAPPEDA ?
  1. Presiden Jokowi sangat gencar membangun infrastruktur jalan, jembatan, Irigasi, pelabuhan laut dan pelabuhan udara Papua ?Ini konsep MAKRO Ekonomi. Yang diharapkan bisa mengembangkan kegiatan dalam Bidang MIKRO Ekonomi, Pendapat Bapak ?
  1. Pembangunan Dalam Bidang Apa yang perlu diringkatkan Kembali ?
  2. Gerbangmas Hasrat Papua Enembe dan Nawacita Jokowi, bagaimana relevansinya Pak ?

PERTANYAAN KE NARASUMBER IV ( Bp. LIPIYUS BINILUK/TOKOH MASYARAKAT/TOKOH AGAMA )

  1. Bapak Lipiyus Biniluk…..Babak Pertama diskusi kita ini telah banyak pandangan yang dilontarkan oleh para Nara Sumber, Bagaimana Bapak menyimpulkan pendapat-pendapat dari para Narasumber tersebut ?
  • PEMIRSA / ITU TADI BABAK AWAL Dari ACARA PATASO INI, CUKUP MENARIK dan CUKUP BERBOBOT DARI MATERI-MATERI YANG TELAH DISAMPAIKAN PARA NARASUMBER// JANGAN KEMANA MANA / TUNGGU SESAAT LAGI LANJUTAN DARI THE PATASO / APAAAAAAAA…………..? ( HOST BERTANYA ) // YAAA….PAPUA TALK SHOW….LAAH… ( PENONTON MENJAWAB ) //

BUMPER OUT

IKLAN / PEMUTARAN VIDEO PEMBANGUNAN PAPUA

BUMPER IN

PEMIRSA / MASIH DI PATASO………../ / APAAAAAAAA…………..? ( HOST BERTANYA ) // YAAA….PAPUA TALK SHOW….LAAH… ( PENONTON MENJAWAB ) // KITA LANJUTKAN DISKUSI HANGAT YANG MENARIK INI/

PERTANYAAN KE NARASUMBER IV ( LINDA PEPUHO/TOKOH WANITA PAPUA )

1.Bagaimana Pandangan Ibu Linda Pepuho terhadap apa yang disampaikan oleh Bapak Lukas Enembe yang tadi ?

2.Bagaimana pandangan kaum wanita dan mama-mama terhadap Pembangunan  4 Tahun dibawah kepemimpinan pasangan LUKMEN ?

3.Pembangunan Dalam Bidang apa yang diharapkan untuk bisa mendorong perekonomian mama-mama Papua khususnya dalam bidang usaha rumah tangga ?

PERTANYAAN KE NARASUMBER II ( Bp.LUKAS ENEMBE/GUBERNUR PAPUA )

  1. Bagaimana Program dalam bidang Pembinaan Pengusaha Asli Papua ?
  1. Bapak Baru saja mendapat penghargaan dari Menteri Agama sebagai Gubernur yang berhasil dan berjasa dalam membina umat beragama di Papua, bisa dijelaskan Pak ?
  2. Apa keuntungannya dana OTSUS yang 80% Bapak Bagikan ke Daerah ? apakah besaran dana OTSUS untuk Papua ini secara perhitungannya dari Pusat, sudah benar menurut Bapak.

PERTANYAAN DARI PENONTON :

1.PENONTON 1

2.PENONTON 2

3.PENONTON 3

( Sampaikan Nama Lengkap dan Tinggal didaerah mana )

BUMPER OUT

IKLAN / PEMUTARAN VIDEO PEMBANGUNAN PAPUA

BUMPER IN

PEMIRSA / MASIH DI PATASO………../ KITA LANJUTKAN DISKUSI HANGAT YANG MENARIK INI/

PERTANYAAN KE NARASUMBER II ( Bapak Lukas Enembe/Gubernur Papua )

= Silahkan Bapak Tanggapi Pertanyaan-Pertanyaan yang diajukan oleh Penonton tadi =

PERTANYAAN KE NARASUMBER IV ( Bapak Lipiyus Biniluk/Tokoh Masyarakat/Tokoh Agama )

= Sebagai Panelis dari acara ini, Bagaimana pendapata Bapak dari pertanyaan penonton tadi dan juga jawaban dari Bapak Gubernur Papua tadi  =

PENUTUP

SAYANG SEKALI PEMIRSA/ WAKTU KAMI MENEMANI PEMIRSA TELAH HABIS// TAPI JANGAN KHAWATIR / MINGGU DEPAN KAMI AKAN HADIR KEMBALI PADA JAM YANG SAMA HANYA DI  JAYA TV / TAK LUPA KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA PARA NARASUMBER  YANG TELAH BERKENAN HADIR DAN MELUANGKAN WAKTU UNTUK DATANG KE STUDIO INI// AKHIRNYA / SAYA ADRIAN INDRA PAMIT UNDUR DIRI, MOHON MAAF JIKA ADA KATA-KATA YANG TIDAK PADA TEMPATNYA // SELAMAT MALAM>.

Saya tutup acara ini dengan menyampaikan suatu Quote dari Ridwan Kamil ( Walikota Bandung ) yang berbunyi : TIDAK ADA KESUKSESAN TANPA KERJA KERAS, TIDAK ADA KEBERHASILAN TANPA KERJASAMA, TIDAK ADA KEMUDAHAN TANPA DOA,

PERTANYAAN CADANGAN :

  1. BAGAIMANA UPAYA PEMPROV PAPUA DALAM MENGEMBANGKAN USAHA RAKYAT TENTANG KOPI dan BUAH MERAH di PAPUA ?
  2. BAGAIMANA UPAYA PEMPROV PAPUA DALAM PENGEMBANGAN SDM PAPUA ?
  3. BAGAIMANA PEMBINAAN OLAH RAGA Dan ATLET-ATLET ASLI PAPUA dalam MENGHADAPI PON XX ?
  4. BAGAIMANA PEMBANGUNAN PARIWISATA PAPUA ?
  5. BAGAIMANA PEMBANGUNAN USAHA PETERNAKAN dan PERTANIAN di PAPUA ?
  6. PAK JOKOWI SUDAH MENCANANGKAN TAHUN 2020 PAPUA AKAN MENJADI PENGEKSPOR KAKAO NO.1 DI DUNIA, BAGAIMANA TANGGAPAN PEMPROV PAPUA dan UPAYA YANG AKAN di DUKUNG OLEH PEMPROV PAPUA ?

 

Pataso PNG

Video : Adrian Indra dan Areng Widodo Menciptakan Lagu Yang Berjudul Jokowi Untuk Kita

Areng Widodo  seorang MAESTRO musik Indonesia bersama Adrian Indra pakar Komunikasi dan Informasi, dalam rangka memperingati terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke 7, menciptakan lagu yang berjudul Jokowi Untuk Kita.

Areng Widodo pencipta lagu-lagu yang sering dinyanyikan oleh Group Band GodBlesh.

Lagu ini berirama Musik SlowRock…mengambarkan kecintaan masyarakat Indonesia dan kedekatan masayarakat Indonesia ke Presiden Jokowi.

Desain Panggung Acara Talkshow

Desain Panggung Acara Talkshow ( By Adrian Indra )

Desain II Gerbang Mas Show

Desain I Panggung Gerbang Mas Show

 

obama-on-the-daily-show

6608f71bd31cdba495e829a239022633

Acara TALK SHOW di Televisi, Roh nya adalah di Naskah acara dan Desain Panggung. Dalam naskah acara Kekuatan Riset dalam hal memilih tema Talk Show  dan menyusun kerangka-kerangka diskusi, adalah yang sangat VITAL. Kecerdikan dan Penguasaan materi yang dalam adalah kunci sukses dari acara Talk Show. Dengan penguasaan Materi yang dalam dan lengkap, semuanya akan tersampaikan, baik informasinya, hiburannya dan pesan-pesan khusus yang akan disampaikan kepada masyarakat.
talk show wawancara seperti show imah , bukan empat mata dan lain lain merupakan pengembangan dari wawancara yang dikemas dengan cara yang berbeda apalagi ada kick andy yang
sangat inspiratif . inti dari acara tersebut adalah tanya jawab dengan narasumber untuk memperoleh keterangan atau pendapatnya atau cara dia meraih kesuksesan atau tentang apa saja yang
berhubungan dengan narasumber tersebut. untuk memulai talk show atau wawancara tersebut kita harus memiliki persiapan .

Persiapan dalam membuat acara talk show
1. Menentukan tema.
setiap acara harus punya tema agar tidak melebar kemana-mana dalam wawancara tersebut . usahakan tema yang menarik dan lagi “in” di masyarakat atau sesuatu yang inspiratif

2. susunlah outline. agar memudahkan wawancara . kita harus bikin yang namanya kerangka berita (outline). outline antara lain isinya
-tema beritanya
-Latar belakang masalah
– narasumber siapa saja yang akan di undang atau di wawancarai
– daftar pertanyaan.

3. mengumpulkan informasi yang tepat tentang tema yang diangkat. agar jika narasumber menjawab suatu hal kita bisa menimpali tentang informasi yang telah kita dapat sebelumnya.

( ADRIAN INDRA, S.Sos / Pakar Penyiaran Televisi dan Radio Indonesia )

TALK SHOW, KENAPA DIMINATI ? ( By: Adrian Indra, S.Sos )

Talkshow Televisi dan Perkembangannya

IMG_7218

Diminati di Amerika, talkshow sebagai acara yang informatif selain berita, menyebar dan digemari pula oleh masyarakat Eropa serta benua lainnya. The Tonight Show, merupakan acara talkshow paling lama. Dimulai tayang perdana tahun 1954, acara yang tayang di NBC ini hingga sekarang masih ada. Disusul kemudian oleh The Late Night Show, sebuah talkshow yang begitu populer di Irlandia.

Talkshow sebagai salah satu format acara, pada perkembangannya juga melahirkan semacam sub-genre. Maka lahirlah talkshow yang khusus tayang pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Sub genre lainnya adalah Sunday Talk, talkshow yang tayang khusus pada akhir pekan. Sub genre berdasar waktu tayang ini juga nyatanya diikuti oleh televisi di Indonesia, talkshow Bincang Malam dan Indahnya Pagi, dua talkshow ini cukup lama tayang di TVRI. Sub genre bukan sekadar perihal waktu tayang, lebih dari itu biasanya akan berkaitan dengan konten atau tema, narasumber, serta kemasannya.

Isu dan Narasumber

Isu atau tema serta narasumber pada talkshow adalah dua elemen penting, karena sepopuler siapapun hostnya tentu tidak akan menarik jika bahasan serta narasumber dari talkshow itu bisa-biasa saja. Tema dalam talkshow tentu bisa apa saja, tergantung dari tujuan dari talkshow itu sendiri. Dua hal paling populer yang dijadikan tema dalam talkshow yakni segala sesuatu tentang current issue dan hal yang inspiring. Jika current issue akan berkaitan dengan waktu, maka tema inspiring biasanya tidak akan tergantung hal itu bahkan bisa timeless.

Andy F Noya 4

Host Talkshow

Host atau pembawa acara talkshow menjadi point utama dalam acara ini. Host menjadi kunci karena merekalah yang memandu, ke mana arah talkshow ditujukan, ia yang menggali isu dari narasumber yang dihadapinya. Kekuatan host ini disadari betul oleh pembuat acara televisi. Atas itu pulalah lahir talkshow dengan membawa nama si host dalam judul talkshownya. Di Amerika ada The Jerry Sringer Show, Piers Morgan Tonight, The Jay Lano Show, The Caroline Rhea Show, Oprah Winfrey Show, dan Larry King Live. Oprah Wimfrey dan Larry King membawakan acara talkshow cukup lama, karenanya nama kedua host ini tak hanya terkenal di Amerika tapi sangat dikenal hingga pelosok dunia.

Selain di Amerika, talkshow yang menggunakan nama host sebagai nama pertunjukkan juga dilakukan negara lain. The Paul O’Gradey Show (Inggris), Nightlife with Alan Khan (Afrika Selatan), Kofee with Karan (India), The Alan Hamel Show (Kanada), dan Sanja (Kroasia). Sanja, sebagai salah satu host disematkan untuk nama talkshow tanpa embel-embel kata lainnya. Di Indonesia ada Sarah Sechan, host yang namanya juga dipakai untuk judul talkshow di Net TV. Televisi yang “boros” menggunakan nama host dalam acara talkshow adalaha Metro TV. Di televisi yang memposisikan diri sebagai televisi berita ini ada Just Alvin yang dipandu Alvin Adam, Kick Andy yang dipandu Andy F. Noya, dan Mata Najwa yangdipandu oleh Najwa Shihab. Televisi publik TVRI tak mau ketinggalan pula membuat talkshow dengan menyematkan nama host pada acaranya yakni Minggu Malam Bersama Slamet Rahardjo.

Ada Apa-Apa di Mata Najwa                                                                

Acara talkshow di Indonesia seringkali tak bertahan lama. Alasan kenapa acara tersebut tidak berlanjut biasanya ada beberapa hal, dan yang paling umum tentu saja terkait dengan rating dan share acara tersebut. Karena rating dan share dari Nielsen Media Research masih menjadi satu-satunya alat ukur seberapa banyak sebuah acara ditonton. Acara talkshow datang dan pergi silih berganti. Tapi ada yang masih bertahan dan masih banyak digandrungi penonton, yakni Mata Najwa.

Mata Najwa pertama kali tayang di Metro TV pada 29 November 2009. Memasuki tahun ke 5 acara yang menjadi unggulan Metro ini selalu menghadirkan bintang tamu yang dianggap sedang kontroversial saat itu atau pejabat tinggi negeri ini. Megawati, BJ Habibie, Jusuf Kalla, Joko Widodo, dan Basuki Tjahya Purnama atau Ahok pernah menjadi narasumber di Mata Najwa.

Najwa Shihab yang kini dipercaya sebagai Wakil Pimpinan Redaksi Metro TV, meniti karir jurnalis yang cukup pesat. Bermula sebagai reporter, presenter, lantas menjadi asisten produser, produser, dan eksekutif produser. Karir dari reporter menjadi presenter sebetulnya hal yang lumrah, karena seringkali jenjangnya demikian. Namun di luar sana, semisal CNN atau BBC, kita akan jarang menemukan presenter yang sangat muda. Karena untuk menjadi presenter diharuskan menguasai lapangan sebagai reporter dalam jangka waktu yang panjang. Dengan demikian maka penyiar televisi CNN, BBC, ABC, FOX News, biasanya merupakan penyiar yang matang. Hal ini nampaknya agak berbeda dengan televisi di Indonesia, sebab kenyataannya beberapa presenter lahir dari reporter yang belum lama menguasai lapangan. Demikian pula dengan Najwa Shihab, ia sebetulnya belum memiliki pengalaman panjang sebagai reporter ketika akhirnya meniti karir menjadi presenter.

Namun nampaknya Najwa belajar cepat, sempat tegopoh-gopoh di awal-awal saat menjadi presenter, kini telah menjadi pembawa acara yang memiliki kepercayaan tinggi. Berbagai penghargaan telah di dapat Mata Najwa, seperti dua kali KPI Awards sebagai talkshow terbaik serta terpilih menjadi salah satu nominasi The 15th Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affair Program untuk episode Separuh Jiwaku Pergi.

Tatapan Najwa dalam membawakan Mata Najwa menjadi sangat khas, Nana begitu ia biasa dipanggil, biasanya akan menatap langsung narasumbernya dengan tajam. Kerap ketika narasumber nampak kaku, maka Najwa akan membuka pertanyaan dengan hal yang sangat ringan. Ini biasa pula dilakukan para presenter di luar dengan tujuan sebagai ice breaking. Kekhasan lain dari Mata Najwa, Nana akan menggunakan semacam bahasa tubuh dengan menyorongkan badan ke arah narasumber. Hal ini nampaknya disukai oleh narasumber, karena itu berarti betapa host atau pembawa acara concern pada paparan narasumber.                                    

Kekuatan Riset

Memang tak seperti Oprah Winfrey show yang memiliki tim riset yang begitu banyak, atau tidak pula seperti Jay Lano dan Larry King yang punya tim riset lengkap, tapi Mata Najwa nampaknya tak mengenyampingkan riset sebagai senjata utama dalam talkshow. Data dari hasil riset sangat diperlukan bagi pembawa acara. Dengan data yang diolah menjadi informasi yang penting, menjadi salah satu bahan pertanyaan atau question list yang dibuat oleh tim penulis. Lebih dari itu, informasi dari hasil riset juga bisa menjadi bahan untuk konfirmasi pada narasumber yang dihadapi oleh pembawa acara.

Seperti halnya Oprah Winfrey Show yang sukses pula pada tour talkshow di luar studio, Mata Najwa ditonton ribuan pasang mata saat tampil di Universitas Negeri Jogjakarta dengan tema saat itu, Dari Jogja: Berani Tampil Beda. Lalu, sampai kapan Mata Najwa akan bertahan di televisi, tak ada yang bisa memastikan. Tapi setidaknya, lima tahun sudah terlewati oleh Najwa Shihab dan timnya untuk menghadirkan tontonan menarik selain hiburan yang ditayangkan televisi.

CREW PRODUKSI ACARA TV dan TUGASnya ( By : ADRIAN INDRA, S.Sos )

Crew Produksi TV dan Tugasnya

( By : ADRIAN INDRA, S.Sos )

Ex Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID Kepri  ) Angkatan I / Ketua Umum DPP Aliansi Masyarakat Pemantau Penyiaran Indonesia ( AMPPI )

vcdpembelajaran-broadcasting

1.PRODUSER

Produser adalah pemain utama di televisi, film dan video industri. Seorang yang mendisain sebuah produksi program acara sekaligus bertanggung jawab terhadap teknis eksekusi produksi program tersebut dan bertugas untuk mengintegrasikan unsur-unsur pendukung produksi dalam sebuah produksi program acara televisi dan bertanggung jawab terhadap aspek teknis maupun estetis serta mampu menterjemahkan sebuah gagasan / naskah / rundown sebuah program acara ke dalam pelaksanaan produksi program siaran. Permulaan ide dari sebuah proyek seringkali datang dari produser dan mereka mengawasi proyek dari perencanaan sampai selesai. Mereka terlibat dalam proses marketing dan distribusi seperti mereka memantau shooting. A producer must has good taste, seorang produser harus mempunyai selera yang baik. Untuk itu seorang produser harus mempunyai wawasan yang luas tentang film, baik teknis maupun non teknis. Produser bekerja sama dengan sutradara dan staf produksi dalam proses shooting dan selalu terlibat di dalamnya.

Job description

Singkatnya, seorang produser dapat membawa sebuah konsep ke dalam layar. Orang yang dapat melakukan semua kemungkinan.

Produser terlibat dalam setiap pertunjukan dalam sebuah program televisi, film atau video, dari awal proyek sampai akhir, baik di studio ataupun di luar studio. Dia adalah team leader yang paling penting dan bergantung pada ukuran proyek dan didukung oleh production assistant, koordinator fasilitas dan unit manager.

Aktifitas khusus meliputi:

  1. Membuat rencana anggaran biaya produksi
  2. Mengembangkan konsep cerita yang akan diproduksi
  3. Mengatur masalah-masalah yang timbul pada saat waktu shooting
  4. Supervisi progress proyek dari produksi dan pasca produksi
  5. Mengelola seluruh sumber daya (SDM, keuangan dsb) dengan baik agar pelaksanaan pembuatan suatu paket produksi dapat berjalan sesuai target
  6. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan proses pembuatan paket produksi, intern maupun ekstern
  7. Melakukan negoisasi harga dengan pemain
  8. Mengantarkan sebuah produksi sesuai dengan budget
  1. PROGRAM DIRECTOR – PENGARAH ACARA ATAU SUTRADARA

Seorang yang ditunjuk untuk bertanggung jawab secara teknis pelaksanaan produksi satu mata acara siaran, menyutradarai Program Acara Televisi baik untuk Drama ataupun Non Drama dalam Produksi Single atau Multi Camera.

Visi Program Director adalah membimbing kru-nya dalam mencari lokasi yang tepat, melakukan casting, mendesain set dan lighting serta terlibat dalam proses editing dan dubbing.

Oleh karena itu, hal yang terpenting adalah kemampuan dalam memimpin. Yang meliputi kemampuan dalam bekerjasama dengan banyak orang, pemilihan artistik, mengetahui masalah teknis serta mempunyai kemampuan dalam menangani perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan. Program Director diharapkan dapat bekerja keras di bawah tekanan. Tidak ada latar belakang yang jelas mengenai darimana seorang sutradara mendapatkan ilmunya, beberapa dari mereka memiliki pengalaman dalam bidang produksi, kamera ataupun editing. Tapi yang paling utama adalah mereka harus memiliki pengalaman dalam bidang industri ini.

Syarat :

  • Memahami TYPE OF PROGRAM
  • Menguasai MANAJEMEN PRODUKSI
  • Mendalami SINEMATOGRAFI
  • Mendalami DRAMATURGI
  • Mampu menggunakan Peralatan Produksi dan dapat menterjemahkan gagasan kedalam eksekusi sebuah program acara TV (mengabungkan hal teknis & seni)

Aktifitas khusus meliputi:

  1. Merepresentasikan naskah
  2. Brainstorming ide dengan produser dan penulis naskah
  3. Mem-breakdown naskah ke dalam syuting list
  4. Melakukan casting calon pemain
  5. Memimpin crew produksi di lapangan
  6. Bertanggung jawab terhadap proses pengambilan gambar
  7. Mengarahkan para pemain di lapangan
  8. Men-supervisi di bagian editing

Apa saja yang perlu dilakukan?

Brain Strorming :

  1. Membuat /menentukan detail konsep bersama-sama dengan Producer, Creative
  2. Melakukan analisis script/scenario /rundown berdasarkan konsep/ ide yang telah disepakati
  3. Menentukan peralatan pendukung teknis meliputi : Kamera, Lighting, Audio dan perangkat teknis lainnya sesuai dengan konsep program

Koordinasi :

Melakukan koordinasi dengan crew pendukung teknis meliputi : Kameraman, Switcherman, Audioman, Lightingman menyangkut konsep acara dan kebutuhan peralatan produksi Me-review kembali kebutuhan teknis produksi dengan Producer dan Creative

Eksekusi :

  1. Membuat /menentukan bloking kamera
  2. Melakukan supervisi terhadap penataan set panggung, lighting, kamera, audio, switcher, CG etc.
  3. Bersama-sama TD memastikan kesiapan perangkat teknis lainnya
  4. Memandu jalannya Gladi Bersih bersama FD
  5. Berkoordinasi dengan producer dan krabat kerja yang lain
  6. Melakukan Briefing bersama seluruh crew pendukung acara mengenai rundown acara SHOOTING PROGRAM ( Live / Taping ) Mengarahkan produksi Program Acara

Evaluasi :

Bersama Produser dan crew pendukung teknis lainnya melakukan evaluasi

Editing :

Mengikuti proses editing program bila Dibutuhkan

BAHASA KOMANDO…

STANDBY

Aba-aba untuk meminta kepada seluruh pendukung acara baik crew maupun talent/presenter untuk bersiap-siap memulai acara/program.

Dapat juga berarti aba-aba untuk kameraman agar jangan merubah komposisi gambar karena akan di ambil .

Contoh : “Studio standby….Crew, Standby….” Atau “… Camera 1 Standby ….Camera 1 Take ….”

COUNTDOWN

Hitungan mundur untuk memberi aba-aba agar program di mulai tepat sesuai waktu yang ditentukan.

Dapat juga berarti memberikan jeda waktu pada proses recording antara satu adegan ke adegan berikutnya, untuk mempermudah pada proses editing

Contoh : “ Standby … 5…4…3…2…1…action !!!…”

CUE / ACTION

Aba-aba untuk artis, talen, presenter atau performer yang lain untuk memulai adegan atau aksinya sesuai dengan script/ naskah.

Dalam produksi program besar yang melibatkan banyak orang, komando dari Director diteruskan kepada Floor Director

Contoh : “… 3…2…1…Cue (talen)…!!” atau “Camera ..!!! ..Action…!!” “

TAKE” / “ON”

Aba-aba untuk kameraman sebagai tanda gambarnya di ambil, biasanya dilakukan untuk produksi program dengan multi kamera.

Contoh : “ Camera 1 Standby… Camera 1 Take” atau “ Camera 1 …On..!!”

Take two, Take Tree…

Isyarat untuk meminta untuk dilakukan pengambilan gambar ulang, karena pengambilan gambar pertama terjadi kesalahan atau hasilnya tidak memuaskan.

ROLLING / PLAY

Aba-aba kepada VTR operator untuk memulai pemutaran video tape, bisa juga berlaku sebagai aba-aba untuk memulai perekaman.

Contoh : “… standby VTR… rolling, VTR….” Atau “ Stndby VTR …rolling record VTR… 3..2..1..”

WIDE SHOOT / Tide Shoot

Perintah kepada kameraman untuk pengambilan sudut gambar lebar atau sempit

Contoh : “… Camera 1 wide….”

CUT

Perintah untuk memotong adegan

BUNGKUS/ CLEAR

Komando sebagai isarat bahwa seluruh kegiatan produksi telah usah. Dapat juga berarti proses pengambilan gambar pada satu scene telah usai atau pengambilan gambar pada satu tempat telah usai, diteruskan ke tempat berikutnya

  1. PRODUCTION SWITCHER / SWITCHERMAN

adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap pergantian gambar, baik atas permintaan Pengarah Acara atau sesuai dengan shooting script/rundown yang telah disusun sebelumnya. dalam perkembangannya posisi ini sudah dirangkap oleh pengarah acara.

Pada produksi TV akan ditemukan editing dalam 3 bentuk :

  • Video switching in real time mempergunakan production switcher ( video mixer)
  • Post production videotape editing
  • Film editing

Meskipun secara mekanis masing-masing prosesnya berbeda, efek artistiknya bisa jadi hampir sama.Yang perlu diperhatikan pada saat editing adalah :

  • Moment yang dipilih untuk diganti dari satu shot ke shot lainnya. (cutting point)
  • Bagaimana pergantian shot tersebut (cut,mix,dsb) dan kecepatan transisi.
  • Order of shots (sequence) dan durasinya (cutting rhythm).
  • Mempertahankan kualitas gambar yang baik dan kesinambungan audio.
  • Menggabungkan adegan yang diambil pada waktu dan tempat berbeda, apabila adegan diambil dengan satu kamera.

Untuk sebuah produksi televisi, rundown merupakan panduan yang dijadikan acuan seorang program director atau pengarah acara dalam menjalankan sebuah acara televisi.

Rundown biasanya disusun oleh produser dan didiskusikan dengan tim produksi. Format pembuatan rundown tidak mutlak, sangat tergantung dari karakteristik format acara televisi itu sendiri.

Rundown format berita misalnya agak sedikit berbeda dengan rundown untuk acara berformat non drama (quiz, gameshow, music, variety show,magazine ,dll).

Rundown merupakan susunan isi cerita dari sebuah program acara yang dibatasi oleh durasi (panjangnya item acara), segmentasi dan deskripsi atau bahasa naskah.

Untuk acara berdurasi 30 menit biasanya dibagi menjadi empat segment, namun beberapa acara berdurasi setengah jam ini juga kadang terbagi menjadi 3 segment. Sedangkan acara berdurasi 60 menit biasanya terbagi atas 5 atau 6 segment.

Salah satu fungsi pembuatan segmentasi ini adalah untuk keperluan penempatan commercial break atau iklan. Misalnya, total konten program acara berdurasi 30 menit adalah 24 menit,sisanya yang 6 menit untuk iklan.

Selain kolom “Segment”, hal penting lainnya adalah “Description”. Di kolom ini dijelaskan tentang apa saja isi dari setiap segment. Sedangkan jika ada catatan penting lainnya, bisa dimasukan ke dalam kolom “Note” atau “Remark”

  1. PRODUCTION ASSISTENT/ ASISTEN PRODUKSI

Asistent produksi mempunyai peran sebagai kunci dalam menjalankan proses produksi secara baik, membantu produser dalam mengatur proses produksi agar sesuai dengan jadwal serta budget.

Unit produksi menjalankan proses administrasi terhadap produser dan director dan masuk ke dalam semua proses produksi dari pra produksi hingga post produksi.

Job description

Unit Produksi selalu terlibat dalam sebuah program dengan cara mengamati langsung di lapangan sebagai koordinator lapangan dan memastikan semua apa yang terjadi di lapangan.

  1. Mengkoordinir dan mengkomunikasikan persiapan produksi & fasilitas yang dibutuhkan
  2. Mengkoordinir perencanaan meeting serta mencatat hasil meeting
  3. Membantu produser menyusun rencana anggaran biaya
  4. Membantu produser menyusun schedule produksi
  5. Mendistribusikan naskah kepada pemain dan kru yang membutuhkan
  6. Mencari dan menghubungi calon pemain
  7. Mengkoordinir akomodasi dan transportasi (bila diperlukan)
  8. Surat menyurat (Bookingan)
  1. PENULIS NASKAH ATAU SCRIPT WRITER

Naskah adalah blue print sebuah film, tugas diantaranya:

  1. Melakukan survey dan riset awal suatu cerita
  2. Menulis sebuah naskah/script yang akan diproduksi
  3. Melakukan brain-storming naskah dengan produser dan sutradara
  4. Melakukan revisi naskah sesuai dengan hasil brain-storming
  1. FLOOR DIRECTOR / PENGARAH LAPANGAN

Bertugas sebagai penghubung dalam menyampaikan pesan- pesan Pengarah Acara kepada kerabat kerja dan para artis pendukung dalam produksi suatu acara dengan bahasa tubuh terutama tangan,  PA berkommunikasi dengan FD melalui alat komunikasi Clearcomm/Hand Tallky (HT)

  1. CAMERAMAN/PENATA GAMBAR

Kameraman dapat mengoperasionalkan kamera dalam setiap kondisi, menghasilkan sebuah gambar sesuai dengan permintaan director dengan menggabungkan antara skill yang dimiliki dengan teknologi. Seorang kamerawan, dibawah komando seorang DOP (Director of Photography)  harus dapat mengasilkan shot terbaiknya.

  • Membaca dan mempelajari naskah film
  • Melakukan persiapan dan setting peralatan kamera, termasuk di dalamnya adalah tripod, monitor, lampu, kabel, headphone
  • Memberikan masukan kepada DOP untuk menghasilkan shot terbaik dalam tiap scene
  • Mempelajari naskah
  • Menemukan solusi teknis bila menemui masalah di lapangan
  • Selalu kreatif dan perhatian terhadap visual yang dihasilkan dari angle-angle shot
  • Selalu siap melakukan inovasi dan melakukan ekperimen dengan berbagai macam ide
  • Interlinking with a range of functions and equipment;
  • Melakukan intruksi dari director maupun DOP
  • Berkoordinasi terus dengan kameraman lain termasuk dengan soundman dan lightingman serta aktor
  • Selalu menjaga hubungan baik dengan asisten kamerawan
  • Bekerja cepat, karena waktu sangat berharga pada saat produksi berjalan
  • Selalu bertanggung jawab dalam situasi apapun yang berhubungan dengan hasil gambar
  • Merencanakan pekerjaan dengan ketelitian. Ketika dalam sebuah scene ada adegan ledakan, maka hanya perencanaan yang matang dan ketelitian yang dapat menghantarkan adegan tersebut dapat menghasilkan gambar yang baik, mengingat adegan seperti ini sangat mahal
  • Selalu mengikuti perkembangan teknis kamera dan peralatan lainnya
  1. LIGHTING DIRECTOR / PENATA CAHAYA

bertugas sebagai seseorang yang bertanggung jawab terhadap keberhasilan penataan cahaya baik secara artistik maupun yang mampu menyentuh perasaan yang sesuai dengan tuntutan naskahnya.

Syarat :

  • Mengenal tata cahaya
  • Mengenal fungsi berbagai jenis lampu, kabel, filter, reflektor, genset, listrik, alat kontrol lampu/mixer
  • Mempunyai seni tatalampu (
  • Mengenal lokasi produksi
  • Kordinasi dengan D.O.P (Departement Of Photography)
  • Membaca dan mempelajari naskah
  • Chief Lighting mengikuti pra produksi agar mengetahui konsep setiap scene dan look secara keseluruhan film
  • Melakukan perhitungan kebutuhan lampu untuk setiap produksi
  • Mengatur setting lampu sesuai dengan permintaan sutradara di lapangan
  • Berusaha untuk mengatasi masalah pencahayaan di lapangan dengan berbagai cara untuk menghasilkan tata cahaya yang diinginkan
  • Melihat kebutuhan listrik dan mencari titik listrik pada setiap setting
  • Jika harus menggunakan genset, maka order kebutuhan daya setting untuk kebutuhan lampu
  1. AUDIOMAN

Audioman adalah petugas yang mengatur perimbangan suara dari berbagai sumber, antara lain melakukan set up microphone, musik / backsound dan lain sebagainya.

p01sgdg8

CARA MEMPRODUKSI ACARA TV By: Adrian Indra ( Ex. Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Angkatan I )

CARA MEMPRODUKSI ACARA TV

By: Adrian Indra, S.Sos

( Ex. Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Angkatan I )

11we PNG

Memasuki industri pertelevisian dikenal sebagai suatu hal yang sangat sulit, tetapi dengan munculnya teknologi yang murah dan pendistribusian internet, mendapatkan penonton kini menjadi semakin mudah. Hampir semua orang bisa menjadi terkenal, tetapi hal ini membutuhkan komitmen yang tinggi dan kerja keras. Secara Garis besar sebelum memutuskan untuk memproduksi sebuah acara Televisi, harus dipedomani langkah-langkah berikut:

1.KEMBANGKAN IDE / KONSEP

Buatlah premis yang menarik atau ide “bagaimana jika?“.
Ide Anda bisa sesederhana “bagaimana jika kru film dokumenter memfilmkan tentang perusahaan kertas yang kecil” (The Office) sampai ide yang besar dan rumit seperti “bagaimana jika guru kimia mulai meracik metamfetamin?” (Breaking Bad). Ini adalah benang merah dari acara Anda, yang membuatnya berbeda dari yang lainnya, dan yang membuatnya diminati.

  • Banyak ide “bagaimana jika” tercipta dengan mencampurkan dan mencocokkan acara-acara yang sudah ada. 30 Rock, misalnya, adalah dunia SNL dicampur dengan humor kantoran bergaya The Office atau Cheers. Drama terkenal The Wire adalah campuran antara acara kriminal dan thriller politik.
  • Pikirkan acara yang Anda kagumi dan mungkin ingin Anda tiru—apa ide “bagaimana jika”nya yang sederhana?

728px-Make-Your-Own-TV-Show-Step-1-Version-3

2.Tentukan genre dan format acara Anda.

Ini adalah salah satu keputusan terpenting yang akan Anda buat, karena akan memengaruhi setiap hal ke depannya nanti. genre adalah nuansa dan warna acara—apakah itu komedi, drama rumah sakit, atau acara realitas? Format adalah bentuk waktu penayangan acara, dan terdapat beberapa pilihan:

  • Episodik: Setiap episode adalah cerita yang berdiri sendiri. Komedi biasanya merupakan acara berdurasi setengah jam yang bersifat episodik, tetapi sebagian acara kriminal atau misteri pembunuhan juga episodik.
  • Serial: Setiap episode dibangun dari cerita sebelumnya. Acara seperti ini umumnya menceritakan kisah sepanjang satu musim, seperti Breaking Bad, atau The West Wing. Ini biasanya acara berdurasi hampir satu jam dan umumnya dramatis.
  • Sketsa: Acara sketsa terdiri dari banyak cerita yang lebih singkat dan berdiri sendiri. Ini seperti Saturday Night Live, Key & Peele, atau MadTV.

728px-Make-Your-Own-TV-Show-Step-2-Version-3

3.Kembangkan karakter-karakter pada Ide yang disepakati dalam Konsep acara yang akan di produksi dan buatlah Blue Print nya.

Tulislah setiap karakter dan beri penjelasan sepanjang 2-3 kalimat. Hindari gambaran fisik, sebaliknya cobalah tuliskan apa yang membuat setiap karakter unik:
  • Karakter-karakter yang bagus memiliki kekurangan dan kelebihan. Mereka karakter yang bulat—yang berarti mereka memiliki kepribadian lebih dari sekadar “tukang kebun yang pemarah” atau “ibu yang penyayang”.
  • Apa yang diinginkan setiap karakter? Apa yang ditakuti karakter tersebut? Ini yang mendorong tindakan setiap karakter di dalam acara.
  • Buatlah treatment Blue Print acara. Treatment adalah semacam cetak biru untuk acara. Ini biasanya digunakan untuk menunjukkan kepada eksekutif pengembangan, apa tepatnya yang dapat diharapkan dari acara, jika mereka akan membuatnya sendiri. Untuk mengembangkan treatment, Anda memerlukan beberapa hal:
    • Judul: Judul yang bagus biasanya memiliki dua arti. Lihatlah Mad Men, misalnya, yang menawarkan dunia agensi periklanan serta kewarasan Don Draper yang terus menurun.
    • Logline: Ini adalah ringkasan terdiri dari 1-2 kalimat yang kuat. Ini adalah hook berdasarkan premis “bagaimana jika”. Misalnya, logline serial TV Community mungkin adalah “Seorang pengacara hebat terpaksa membuat kelompok teman baru yang gila karena gelar sarjana hukumnya yang palsu memaksanya kembali ke akademi komunitas”.
    • Sinopsis: Ini adalah ide cerita singkat sepanjang 1 halaman. Apa latar, plot dan fokus umum dari setiap episode? Apa cara Anda untuk bisa menangkap esensi acara dalam 3-4 kalimat? Jika ini adalah acara serial, buatlah garis besar perkembangan musim pertama.
    • Lembar Karakter: Tuliskan setiap karakter utama dalam 1-2 kalimat, dengan memfokuskan pada kepribadian dan tujuan ketimbang penampilan mereka.
    • Panduan Episode: Tulislah paragraf pendek mengenai 4-5 episode yang ingin Anda tunjukkan, dengan memperinci pada plot yang akan membangun sebagian besar isi dari acara Anda.

    karakternya. Apa yang membuat subjek Anda menarik atau memikat? Apa yang bisa membuat penonton ingin mendengar kisah mereka.728px-Make-Your-Own-TV-Show-Step-4-Version-3

4.Pahamilah kebutuhan pilot yang bagus.

Pilot adalah episode pertama dari serial TV, dan ini dikenal sulit untuk ditulis dengan baik. Kenapa? Karena pilot mengharuskan Anda untuk melakukan banyak hal sekaligus dalam hitungan halaman yang pendek. Anda harus:

  • Memperkenalkan karakter: Anda tidak perlu menceritakan keseluruhan kisah latar mereka, tetapi penonton ingin cukup tahu tentang karakter-karakter ini untuk merasa ingin mengikuti kisah mereka. Saat pertama kali Anda melihat seorang karakter, hal itu harus menunjukkan kepribadian dasar mereka.
  • Memperkenalkan dunia: Ini lebih dari sekadar latar, ini adalah “aturan” acara. Apa perhatian utama bagi karakter-karakter tersebut? Kejadian seperti apa yang biasanya terjadi? Ini adalah eksplorasi dari premis “bagaimana jika” Anda.
  • Tunjukkan pola umum acara: Episode pilot Anda bukan hanya harus memperkenalkan setiap hal, tetapi juga harus membuat acara yang bagus. Anda perlu memberi orang ide, apa yang akan mereka lihat setiap minggu. Arrested Development, yang dianggap memiliki salah satu pilot terbaik, melakukannya dengan sempurna—acara ini menyusun karakter, menunjukkan dunianya (para manajer pengelola investasi global (hedge fund) dan sosialita yang kaya dan korup), dan menunjukkan struktur plot yang lucu dan saling terkait, yang membuat acara tersebut menjadi terkenal.

Buatlah garis besat plot Anda menggunakan struktur babak (act) TV. Acara TV, terlepas dari orisinalitas dan keragamannya, memiliki stuktur yang cukup ketat. Karena sebagian besar TV memiliki iklan, jeda-jeda singkat ini adalah tempat yang tepat untuk mengakhiri setiap babak. Anggaplah babak sebagai kumpulan adegan yang menceritakan kisah kecil dari sebuah episode. Di antara setiap kumpulan iklan, terdapat perkembangan cerita, yang berakhir dengan momen, perubahan atau klimaks besar yang membuat penonton bersemangat untuk terus menonton setelah iklan selesai. Memahami “kerangka” ini akan membantu membentuk acara Anda dengan formula:

  • Pembukaan (Cold Open): Seperti yang biasanya terdapat pada komedi situasi, ini adalah adegan singkat selama 2-3 menit tepat sebelum judul pembuka. Ini bisa memengaruhi plot atau hanya lelucon atau adegan singkat. Dalam drama, ini sering kali berupa kejadian pemicu, seperti penemuan mayat di serial Law & Order.
  • Babak-babak: Acara berdurasi satu jam memiliki 5 babak, dan acara berdurasi setengah jam memiliki 3 babak. Anda perlu membuat setiap babak bersifat seakan berdiri sendiri: acara memiliki masalah pembuka, rangkaian kerumitan yang mencegah karakter untuk menyelesaikan masalah, klimaks dan resolusi.
    • Babak 1 memperkenalkan masalah, dan karakter-karakter mencoba memperbaikinya namun gagal.
    • Di Babak 2, karakter-karakter berada dalam kekacauan yang lebih besar, dikarenakan kegagalan mereka. Mereka berusaha lagi dan keadaan menjadi jauh lebih buruk daripada sebelumnya, atau masalah baru muncul karena masalah lama.
    • Di Babak 3, semuanya kembali normal, baik dengan karakter-karakter yang menerjang kembali ke bumi atau akhirnya dapat memperbaiki kekacauan yang mereka hadapi.
  • Akhir: Babak terakhir harus membawa penonton kembali. Untuk pilot, Anda harus menunjukkan kepada penonton alasan mereka harus kembali menonton minggu depan.
    • Pada acara drama, ini biasanya terjadi dengan adegan menggantung, atau janji akan petualangan minggu depan.
  • Pada acara komedi, episode hampir selalu berakhir di tempat awalnya. Karakter Anda tidak berubah banyak dan siap untuk kelakar minggu depan. Keadaan kembali seperti semula.
  • Tag: Ini adalah adegan kecil tepat sebelum atau sesudah credit. Biasanya, tujuannya untuk melanjutkan lelucon, menunjukkan sedikit resolusi, atau memberi petunjuk apa yang terjadi di episode berikutnya.

728px-Make-Your-Own-TV-Show-Step-8-Version-2

5. Tulis Naskah Acara TV.

Gunakanlah beberapa hari untuk menjauhkan diri Anda dari naskah dan bacalah kembali dengan pandangan yang baru. Naskah Anda harus serapi mungkin agar dapat menimbulkan kesan, karena terdapat ratusan naskah yang bersaing untuk mendapatkan perhatian. Beberapa hal yang perlu diperhatikan termasuk:

  • Ejaan, tata bahasa dan susunan. Kesalahan ketik pada halaman pertama adalah petunjuk bagi seseorang untuk membuang semuanya tanpa membacanya.
  • Laju. Setiap adegan harus memajukan plot. Jika tidak, acara secara otomatis akan terasa lambat. Adegan tidak seharusnya berawal di satu tempat dan tetap di sana sepanjang waktu. Karakter atau keadaan harus berubah setiap waktu, kalau tidak adegan terasa terlalu lambat.

  • Dialog. Apakah karakter-karakter Anda terdengar alami? Anda harus bisa menempatkan gambaran karakter di dalam pikiran pembaca Anda hanya dengan dialog, jadi setiap karakter harus berbicara dengan cara yang alami dan unik, bukan hanya cara mereka perlu berbicara di dalam adegan. Karakter itu penting, dan Anda menunjukkan karakter melalui perkataan

Perpendek naskah TV Anda sebisa mungkin. Buanglah eksposisi penjelasan adegan dan sifat karakter yang tidak perlu. Jika tidak penting terhadap plot, berarti perlu dibuang. Hal-hal lain, dari penampilan aktor sampai warna dinding, akan ditentukan oleh sutradara, bukan Anda. Naskah harus dapat dibaca seperti sebuah acara; berjalan cepat dan mengajak pembaca ke dalam cerita dan karakter. Lebih pendek selalu lebih baik karena itu berarti Anda membuang apa pun yang tidak mengagumkan atau penting.

  • Acara berdurasi satu jam harus berkisar antara 45-70 halaman.
  • Program berdurasi setengah jam biasanya berkisar antara 25-37 halaman.

ACARA SIAP UNTUK DIPRODUKSI

728px-Make-Your-Own-TV-Show-Step-9-Version-2

 

KAJIAN SAHABAT ENEMBE : Propektif Budidaya Ternak Babi

Program ekonomi Rakyat Papua : Budi Daya Ternak Babi di Papua

bb3

Beternak merupakan salah satu tradisi turun-temurun bagi suku-suku di pedalaman Papua dan pada umumnya di Indonesia. Di masa dulu dan masa kini, diharapkan usaha ternak tersebut mendongkrak ekonomi keluarga pada  kelas sosial jelata.

Perbedaan kualitas ternak dua periode tersebut tampak dalam nilai dan bisnis jual beli babi. Misalnya; nasehat orang tua ketika beternak di kandang trasional. Babi dipelihara di kandang ataupun dilepas ke lingkungan sekitarnya, serta pakan yang diberikan berupa ubi mentah dan kulit ubi, maupun jenis tumbuhan lunak tertentu, seperti beberapa jenis rumput-rumputan. Namun, kehebatan saat itu, terdapat ketika beternak babi dalam jumlah banyak atau dalam jumlah puluhan dan ratusan ekor. Hal ini dipandang sebagai harta pewaris atau pemiliknya digolongkan dalam kelompok bangsawan menurut sebutan adat di daerah pegunungan tengah Papua.

ACD Systems Digital Imaging
ACD Systems Digital Imaging

Bila kita bandingkan, peternakan tradisional berbeda sekali dengan peternakan zaman kini. Pemeliharaan ternak babi masa kini, yakni kandang harus bersih, pakan dan bibit unggul pun diperhitungkan sebagai faktor penentu keberhasilan peternak (subjek) dan peternakan (objek).

Perbedaan tersebut sering disampaikan pendamping Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), yaitu pada kualitas bibit, pakan bergizi, keberhasilan kandang atau kualiatas kandang, serta kebersihan ternak sendiri. Jika demikian, produksi ternak dimotivasi KSM, ketika monitoring usaha masyarakat di lapangan.

Apakah harapan demikian akan terwujud? Menurut Alumni Peternakan Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Simson Tekege, melalui wawancara bersama penulis di Jalan Baru, Nabire pada Selasa, 11 Agustus 2015 siang mengatakan, tingkat peternakan masyarakat lokal berbeda pada tingkat semi modern. Artinya, masyarakat beternak modern, namun masih terdapat hambatan kebiasaan beternak secara tradisional.

Usaha ternak dan peternakan bibit lokal di beberapa kelompok KSM berkisar hingga 15 juta rupiah per ekor. Dalam ternak kandang tersebut, beberapa ternak mendapat harga dari 6 juta sampai 10 juta rupiah. Sedikit kebanggaan adalah masih terdapat kemampuan hasil tersebut bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat binaan. Hasil tersebut bisa digunakan  untuk keperluan pengembangan beternak babi secara baik atau sesuai anjuran konsultan.

Penentuan Harga Babi dapat Mempengaruhi Kehidupan Masyarakat Pegunungan

Meski demikian, perlu diingat, semakin mahal ternak babi perekor, maka semakin susah pasaran yang baik. Penentuan harga dapat mempengaruhui pasar. Semakin mahal harga jual babi, semakin harga jual babi. Sehingga, semakin banyak ternak atau daging babi yang tidak akan laku di pasaran, mengutip prinsip pasar ekonomi.

Ketika penulis mewawancarai Marten Dogopia, peternak babi di Kabupaten Deiyai pada Rabu, 22 Juli 2015 di Bomou, Deiyai, beliau mengingatkan agar para pemeliharaan bibit babi beternak babi secara benar dengan memperhatikan faktor-faktor pada babi.

Menurut Marten, pihak pemerintah, dalam arti dinas terkait agar menugaskan dokter hewan yang ada pada dinas terkait untuk dapat mendeteksi ternak babi peliharaan oleh masyarakat.

Marten menilai, hal tersebut dilakukan agar ke depan bisa memanfaatkan babi-babi peliharaan ini. Ketika terjadi acara besar (Natal, dls), maka masyarakat dapat mengorbankan hasil ternaknya, supaya masyarakat juga dapat memegang kebisaan-kebiasaan yang diwariskan orang tua secara tradisi di tiap suku, lebih khusus pada suku Mee. Itulah pendayagunaan ternak babi.

Selain itu, bersama Marten Dogopia, Yeheskiel Doo, peternak babi di Kabupaten Deiyai, mengatakan, jika menjadi bangsawan ternak babi di zaman sekarang, peternak akan mampu menyekolahkan anaknya, kesehatan keluarga terjamin, dan keluhan ekonomi berkurang.

Yeshekiel juga mengingatkan bahwa bangsawan peternakan masa sekarang berbeda dengan zaman dulu. Jika ternak babi dipelihara secara baik dan benar sesuai perkembangan zaman. Sehingga, peternak siap menjadi kuat di tengah beragam suku dan budaya, serta beranekaragam kehidupan masyarakat di masa mendatang.

bb6

Kelebihan Babi Lokal

Babi merupakan salah satu ternak yang dipelihara dan menjadi kebiasaan terun temurun bagi suku-suku pedalaman/pegunungan Papua. Masyarakat berpandangan bahwa babi memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dalam keuangan maupun pengkonsumsian pada nilai babi. Sehingga, kehidupan masyarakat pegunungan cukup sangat terpenuhi.

Ketika terjadi sengketa sosial dalam perlindungan maupun pendayagunaan babi lokal, mereka (masyarakat pegunungan) biasa menjago-jagokan diri bahwa kamu ini miskin, kamu ini tidak pernah memilihara babi, dls. Sehingga, masyarakat yang hendak mau berekembang akan menanggapi hal ini dengan serius agar dia menjadi kaya dan mampu membatasi masalah dengan pendayagunaan babinya.

Kata bijak dari suku Mee mengatakan, “Ukaa motii kenetee,  Mapega motiikenetee.” Artinya, ketika orang mengatakan kamu tidak kaya karena tidak punya babi dan kebun, itu adalah sesuatu kekuatan yang engkau berani untuk memasang tali busur dan ikatan panah supaya kamu juga jago dan bisa menghadapi masalah.

Mengapa orang Mee mengatakan, “Akiki daba mee?” Mengapa? Karena babi menjadi kekuatan yang dapat menyelesaikan masalah-masalah pada masyarakat Mee. Contohnya; babi dijual dengan penjualan babi secara utuh / penjualan dengan pemotongan, maka hasil itu mereka gunakan untuk dapat menyelesaikan masalah penaruhan maskawin, denda pembunuhan, pembiayaan pendidikan sekolah dasar (SD) sampai dengan perguruan tinggi dan serta pasca sarjana.

Namun, itu sebelum ada babi-babi, selain babi lokal. Masyarakat non Papua telah mendatangkan babi berwarna merah, yang artinya membahayakan. Mengapa? Karena melihat kelebihan babi lokal yang tadinya dipelihara dengan jumlah nilai yang cukup tinggi, maka masyarakat non Papua akan menggunakan banyak startegis untuk tidak mendayagunakan babi lokal dengan pemeliharaannya.

Sehingga, masyarakat non Papua telah melakukan pemeliharaan dengan sepintas. Mereka akan menggunakan pemeliharaan singkat yang sangat meragukan bagi rakyat Papua. Tidak salah, mengapa? Karena Pemeliaraan babi  mereka hanya 7 bulan hingga 9 bulan. Ketika dibanding dengan babi lokal, pola pemiliharaan cukup beda, kenapa? Karena ketika babi modren itu dibeli, kulitnya cukup lembeh. Selain itu, kepuasaan dalam keluarga juga tidak menjamin. Hal ini disebabkan oleh pola pemberian pakan yang dicampuri dengan berbagai warna keracunan terhadap masyarakat Papua melalui babi. Untungnya saja, bahwa alam Papua sangat kuat untuk memagari orang Papua.

Penulis sendiri pernah mengkomsumsi babi modren dan babi lokal. Dengan cara yang berbeda, babi tersebut penulis konsumsi dengan rasa masing-masing  babi tersebut. Yang membedakan saya adalah babi modren, mengapa? Karena babi lokal sudah mendasari perut saya. Hal ini memotivasi saya untuk memberikan sumbangan pikiran kepada bapak, kakak, mama untuk mengangkat kebiasaan kita yang menjadi tulang danging bagi masyarakat pedalaman / pegunungan Papua melalui tulisan ini. Pesan penulis, kandangkanlah babi pada kandangnya, supaya jangan terjadi pembunuhan babi antara masyarakat A dan B (sesama Papua). Melalui kandang atau memagari kandang babi harus dipelihara supaya tidak terjadi permusuhan. Sehingga, tidak menjadi pemusnahan babi lokal ketika kita sadari pembahasan ini.

Beternak babi merupakan salah satu usaha yang dikelola oleh sebagian penduduk di Indonesia. Hal ini dikarenakan dapat memberikan keuntungan yang besar jika dikelolah dengan baik termasuk kotorannya yang dapat dijadikan sebagai pupuk dan sumber bahan bakar yang menjanjikan. Dalam beberapa kepercayaan agama abrahamik, babi tidak boleh untuk disentuh (najis) dan dianggap haram untuk dimakan.

Babi sendiri sebenarnya telah diternak dan dikonsumsi selama ribuan tahun oleh orang Eropa dan orang Asia kebanyakan. Babi adalah makanan yang umum di nusantara sebelum masuknya agama Islam dari Timur Tengah. Beberapa suku bangsa di Indonesia yang masih menjalankan tradisi aslinya selain suku Tionghoa-Indonesia masih mengonsumsi babi sebagai makanan keseharian, seperti suku Bali, Toraja, Papua, Batak, Manado, dll. Dalam masyarakat Jawa, babi disebut celeng dan juga merupakan hewan ternak yang umum sebelum menyebarnya agama Islam yang mengharamkan babi di nusantara.

DSC06425-640x320

Tipe dan bangsa-bangsa babi terbentuk sebagai akibat dari tiga sebab : 1) Oleh permintaan para konsumen; 2) oleh sifat bahan-bahan makanan yang tersedia, dan 3) oleh cara beternak moderen atau pun tradisional yang dilakukan oleh peternak. Keberhasilan di dalam usaha ternak babi sangant tergantung kepada pemeliharaan induk dan pejantan yang memiliki sifat-sifat baik. Oleh karena itu para peternak yang maju, tentu saja akan selalu mengadakan seleksi terhadap ternaknya. Seleksi berarti memilih hewan ternak yang bernilai tinggi, yakni memilih babi-babi yang menguntungkan.dengan tujuan utama untuk menghasilkan daging babi yang berkualitas baik atau tinnggi. Tergantung dari lamanya dipiara, babi yang dibesarkan digolongkan menjadi tipe lemak dan tipe bekon.

Pemilihan babi yang berkualitas baik tergantung dari kejelihan kita dalam pengamatan tentang bibit. Dengan mengamati saja tidak cukup, dan harus melihat catatan, untuk mengetahui jenis babi baik atau jelek, babi tipe apa dan sebagainya perlu diadakan penilaian agar kita bisa memilih ternak babi sesuai dengan apa yang kita tuju. Memilih ternak dengan tujuan tertentu, maka diperlukam informasi data tentang ternak tersebut secara lengkap, antara lain : recording tentang kapasitas produksi ( umur, pertambahan berat, produksi daging, lemak dan sebagainya).

Babi adalah omnivora, yang berarti mereka mengonsumsi baik daging maupun tumbuh-tumbuhan. Selain itu, babi adalah salah satu mamalia yang paling cerdas, dan dilaporkan lebih pintar dan mudah dipelihara dibandingkan dengan anjing dan kucing. Babi hutan (Sus scrofa) atau celeng adalah nenek moyang babi liar yang menurunkan babi ternak (Sus domesticus). Daerah penyebaran adalah di hutan-hutan Eropa Tengah, Mediterania (termasuk Pegunungan Atlas di Afrika Tengah) dan sebagian besar Asia hingga paling Selatan di Indonesia. Ia termasuk familia Suidae yang mencakup warthog dan bushpig di Afrika, pygmy hog di utara India, dan babirusa di Indonesia. Berat babi hutan dapat mencapai 200 kg (400 pound) untuk jantan dewasa, serta panjangnya dapat mencapai 1,8 m (6 kaki). Jika terkejut atau tersudut, mereka dapat menjadi agresif – terutama bila betina dewasa sedang melindungi anaknya – dan jika diserang akan mempertahankan dirinya dengan taringnya (Anonim,2011).

Babi liar (babi hutan) mungil, Aili (batak), Jani (dayak), Babui (kayan), Dahak (Kapuas) spesis ini belum dijinakkan, diburu sebagai sumber daging tergolong besar tinggi 1m panjang 1m dan berat dewasa bisa 150 kg, makanannya tumbuhan biji-bijian, buah-buahan, rumput-rumputan, serangga, hewan melata dan liar.

Jenis -jenis babi, antara lain : babi Jawa, babi Sumatra, babi Bali ini adalah babi Lokal, dengan ciri-ciri seperti berikut :

  1. Ciri -ciri Babi Jawa, sebagai berikut : 1) Warna : putih, hitam, berbulu lebar; 2) Bentuk Badan : tubuh pendek agak gemuk, punggung agak cekung, badan dan moncongnya panjang, ambing baik dengan paling sedikit 6 pasang puting susu, simetris dan terletak secara baik, khusus untuk Tangerang pada leher sebelah kiri dan kanan ada Tassle (daging menggantung).
  2. Ciri -ciri Babi Bali, sebagai berikut : 1) Warna : belang hitam putih; 2) Bentuk Badan : berbadan kecil, kaki pendek, punggung melengkung ke bawah sehingga bagian perutnya hampir menyentuh tanah, kulitnya pada babi dewasa berlipat-lipat, ambing baik dengan paling sedikit 6 pasang puting susu, simetris dan terletak secara baik (Hartati,2011).

Ada beberapa jenis bibit babi antara lain : Berksive, Chester White, Tamworth, Yorkshire, Sadleback, Hampshire, babi Celeng dll. Tipe babi :

  1. Tipe lemak (lard type), memiliki ciri-ciri: Ukuran tubuh berlebihan, lebar dan dalam. Cepat atau mudah menjadi gemuk, kemampuan dalam pembentukan lemak cukup tinggi, Ukuran kaki pendek. Contoh : bangsa-bangsa babi Indonesia cenderung ke arah tipe lemak.
  2. Tipe daging (Meat type=pork type), memiliki ciri-ciri:
    Ukuran tubuh panjang, dalam, halus. Bagian sisi tubuh panjang, dalam halus. Punggung berbentuk busur, kuat dan lebar. Susunan badan padat, lemak sedikit Kepala dan leher ringan, halus. Ukuran kaki panjang sedang, tumit pendek kuat. Ham berkembang cukup bagus dan dalam
    Kelompok babi ini banyak diternakkan di AS Contoh: Hampshire, Polan China, Spotted Poland China, Berkshire, Chester White, Duroc.
  3. Tipe dwiguna (bacon type). Termasuk kelompok babi type sedang ialah yang memiliki tanda-tanda sebagai berikut: Ukuran tubuh panjang dan dalamnya tubuh sedang dan halus. Ukuran lebar tubuh sedang, timbunan lemak sedang, halus. Kelompok babi tipe bacon banyak diternakkan di Inggris, Belanda, Kanada dan Polandia. Contoh : Yorkshire, Landrace, Tamworth
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan tipe babi: PemasaranTujuan peternak; Bangsa atau strain; Makanan; Saat pemotongan. (Saulandsinaga, 2010).
  4. PEMBAHASAN
    Babi adalah sejenis hewan ungulata yang bermoncong panjang dan berhidung lemper dan merupakan hewan yang aslinya berasal dari Eurasia. Kadang juga dirujuk sebagai khinzir dalam bahasa Arab (Anonim, 2011).

Tipe babi
Pada babi terdapat 3 tipe yaitu :
1. The old fashioned or extrem lard type, tipe yang banyak lemaknya
2. The intermediate or meat type, yaitu tipe seimbang antara daging dan lemak
3. The bacon type, yaitu tipe daging

The old fashioned or extremlard type
Ukuran panjang mulai dari kecil sampai dengan sedang,berbadan gemuk dan berkaki pendek dan kecil. Babi ini sudah tidak lagi disukai karena banyak lemak . karena di Inggris pada waktu dulu membuat minyak lemak tetpi sekarang tidak dan tidak disukai karena kebanyakan orang disana tidak mempunyai lemari es. Babi jenis ini masih sedikit di Inggris.

The intermediate or meat type
Babi jenis ini tumbuh dengan cepat dan berat badan cukup bila dipotong bagus. Karena proporsi antara daging dan lemak seimbang. Bagi para peternak, memelihara jenis babi ini sangat bagus karena mempunyai pertumbuhan yang cepat, mudah dipelihara dan pertumbuhannya merata. Kaki sedikit lebih panjang dibanding dengan lard type dengan panjang badan cukup dengan perkembangan ham yamg baik.
Bentuk badan bagus dari depan tampak kecil dan kebelakang makin membesar. Bagian depan kecil tidak menurunkan harga sebab bagian depan harganya murah bila dibandingkan dengan bagian belakang (hamnya) yang paling mahal.

The bacon type
Yang penting pada tipe ini panjang badan dan bentuk halus (merata)., bila dilihat dari depan ramping, sedang pada tipe lemak (lard type) dilihat dari depan tampak menggembung (gemuk). Ham besar dan lemak cukup saja, lemak pada ham tidak disukai.

Di inggris dan Eropa lainnya ada penilaian terhadap babi dengan melihat kondisi. Kriteria terbagi 5 kelas yaitu kurus, agak sedang, sedang, agak gemuk dan gemuk, dan yang terbagus adalah pada kreteria sedang karena pada penjualan diutamakan panjang badan dan lemak cukup, bukan dengan banyak lemak.

Penilaian babi
1. Berat (weight)
Untuk menimbang babi harus diketahui umur babi yang akan ditimbang. Disukai babi yang berat 200-225 pound dengan ADG (Average Daily Gain) 1 ¼ pounmulai dari lahir.

  1. Bentuk (form)
    Dikehendaki bentuk badan yang panjang karena dengan bentuk badan yang panjang karena dengan bentuk yang panjang ham, loin dan bacon mempunyai bentuk bagus. Kebanyakan orang keliru memilih babi, karena yang dipilih shoulder besar dan ham kecil.
  2. Kondisi (conditio)
    Lemak harus pas. Kencang terutam pada bagian ham. Kalau dilihat dari depan tampak besar padat bukan gemuk dan bila dipegang pada bagian ham dengan tangan cukup.
  3. Kualitas (quality)
    Babi sehat, bulu halus dan rebah, kulit halus, proporsi seimbang karena diduga secara eksterior bahwa babi yang berkualitas baik mempunyai daging yang baik pula, demikian pula sebaliknya.
  4. Kepala dan leher (head and neck)
    Kepala dan leher harus kecil, karena kepala berat tidak banyak dagingnya.
  5. Bagian depan (forequarters)
    Ramping dan kompak (harmonis/serasi)kaki mengangkang lebar
  6. Badan (body)

Paling penting untuk pembeli karena kebanyakan daging terdapat pada daerah ini. Badan harus tebal, panjang, juat (kencang) dan bagian bawah perut lurus.

  1. Bagian belakang (hindquarters)

Ham, Rump merupakan bagian yang termahal dari keseluruhan daging babi, daging harus lunak dan tidak banyak lemak (Soenarjo. 1988).

Babi piara ada 312 varietas dan 87 varietas yang resmi kini dikenal dengan babi unggul, merupakan hasil seleksi dan persilangan beberapa bangsa babi sehingga dihasilkan bangsa baru kemudian menyebar keseluruh dunia misalnya 60% babi potong komersial didunia adalah Yorkshire (large White).

  1. Yorkshire
    Termasuk tipe bacon (dwiguna) berasal dari Inggris, dikenal dengan large white babi ini berwarna putih dengan muka oval, telinga tegak termasuk type keibuhan karena litter sizenya banyak dan keibuannya bagus, persentase karkasnya tinggi, berat jantan 320-455 kg, induk.
  2. Landrace
    Berasal dari Denmark, termasuk babi bacon berkualitas tinggi.
    Ciri-ciri yang dimiliki antara lain: Tubuh panjang, besar (lebar) dan dalam. Warna putih dengan bulu yang halus. Kepala kecil agak panjang, dengan telinga terkulai. Leher panjang, Punggung membentuk seperti busur, panjang dan lebar, Bahu rata, halus, Kaki letaknya baik dan kuat, dengan paha yang bulat dan tumit yang kuat pula, Putting susu 6-7 buah, Berat jantan dewasa 320-410 betina 250-340 kg.
  3. Duroc

Berasal dari Amerika Serikat . Ciri-ciri yang dimiliki antara lain:
a. Tubuh panjang, besar.
b. Warna merah yang bervareasi mulai dari merah muda sampai merah tua.
c. Punggung berbentuk busur yang dimulai dari leher sampai ekor dengan titik tertinggi di tengah.
d. Kepala sedang dengan telinga terkulai kedepan dan mukanya agak cekung.
e. Produsi susu cukup baik dan banyak anak.

  1. Hampshire dan Saddlebac

Adalah salah satu babi termuda yang cepat menjadi populer. Asal atau bentuk di Kentucky (AS). Ciri-ciri yang dimiliki: Warna hitam dengan warna putih berbentuk pita yang lebar mengelilingi. Bahu sampai kedua kaki depan. Warna putih ini besarnya sangat bervareasi ada yang sempit dan ada yang lebar. Punggung membentuk busur, kuat. Kepala halus dengan rahang yang ramping dan telinga tegak. Letak bahu baik dan halus. Tubuh halus, kuatØ. Induk banyak aktif.

  1. Babi Lokal:
    a) Babi Batak:
    Tinggi pundak 54-51 cm, panjang 71-95 cm.
    Telinga tengah warna rata-rata hitam walaupun ada warna bercak-bercak putih. Bulu pada bagian bahu dan leher agak tebal.
    Rata-rata putting susu 10.
  2. b) Babi Bali:
    Warna hitam dan bulu agak kasar.
    Punggung melengkung kebawah, tidak sampai ketanah, cungurnya relative pendek.
    Telinga tegak tinggi,
    Pundak 48-54 cm, Panjang tubuh 94 cm.
    Puting susu 12-14 buah dengan jumlah anak perkelahiran 12 ekor.
  3. c) Babi Tana Toraja
    Babi kecil (minipig)
    Tinggi pundak 45 cm, panjang 71 cmü
    Warna hitam putih dan ada yang hitam semua.
    (Saulandsinaga, 2010).

Praktikum penilaian ternak babi, yang dinilai adalah babi Yorkshire sow. Hasil praktikum kelompok 3 sore menujukan bahwa Babi yang paling baik adalah babi C, kedua babi A ketiga babi B keempat babi D dengan nilai babi C : 60,35, babi A: 60,11, babi B: 59,18 dan babi D: 55,01. Hasil dari kelompok 3 sore kurang tepat karena urutan babi yang terbaik seharusnya babi A,B,C dan D. Hasil kurang tepat dikarenakan saat praktikum babi yang diamati tidak mau berdiiri dan penilainya berdesak-desaakan akibatnya penilaianya kurang tepat.
Ciri babi Yorkshire : berwarna putih, kadang-kadang terdapat bercak-bercak dengan pigmen warna hitam, telinga tegak, badannya panjang dan dalam. Yorkshire beranak banyak, efisiensi penggunaan pakan tinggi, pertumbuhan cepat dengan pertambahan berat badan 1,01 kg. Menghasilkan karkas yang panjang (31,5 inchi). Pemilihan bibit yang baik yaitu melalui tanda-tanda babi yang sehat : Babi kelihatan lincah (gesit), nafsu makan baik, kotoran tidak terlalu encer atau keras dan pertumbuhan bagus. Ciri-ciri induk yang bagus : 1) sehat, tidak cacat dan dapat berfungsi dengan baik, mempunyai jumlah puting susu minimal 8 pasang, 8 di kiri dan 8 di kanan yang letaknya symetris berjarak sama, tidak mempunyai puting susu yaang buntu. 2) mempunyai proporsi tubuh yang baik, panjang tubuhnya sedang, otot yang baik didaerah pinggul dan bahu,3) kaki kuat lurus, bisa berdiri tegak, tumit kuat, ekor melingkar,4) Pertumbuhan cepat dan menghasilkan anak yang lahir banyak, minimal 8 ekor dan berat lahir minimal 1,1 kg (Anonim,2011).
Keberhasilan di dalam usaha ternak babi adalah juga sangant tergantung kepada pemeliharaan induk dan pejantan yang memiliki sifat-sifat baik. Oleh karena itu para peternak yang maju, tentu saja akan selalu mengadakan seleksi terhadap ternaknya. Seleksi berarti memilih hewan ternak yang bernilai tinggi, yakni memilih babi-babi yang menguntungkan. Dengan seleksi itu diharapkan ada perbaikan karakter ekonomi tertentu, terutama mengenai :

  1. Pertumbuhan : Cepat
    b. Daya Tahan : Kuat
    c. Produksi : Cukup Baik

Di dalam suatu usaha untuk memajukan dan mengembangkan ternak babi, para peternak bukanlah sekedar memperbanyak atau mengembangbiakkan ternaknya, melainkan sekaligus memuliakan ternak (mengupgrade). Di sini pada semua babi induk dan ejantan yang hendak dikawinkan harus dilakukan seleksi terlebih dahulu. Dengan demikian perkawinan bukan terjadi secara kebetulan atau liar, melainkan diatur dan terarah.

Pelaksanaan Seleksi
Untuk memilih babi-babi dewasa yang hendak dijadikan bibit, bias dilakukan dengan berbagai cara, yakni atas dasar :
1. Pemilihan individu.
2. Pemilihan atas hasi produksi.
3. Pemilihan berdasarkan silsilah.
1. Pemilihan individu

Pemilihan individu ini terutama berpangkal pada:
a) Kesehatan
Babi yang hendak dijadikan bibit harus betul-betul kuat dan sehat. Tanda-tanda babi yang sehat
§ Nafsu makan baik, normal.
§ Pertumbuhan baik, cepat menjadi besar.
§ Lincah, gesit. – Kotoran tan terlalu keras atau encer.
§ Air kencing keluar terputus-putus(pejantan).
§ Ekor melingkar

  1. b) Kesuburan dan sifat keibuan
    Babi induk yang subur Induk yang subur ialah induk yang pada setiap kali birahi mampu memproduksi ata mengovulasikan sel telur dalam jumlah besar, 14 – 18 buah. Dan sejumlah besar di antaranya bias ditunasi, sehingga pada saat induk itu melahirkan jumlah anaknya pun cukup banyak. Dan induk yang subur ini pada umumnya memiliki intensitas beranak yang cukup baik, minimal dua kali beranak dalam waktu 1 tahun.
  • Sifat keibuan Adalah induk-induk yang pandai merawat anak-anaknya da produksi air susu pun banyak, sehingga mereka selalu siap menyusui anaknya dengan rajin. Hal ini sama sekali berbeda dengan induk-induk yang memiliki sifat buas, mereka pasti akan selalu memusuhi anak-anaknya dan bahkan kurang mengerti terhadap anak-anaknya yang tertindih. Jadi induk-induk yang baik bukan saja mereka yang bias menghasilkan anak banyak, melainkan juga induk-induk yang mampu memproduksi air susu yang cukup tinggi dan bias merawat anak-anaknya dengan baik. Sebab induk yang produksi susunya sedikit, anak-anaknya pasti banyak yang mati kelaparan. Demikian pula bagi induk yang tak memiliki sifat keibuan, maka anak-anak asuhannya pun pasti akan banyak yang mati akibat tertindih atau terlantar. Demikian kedua faktor ini betul-betul sangat penting di dalam seleksi. Walaupun jumlah anak yang dilahirkan itu bias dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur induk, kondisi induk waktu kawin serta pejantan yang dipakai, namun setiap individu secara alamiah memiliki tingkat kesuburan dan sifat keibuan yang berbeda-beda.
  1. c) Pemilihan atas hasil produksi
    Seleksi yang didasarkan atas hasil produksi ini sangat erat hubungannya dengan kesuburan dan sifat eibuan induk. Sebab pemilihan bibit ini ditujukan terhadap hasil produksi keturunan. Adapun hasil keturunan yang dimaksud antara lain ialah :
    Jumlah dan berat anak pada setiap kelahiran hendaknya merata, tidak ada ynag terlalu kecil ataupun terlalu besar. Sedangkan berat anak babi waktu lahir yang akan dijadikan bibit rata-rata 1,5 kg dengan jumlah anak yang dilahirkan rata-rata 12-14 ekor. Angka kematian sampai pada penyapihan rendah. Jumlah anak yang bias dipelihara sampai umur 3 minggu : 10-12 ekor, sedangkan sampai dengan disapih pada umru 6-8 minggu : 9-5 ekor. Pertumbuhan berat badan cukup bagus, Misalnya : 1. Umur 3 minggu mencapai berat 6 kg 2. Umur 6 minggu: 13 kg. 3. Umur 8-10 bulan mencapai 100 kg (dipotong). Persentase kerkas tinggi : 70-75%. Lebih jelasnya perhatikan diagram berikut :
  2. Pemilihan berdasarkan silsilah
    Babi-babi yang hendak dipakai sebagai bibit harus diketahui jenis atau bangsa serta tipenya. Pemilihan terhadap suatu bangsa babi atau strain yang hendak diternakkan tentu saja tergantung pada kesenangan peternak dan lingkungan di mana bangsa tersebut sudah banyak diternakkan. Dan selanjutnya untuk mengetahui bangsa babi tersebut termasuk tipe pedaging atau spek, bias diamati pada bentuk luarnya.

Keberlangsungan hidup masyarakat Papua tak lepas dari keberadaan babi. Babi menjadi salah satu hewan yang dipandang penting bagi kehidupan masyarakat Papua dalam berbagai aspek. Bukan hanya sebagai hewan ternak yang kemudian dimanfaatkan dagingnya sebagai santapan. Bukan hanya dijadikan hewan ternak yang membantu ekonomi keluarga.

Di atas itu semua, babi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Papua, terutama dalam hal misitis, babi dianggap sebagai hewan yang sakral dan sering dilibatkan dalam berbagai upacara adat. Selain aspek ekonomi dan kepercayaan, masih banyak aspek-aspek dalam kehidupan masyarakat Papua lain yang bersinggungan dengan babi.

Tulisan ini akan membahas secara singkat peran babi dalam kehidupan masyarakat Papua di pedalaman dan di perkotaan.

Pembahasan

Babi bagi Masyarakat Pedalaman

Sejak dahulu, keberadaan babi memang sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat Papua. Pada mulanya babi dibawa oleh pendatang-pendatang dari Eropa pada abad-abad kolonialisme. Bahkan di beberapa daerah, babi menjadi satu-satunya hewan ternak yang dapat hidup karena Papua merupakan sebuah wilayah yang secara geografis merupakan pegunungan dan lembah-lembah yang menyebabkan babi dapat berkembang biak dengan baik.

Di beberapa daerah pedalaman di Papua, babi masih dianggap sebagai hewan sakral yang dagingnya tidak boleh dimakan secara cuma-cuma dan tanpa alasan atau hanya sebagai pengenyang perut semata. Babi hanya dikonsumsi ketika ada sebuah upacara-upacara tertentu, misalnya Pesta Babi atau Upacara Bakar Batu.Memotong dan memakan babi hanya dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa penting seperti pembakaran mayat, perkawinan dan ritus inisiasi.

Berkenaan dengan pentingnya peran babi dalam kehidupan adat di Papua, banyak penduduk di Papua, terutama yang tinggal di daerah pegunungan yang mendiami lembah bermata pencaharian sebagai peternak babi. Memelihara babi merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat di Papua pedalaman atau oleh orang-orang asli Papua. Beternak babi kemudian menjadi salah satu mata pencaharian yang cukup digemari oleh masyarakat Papua. Memang jarang ada orang Papua yang beternak babi hanya untuk dimanfaatkan dagingnya.

Hal ini terlihat dari pengaturan rumah Honai yang merupakan rumah adat orang Papua yang memiliki atap berbentuk bulat kerucut dari jerami. Menilik dari adanya rumah Honai, terlihat bahwa babi memiliki kedudukan yang penting bagi masyarakat Papua dan bahwa beternak babi menjadi mata pencaharian yang hampir utama. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu bangunan untuk laki-laki (Honai), bangunan untuk perempuan (Ebei), dan satu tipe khusus untuk kandang babi (Wamai). Kandang babi menjadi hal yang penting pada rumah Honai, karena babi merupakan hewan ternak yang kerap menjadi peliharaaan masyarakat Papua pedalaman hingga sekarang.

Sejak zaman dahulu, babi dianggap sebagai status simbol bagi si pemilik babi di masyarakat. Semakin banyak babi yang dimiliki seseorang atau sebuah kampung, semakin tinggi pula statusnya, semakin banyak yang dapat dihadiahkannya dan semakin besar pula pesta diselenggarakannya. Misalnya bagi masyarakat Dani, dari sudut pandang sosial, babi itu sangat penting. Jumlah babi yang dimiliki seseorang, ikut menentukan bagaimana dia dipandang oleh orang lain.

Karena babi dianggap sebagai status simbol, maka masyarakat Papua kerap kali menjadikan babi sebagai alat tukar sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah babi yang dimiliki dan mendongkrak status sosial. Misalnya, dalam masyarakat Dani, babi dipakai sebagai alat tukar jasa, prestasi, dan utang. Hingga kini pun babi masih tetap digunakan sebagai mas kawin yang diberikan kepada mempelai wanita menjelang pernikahan. Bahkan biasanya babi digunakan sebagai alat ukur wanita.

Kornelis K.A dalam tulisannya yang berjudul Hukum Adat Mendominasi Hukum Positif di Papua menuturkan bahwa dalam hukum adat di Papua pun, masyarakat kerap menjadikan babi sebagai alat pembayaran denda atau ganti rugi. Hal ini tentu saja menunjukkan betapa babi memang dianggap sebagia hal yang penting di samping uang. Sedikit mengenai hukum adat Papua, masyarakat Papua kebanykan lebih suka menyelesaikan sebuah perkara secara hukum adat ketimbang secara hukum positif (perdata dan pidana).

Dalam dunia seni, babi juga digunakan sebagai pewarna hitam pada kerajinan yang dibuat oleh para wanita dan pria Arfak. Beberapa perhiasan seperti gelang, anyaman tas dan busana bagi wanita dan pria memang memliki warna dominan yaitu, putih, hitam, merah, dan kuning. Warna hitam biasanya memang didapatkan dari asap lemak babi dan damar. Untuk itulah babi menjadi penting bagi dunia kerajinan atau seni bagi masyarakat Papua pula.

A.E. Dumatubun dalam tulisannya, Kebudayaan, Kesehatan Orang Papua dalam Perspektif Antropologi, juga menyebutkan bahwa di dalam dunia medis secara tradisional, babi juga digunakan sebagai obat. Taring babi sering digunakan sebagai alat mengingsisi luka dalam prinsip pola penghisapan farah di daerah sepanjang sungai Tor, daerah Sarmi, Marind-anim, Kimaam, dan Asmat.

Salah satu peran babi yang sangat signifikan bagi masyarakat Papua adalah dalam aspek kepercayaan. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, masyarakat Papua menganggap babi sebagai hewan yang sakral. Bahkan ada pula kepercayaan bahwa babi merupakan perwujudan dari arwah roh suci (kapes fane) yang biasanya merasuki tubuh wanita.[4] Selain itu, babi juga memiliki peran yang sangat penting dalam upacara adat. Ada sebuah tradisi yang disebut Pesta Babi. Tradisi ini memperbolehkan masyarakat untuk memakan babi secara besar-besaran dan dalam jangka waktu cukup panjang, yaitu satu minggu. Ada pula Upacara Bakar Batu yang kemudian melibatkan babi sebagai bahan makanan yang dipotong, dibakar, dan disantap bersama oleh semua anggota. Itulah, babi sering digunakan sebagai santapan hanya ketika upacara atau inisiasi tertentu yang dianggap sakral. Selain dalam peristiwa-peristiwa tersebut, babi sangat jarang dikonsumsi dagingnya.

Babi bagi Masyarakat Perkotaan

Berlaku hal yang kontradiktif dengan masyarakat Papua pedalaman, bagi masyarakat perkotaan, babi bukan merupakan hewan yang dianggap penting. Babi sangat jarang ditemui di daerah perkotaan Papua. Mereka lebih suka memelihara anjing ketimbang babi karena pemeliharaannya lebih mudah dan bersih. Selain itu, bagi masyarakat kota, babi tak lagi memiliki status sebagai hewan yang sakral sehingga patut dipelihara. Tak adanya pandangan bahwa babi merupakan hewan sakral, orang kota tak ragu untuk memakan daging babi dan memelihara babi untuk sekadar untuk kepentingan ekonomi.

Yang menjadi salah satu faktor pemicu juga adalah kehidupan beragama yang kental di perkotaan. Orang-orang di desa cenderung masih menganut paham animisme, berbeda dengan orang kota yang sudah banyak yang beragama. Seperti yang kita ketahui, dalam agama tertentu, babi justru menjadi hewan yang wajib untuk dihindari. Meskipun demikian, memang tak dapat disangkal bahwa beberapa masyarakat yang beragama pun terkadang masih mengikuti upacara yang melibatkan pemakanan babi.

Kesimpulan

Pandangan yang berbeda antara masyarakat pedalaman dan perkotaan mengenai arti babi bagi kehidupan mereka menyebabkan adanya perlakuan yang berbeda pula antara dua masyarakat tersebut. Bagi masyarakat pedalaman, babi dianggap sebagai hewan sakral yang bernilai sangat tinggi bagi kehidupan bermasyarakat. Berbeda dengan masyarakat kota yang tidak lagi memandang babi sebagai hewan istimewa, sehingga tak ada perlakuan dan anggapan khusus terhadap babi.

Adapun perbandingan sifat-sifat terpenting kedua tipe tersebut ialah :

  1. KESIMPULAN

Pemerintah perlu memberikan bantuan indukan babi super dan sehat kepada Kepala keluarga yang miskin di 7 Wilayah Adat di Papua dan yang tidak mempunyai pekerjaan di Papua. Tiap KK diberikan 2 pasang Indukan.

Bantuan Indukan Babi ini juga harus disertai dengan biaya untuk pembuatan kandang dan biaya pakan. Tenaga pendamping dari Dinas Pertanian/Peternakan juga harus secara aktif memantau kesehatan  Indukan babi yang diberikan ini.

Program-program nyata seperti ini akan lebih terasa dan lebih nyata dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat.

Agar, program ini bisa berjalan secara berkelanjutan, perlu ditugaskan badan khusus untuk menyelenggarkan program ini, yang dalam hal ini dibawah Kendali Kantor Staf Khusus Presiden RI.

sistem bantuan ini bersifat bagi hasil, yaitu 70 : 30, dengan penjelasan setiap anak babi yang dilahirkan nantinya, adalah 70% jadi milik Masyarakat dan 30% lagi adalah milik dari Badan Pengelola Program ini.

Badan Pengelola, akan membagikan kembali kepada masyarakat, hasil dari yang diterima dari kerjasama ini.

Bagaimana bisa mewujudkan Program ini ? perlu upaya yang solid dari berbagai Organisasi yang ada dan yang pedulipada pembangunan Papua, untuk mengajukan Program ini ke Kementerian Pertanian RI dan Juga ke Presiden RI.