Nota Kesepahaman Zona Integritas Kerukunan Terbit di Jayapura

zona-4Di Timur Indonesia, komitmen kebangsaan kembali lahir. Ya, tepatnya di Kabupaten Jayapura, Papua, nota kesepahaman Zona Integritas Kerukunan telah disepakati oleh perwakilan umat beragama. Harapan hidup rukun di tengah kemajemukan dan perbedaan pun tumbuh kembali.

Kehadiran Zona Integritas Kerukunan itu bak seperti Matahari pagi yang memberi kehidupan pada semesta setelah gelap lama menyelimuti. Kala minoritas ditindas, rumah ibadah dibakar, kafir-mengkafirkan, sesat-menyesatkan, dan konflik atas nama agama lainnya, kegelapan dan potret buram dalam beragama kembali tersinari.

zona-2Marilah kita ketahui terlebih dahulu empat butir komitmen yang tertuang di dalam nota kesepahaman Zona Integritas Kerukunan tersebut:

  1. Pencanangan Zona Integritas Kerukunan ini bertujuan untuk melindungi nilai-nilai agama, adat, dan budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Jayapura.
  2. Nilai-nilai kerukunan di antara masyarakat, antar kelompok masyarakat, dan antar masyarakat dan pemerintah adalah pengejawantahan dari Kebhinekaan Tunggal Ika yang mewujudkan dalam ‘menambai umbai’ yang berarti: ‘satu utuh, ceria berkarya meraih kejayaan’.
  3. Dalam pemahaman kerukunan seiring semangat ‘etik global’, termasuk di dalamnya pilar kedamaian yang dilandasi: kebenaran berdasarkan Kebenaran Tuhan, menghargai martabat setiap orang, keadilan dan penghormatan hak azasi manusia, kesungguhan dan keikhlasan hati, kasih antara manusia tanpa diskriminasi, kebebasan yang bertanggungjawab, dan doa yang tulus kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Seluruh masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Jayapura, dan penduduk lain yang datang ke wilayah Kabupaten Jayapura, wajib menghormati dan melaksanakan integritas kerukunan ini.zona-1

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani pada 28 Mei 2016 oleh perwakilan dari Agama Kristen Protestan, Islam, Katholik, Budha, Hindu, Tokoh Adat, Dewan Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, Gubernur Papua, Bupati Jayapura, dan Menteri Agama.

Tentu kita harus mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan oleh masyarakat Jayapura, dalam upaya mewujudkan tatanan masyarakat yang toleran, rukun, damai, dan harmonis. Terlebih bahwa Zona Integritas Kerukunan tersebut adalah untuk kali pertama ada di Indonesia.

Sebagai bagian dari umat beragama, kita sudah sepatutnya belajar kepada masyarakat Jayapura dalam hal mengelola keberagaman yang ada. Mereka termasuk masyarakat yang diberi petunjuk oleh Tuhan dan kemudian tercerahkan, serta menjadi bagian dari entitas yang sadar bahwa agama tidak pantas dijadikan dasar adanya konflik, pertikaian dan penindasan.

Kerukunan adalah buah dari kedewasaan kita dalam menyikapi kemajemukan. Terlebih bahwa agama mengajarkan kita untuk hidup berdampingan dan saling mengenal atas perbedaan yang ada. Pemeliharaan kerukunan umat beragama adalah tugas kita bersama. Berkaca dari apa yang dilakukan oleh masyarakat Jayapura, semoga di daerah lainnya di Indonesia dapat melakukan nota kesepahaman yang sama.*( leskolive/pm/2016 )

 

 

About admin

Check Also

Berkat Kepemimpinan Bapak Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua…Anak Papua berbagi cerita

Berkat Kepemimpinan Bapak Lukas Enembe. sebagai Gubernur Papua yang sangat peduli terhadap Pendidikan dan masa …