PAPUA NEWS MAGAZINE : Tanpa Papua Indonesia Bisa Apa?

papua4Apa yang terjadi pada mahasiswa Papua di Jogja beberapa waktu lalu hanyalah satu dari rentetan deskriminasi terhadap orang-orang Papua selama ini. Aksi damai mahasiswa papua yang mendukung Gerakan Pembebasan Papua (United Liberation Movement for West Papua (UWLMP) untuk menjadi anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) mendepat respon keras dari beberapa pihak. Yang mengakibatkan ditangkapnya beberapa Mahasiswa di Jogjakarta.

Nampaknya sejarah panjang pemberontakan Papua merubah mind-set banyak orang bahwa papua identik dengan anarkis, separatis, pemberontak. Sehingga setiap ada mobilisasi massa dikaitkan erat dengan akan timbulnya keresahan.

Sebuah ironi, mengingat selama ini Papua adalah korban dari intimidasi dan represi militer. Setidaknya 11 kasus pelanggaran HAM besar di Papua yang melibatkan militer dan Polisi tidak pernah terselesaikan, dan puluhan lainnya yang terlupakan.papua2

Bumi Papua sudah memberikan isi perutnya untuk Indonesia. Ironisnya dengan sumber kekayaan melimpah, Papua masih menduduki peringkat pertama dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Indonesia. Tidak perlu bertanya kemana kekayaan tersebut mengalir, kita sudah sama-sama tahu. Dari sinilah sumber konflik berkepanjangan itu berasal.

Terbongkarnya kasus “Papa minta saham”, semakin membuka mata kita bahwa Papua diperlakukan hanya sebagai sumber kekayaan yang bisa dikeruk demi kepentingan Jakarta, bahkan kepentingan kelompok atau pribadi. Papua tidak pernah dihargai lebih dari itu. Kanyataan ini tentu saja menyakiti orang Papua.

Sejak bergabungnya Papua ke Indonesia, pembangunan di Papua sama sekali tidak berjalan dengan baik. Hadirnya Freeport pun tidak memberikan dampak besar untuk kesejahteraan papua. Justru sebaliknya, menjadi sumbangan penderitaan untuk suku-suku disekitar kawasan tambang yang memicu konflik berkepanjangan.papua3

Hal ini diperparah dengan sikap TNI yang seharusnya melindungi rakyat, malah beralih menjadi centeng-centeng perusahaan asing dan membunuh rakyat sendiri demi uang. Belum lagi hancurnya lingkungan hutan karena limbah-limbah tambang yang mencemari.

Sejak awal pendirian Freeport bahkan sudah menimbulkan konflik di Papua. Freeport menandatangani Kontrak dengan pemerintah Indonesia untuk menambang di wilayah adat suku Amungme Timika pada 1967. Tanpa adanya kebijakan atau komitmen apapun untuk masyarakat lokal. Freeport justru mendirikan kawasan elite nan modern untuk staf mereka di area tersebut. sebuah pemandangan kontras dengan warga sekitar yang masih hidup sederhana dan memegang teguh tradisi nenek moyang.

Suku Amungme melakukan protes kepada Freeport menuntut kompensasi atas tanah mereka. Oleh pemerintah Indonesia Protes itu dianggap sebagai serangan keras terhadap Freeport. Puncaknya, pada tahun 1995, 37 warga suku amungme di bunuh oleh militer karena protes terhadap Freepot. Freeport sendiri telah mengakui bahwa mereka mambayar jasa militer Indonesia untuk mengamankan Perusahaan dari perlawanan masyarakat lokal.papua1

Kasus Suku Amungme hanya salah satu dari rangkaian kasus kekerasan yang terjadi di Papua yang tidak pernah tuntas. Kenyataan pahit yang harus diterima Papua selama turun-temurun inilah yang memicu lahirnya sebuah gerakan pemberontakan yang mendesak Indonesia segera melepaskan Papua.

Papua sudah memberi lebih banyak daripada menerima. Jika selama ini kelompok-kelompok kecil Papua melakukan aksi meminta keadilan, wajar saja. Yang tidak wajar justru sikap pemerintah yang terlalu resistant terhadap hak-hak masyarakat Papua.

Bicara soal Papua selalu Identik dengan Freeport. Hal ini masuk akal, karena selama ini Papua adalah lumbung padi Indonesia. Dalam 20 tahun (1992-2011) terakhir, pemasukan negara dari Freeport mencapai  15 Miliar Dollar AS. Dengan Freeport saja ekonomi Indonesia masih terseok-seok, Indonesia masih menumpuk hutang, tanpa Freeport kita mungkin tidak bisa apa-apa.

Beberapa target-terget devisa negara seperti perkebunan sangat fluktuatif, sedangkan Pariwisata masih jauh dari harapan. Freeport adalah tumpuan asa Indonesia untuk terus menyambung hidup. Tanpa Papua Indonesia bisa apa? *( papuannewsmagazine/2016 )

About admin

Check Also

gerbangps

GERBANGMAS HASRAT PAPUA : Fokus Pada peningkatan kualitas hidup Orang Asli Papua Di Tahun 2017

Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dalam pidato akhir tahun 2016 dan menyambut tahun 2017, menekankan …