HASIL KAJIAN LESKO PAYMENT GATEWAY

KERANGKA ACUAN KERJA HASIL KAJIAN

HASIL KAJIAN :

KERANGKA ACUAN PEMBANGUNAN  SYSTEM TEKNOLOGI INFORMASI DAN LESKO  PAYMENT GATEWAY

DI PAPUA DAN PAPUA BARAT

  1. LATAR BELAKANG

Kesuksesan pemerintah dalam menyelenggarakan fungsinya di Papua dan Papua Barat sangat bergantung pada  keberhasilannya dalam Pelayananan Publik/Public Service Obligation terhadap masyarakat diberbagai pelosok. Fungsi pelayanan publik  memiliki nilai strategis karena memberikan kontribusi yang besar baik bagi pemerintah secara khusus maupun bagi masyarakat luas umumnya

Guna meningkatkan layanan publik dalam sektor keuangan di daerah,  untuk  transaksi pembayaran pendistribusian dana subsidi  yang diberikan secara tunai kepada masyarakat beresiko dalam berbagai aspek untuk proses nya. Program subsidi diberikan kepada masyarakat oleh  Pemerintah untuk  penyesuaian harga bahan pokok atau bahan kebutuhan masyarakat lainnya  di Papua dan Papua Barat. Kondisi geografis mempengaruhi harga bahan pokok di tingkat konsumen,  akibat biaya transportasi  tinggi,  meningkatkan harga jual kepada konsumen, sehingga dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat dan   kesejahteraan penduduk, maka dibuat program  untuk   membantu masyarakat memenuhi  penyediaan kebutuhan  hidup sehari hari dengan harga terjangkau.

Dalam mendukung program  subsidi keuangan dalam meudahkan  masyarakat mendapatkan dana subsidi Pemerintah bersama Lembaga Masyarakat   Adat menyediakan  solusi dalam mengurangi penggunaan uang tunai melalui program “cashless” dengan menggunakan kartu “I Love Papua”.

Dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan kartu sebagai alat bayar  dimasyarakat perlu dibangun infrastruktur teknologi informasi  dan payment gateway, untuk   memberikan manfaat dalam berbagai aspek  transaksi,  mendukung program Lembaga Masyarakat Adat dan Badan Usaha Milik Adat (BUMA) dalam penggunaan  kartu “I Love Papua”. Selanjutnya, mendukung program Pemerintah dalam penggunaan alat pembayaran berbasis kartu di Papua dan Papua Barat,  diperlukan sistem untuk  mempercepat dan memperluas cakupan jangkauan jaringan system transaksi yang berbasis kartu sehingga  dapat  di manfaatkan oleh masyarakat melalui BUMA sebagai penyedia   transaksi keuangan dan  alat bayar untuk kebutuhan masyarakat Papua dan Papua Barat dalam  kemudahan bertransaksi. Kartu “I Love Papua” akan di dikoneksi keseluruh Bank atau Lembaga Keuangan yang beroperasi di Papua dan Seluruh Indonesia.

Mengingat luasnya cakupan  Rencana  Pembangunan Teknologi Informasi dan Payment Gateway dibangun sistem  Teknologi Informasi dan Lesko Payment Gateway secara bertahap dan berkesinambungan terkoneksi diseluruh penjuru Papua dan Papua Barat

Pembangunan Teknologi Informasi dan Lesko Payment Gateway ( LPG ) dibangun dengan tahapan yang ideal, dan berhasil guna, perlu dikembangkan dan dilaksanakan secara bertahap dimulai rencana Pembangunan Teknologi Informasi dan Lesko Payment Gateway, sampai dengan tahapan pengembangan, sosialisasi, dan implementasi.

Salah satu tahap awal yang harus dilakukan untuk pembangunan sistem  teknologi informasi dan payment gateway,  membuat  rencana induk pembangunan teknologi informasi dan sistem  payment gateway sebagai  awal rencana pengembangan dan pembangunan. Langkah ini perlu dilakukan dalam  mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, baik perangkat keras, perangkat lunak, dan perangkat pendukung lainnya sehingga pada saat teknologi informasi diimplementasikan dimanfaatkan dan diterapkan, akhirnya akan mewujudkan penerapan dan pemanfaatan sistem teknologi informasi dan payment gateway secara tepat guna.

Sistem teknologi  “I Love Papua” menggunakan sistem smart card, semua data pemilik, program subsidi,   saldo  dana dan transaksi disimpan di dalam kartu dan server yang berada di sistem payment gateway.  Cara ini memberikan keunggulan kecepatan  dalam memproses transaksi dalam waktu yang singkat dibawah 1 detik. Penggunaan kartu   mengurangi dan memudahkan dalam proses pembukuan atas  transasksi terjadi sehingga pembayaran oleh masyarakat yang akan bertransaksi diupdate secara otomatis.

1.MAKSUD DAN TUJUAN PEKERJAAN

Maksud dan tujuan dari pembangunan sistem teknologi informasi dan payment gateway di Papua dan Papua Barat perancangan Business Kartu setiap produk pada setiap lini transaksi keuangan meliputi: infrastruktur termasuk jaringan, kebutuhan perangkat keras, kebutuhan perangkat lunak, kebutuhan sistem pembukuan sesuai standar pembukuan, SDM, training serta sosialisasinya. Rencana Induk Pembangunan System Teknologi Informasi dan  Payment Gateway tersebut diketahui ada 2 (dua) kegiatan IT dalam layanan transaksi keuangan

Pertama adalah Service Support dan yang kedua adalah Service Delivery. Sementara itu, Kondisi infrastruktur sistem teknologi informasi dan payment gateway umumnya terpusat di Jakarta sebagai basis distribusi seluruh komunikasi data, jika di Papua diintensifkan  akan  mengalami  keterbatasan kapasitas jaringan data mengingat fasilitas Hardware dan Software untuk  hub payment gateway switching  terbatas dan koneksi antar cabang menggunakan VSAT Satelit mahal jika tidak di carikan solusi  untuk virtual private network ke masing masing cabang di Papua dan Papua Barat.

Hasil Rencana Induk Pembangunan Sistem Teknologi Informasi dan Payment Gateway yang merupakan kerangka utama dalam pengembangan  Payment Gateway  yang selaras dengan Rencana Pengembangan Lembaga Masyarakat Adat dan Badan Usaha Milik Adat (BUMA)

III.       SASARAN

Sasaran utama pengembangan dan pembangunan  rencana induk pembangunan sistem teknologi informasi dan payment gateway antara lain adalah memberikan gambaran secara komprehensif rencana induk pembangunan sistem  teknologi informasi dan payment gateway, yang di dalamnya mencakup:

  • Kebijakan Rencana Pembangunan Teknologi Informasi dan Lesko Payment Gateway;
  • Business Process produk dan turunannya
  • Infrastruktur dan Rekomendasi Teknis dalam Pelaksanaan Pembangunan Teknologi Informasi dan Payment Gateway;
  • Pengembangan SDM yang diselaraskan Penerapan Sistem Teknologi Informasi dan Payment Gateway sebagai operator dan developer;
  • Jadwal dan Rencana Induk dalam rangka Penerapan Sistem Teknologi Informasi dan Payment Gateway

Penggunaan uang non-tunai (kartu I Love Papua) sedang di sosialisasikan terutama sebagai alat pembayaran subsidi bahan pokok kebutuhan masyarakat di Papua dan Papua Barat. Selanjutnya manfaat dari kartu I Love Papua dapat ditingkatkan manfaatnya untuk kebutuhan masyarakat umum secara umum untuk bertransaksi. Persyaratan utamanya adalah peningkatan kapasitas infrastruktur sistem teknologi informasi dan payment gateway agar dapat diakses oleh berbagai lembaga keuangan yang beroperasi di Papua dan Papua Barat.

Tujuan dari pengunaan kartu I Love Papua bagi masyarakat memberikan manfaat untuk membeli bahan pokok sesuai dengan daya beli dengan harga terjangkau dan mengurangi penggunaan tunai untuk beraloh kepada non tunai.

  1. RUANG LINGKUP PEKERJAAN

Ruang Lingkup pembuatan Rencana Induk Pembangunan Teknologi Informasi dan LMA Payment Gateway meliputi:

  • Melakukan Pembuatan Program Kerja Kartu I Love Papua dan survey lokasi dan ketersediaan energi listrik dan infrastruktur pendukung lainnya
  • Membuat desain dan rencana induk penerapan Teknologi Informasi dan LMA Payment Gateway yang diselaraskan dengan rencana induk pengembangan BUMA;
  • Membuat Blue Print Road Map penerapan Teknologi Informasi dan Lesko Payment Gateway serta Langkah-langkah  yang akan diambil oleh Implementor pelaksanaan pekerjaan yang telah disetujui oleh BUMA

Berikut ini adalah gambar skema Ruang Lingkup Pekerjaan tersebut:

bahan-shp-3

Dalam melaksanakan pembangunan sistem payment gateway dengan sasaran pembayaran non tunai dibutuhkan sistem yang menfasilitasi transaksi kartu pintar  yaitu :

  1. Tabungan atau Saldo Kas di kartu
  2. Pembayaran (payment)
  3. Pengisian ulang (top up)
  4. Pengecekan dana (rekonsiliasi)

Sistem payment gateway diperlukan untuk melakukan pencocokan data transaksi atau rekonsiliasi antara data mitra/merchant dengan data di sistem kartu pintar. Dengan berbagai macam jenis dan bentuk laporan membutuhkan sistem yang cukup canggih yang mampu mengenal seluruh jenis bentuk laporan. Dengan jumlah data transaksi besar membutuhkan sistem payment gateway yang mampu mengolah data yang jumlah transaksi meningkat  diproyeksikan mencapai 200% dalam tahun berikutnya.

  1. TAHAPAN PELAKSANAAN IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN

Rencana pembangunan sistem teknologi informasi dan  payment gateway dilaksanakan sebagai berikut

  1. Kebijakan pengembangan BUMA,  disesuaikan  dengan rencana induk pembangunan sistem teknologi informasi dan  payment gateway
  2. Rencana pembangunan berdasarkan  kebutuhan BUMA atau pengguna
  3. Detail kebutuhan anggaran untuk rencana induk pelaksanaan pembangunan sistem teknologi informasi dan payment gateway

Detil pelaksanaan pembangunan  sebagai berikut:

  1. Perancangan DED Dalam Pembangunan Sistem Payment Gateway
  2. Mempersiapkan IT Management, berdasarkan bentuk rancangan  dalam pelaksanaan pembangunan sistem TI dan Payment Gateway
  3. Membuat rancangan IT investment, IT portfolio management termasuk Content Management.
  4. Rancangan Business Process untuk pengelolaan Bisnis BUMA dalam mendukung program penyediaan kebutuhan sistem transaksi di masyarakat  yaitu:

3.a. Subsidi dan Pendistribusian kebutuhan pokok masyarakat

3.b. Transaksi pembayaran  di BUMA

3.c. Layanan kebutuhan masyarakat akan listrik, komunikasi dan lainnya

Business Process harus persyaratan dalam pelaksanaan operasional bisnis  di BUMA, untuk tiap produk turunan dari ketiga Bisnis tersebut.

Dalam  perancangan sistem IT dapat menjadi pendukung kegiatan bisnis di program kartu I Love Papua untuk peningkatan/ekspansi kapasitas transaksi data.

  1. Rancangan detail engeneering design diharapkan membuat rencana pembangunan teknologi informasi dan payment gateway, akan dibangun  menjadi transparan dan governance dalam pertanggung jawaban investasi.
  2. Tujuan akhir pembangunan teknologi informasi dan payment gateway sebagai basis platform IT – BUMA dimasa depan dalam pengelolaan dan pengawasan secara menyeluruh dalam penggunaan dana subsidi yang disalurkan kepada penerima dengan  menggunakan kartu I Love Papua sebagai platform transaksi keuangan.
  3. Platform teknologi informasi dan payment gateway sebagai sistem transaksi keuangan dalam mendukung program kartu I Love Papua sebagai media transaksi untuk penyediaan kebutuhan masyarakat Papua dan Papua Barat melalui BUMA dalam melaksanakan tugasnya untuk mengontrol seluruh pendistribusian dana tepat sasaran.
  4. Pelatihan SDM harus mengutamakan Service Support maupun Delivery Support.
  5. Sistem teknologi informasi dan payment gateway yang dibangun akan menyediakan Pusat Informasi Eksekutif atau Executive Information Center system, yang akan memonitor performa bisnis dari tiap lini BUMA  maupun performa produk di pasar.

Sistem  kartu I Love Papua beragam fitur sehingga dapat bermanfaat  sebagai kartu debit dan e-money menggunakan chip dan RFID dengan menggunakan akses finger print atau kode password  yang dapat diakses melalui EDC, ATM dan Handphone untuk bertransaksi oleh masyarakat. Tersedianya  teknologi kartu  debit dan e-money  berbasis server  maupun kartu dapat menunjang berbagai jenis transaksi yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua. Kombinasi keduanya pun dapat dapat digunakan  dengan tersedianya sistem infrastruktur dari Bank di daerah untuk melakukan transaksi atau koperasi yang dioperasikan oleh BUMA sebagai pemilik transaksi.

Teknologi kartu pintar trendnya telah bergeser menjadi trend berbasis gelang dan hanphone yang memiliki fitur teknologi aplikasi Android dan NFC memudahkan masyarakat bertransaksi dimanapun berada

shp-2

 

  1. Implementasi Pembangunan Teknologi Informasi Dan Payment Gateway
  2. Bekerja-sama dengan koperasi, lembaga perbankan, perusahaan pengelola switching transaksi keuangan ALTO, ARTAJASA dan PRIMA yang telah terkoneksi dengan seluruh Perbankan dan Biller.
  3. Mempersiapkan proses Rancangan penyediaan Hardware; Software maupun SDM untuk pembangunan.
  4. Membuat aturan tata kelola operasi  di setiap tingkat/level tugas,  untuk  setiap
  5. produk yang akan di di distribusikan, dijual dan di jadikan persedian dan masuk dalam sistem.
  6. Kegiatan pembukuan juga sudah harus sesuai dengan sistem yang dibangun dengan mengacu kepada ketentuan yang dibuat oleh manajemen BUMA dalam pengelolaan keuangan
  7. Mempersiapkan rencana uji coba pengoperasian sistem; pelatihan SDM yang terkait, untuk mengoperasikan sistem payment gateway dna teknologi informasi.
  8. Melakukan review untuk sistem diuji coba yang direncanakan di 500 titik BUMA dan menjadi dasar pelaksanaan implementasi komersialisasi.
  9. Secara berkala memberi laporan kepada pemilik sistem yaitu BUMA, terkait dalam pelaksanaan sistem.
  10. Setelah tahap pelaksanaan pembangunan tahap awal dan uji coba, dan sesuai dengan target implementasi maka seluruh sistem baru akan di dioperasikan di seluruh BUMA sesuai dengan ketersediaan anggaran dan manfaat yang diperoleh oleh BUMA.
  1. Paparan dan Sosialisasi Program Kartu I Love Papua dan Payment Gateway

         Kegiatan ini akan disosialisasikan kepada masyarakat dan pembagian kartu I Love Papua merupakan  alat bayar transaksi pembelian  bahan pokok dan transaksi  pembayaran lainnya dilakukan di BUMA, Pasar, Perbankan, Koperasi dan lembaga lainnya

  1. SISTEM ARSITEKTUR DAN INFRASTRUKTUR TI PAYMENT GATEWAY

Infrastruktur implementasi kartu I Love Papua harus memenuhi kriteria high availability (HA), dimana sistem arsitektur mampu menangani seluruh permasalahan yang timbul. Sistem arsitektur harus memiliki rencana cadangan (contingency plan) yang secara otomatis dapat mendeteksi masalah dan mengubah ke sistem cadangan lainnya agar transaksi berjalan  tanpa ada gangguan.

Untuk mencapai kriteria ( HA ) dibutuhkan perangkat dan institusi yang dapat mewujudkannya dari gambar  dibawah  di ilustrasikan yang menunjang kecepatan pengiriman data yang di sediakan oleh perusahaan telekomunikasi melalui jaringan VSAT atau GSM 3G atau 4G dalam  pengiriman data melalui signal  telekomunikasi.

shp-3

  1. Arsitektur Sistem

Arsitektur sistem kartu pintar I Love Papua yang terpusat akan memberikan kemudahan bagi masyarakat, merchant (pelaku bisnis), dan bank atau BUMA (Koperasi) penerbit kartu pintar termasuk juga pihak ketiga lainnya. Kemudahan ini termasuk didalamnya kemudahan integrasi dengan sistem merchant, kemudahan dalam operasional perangkat keras, operasional monitoring transaksi berjalan, operasional keuangan dan manajemen.  Dengan demikian seluruh arsitektur sistem di desain  dengan meminimalkan penggunaan sumber daya seminimal mungkin.

4-shp

Skema Sistem Kartu Pintar I Love Papua

5-shp

 

  1. Pelaksanaan Rekonsiliasi Data Transaksi Di Kartu I Love Papua

Masalah yang biasa timbul dalam transaksi pembayaran adalah masalah data yang tidak sesuai (match) antara merchant (Toko) dan Bank atau Koperasi.  Data transaksi merchant dengan bank atau koperasi dapat berbeda dari segi pelaporan, baik otomatis atau manual. Perbedaan  transaksi  akan berujung kepada kurang atau lebih pembayarannya dan akan menyebabkan kerugian kedua belah pihak. Belum lagi jika pencocokan data secara manual akan menyebabkan kelambatan dan akurasi yang lemah. Dengan dibuatnya  business process sistem rekonsiliasi  permasalahan operasional diminimalisir permasalahannya dan cepat diselesaikan dengan baik.

6-shp

  1. Konfigurasi Network Kartu I Love Papua

7-shp

VII.     WAKTU PELAKSANAAN

 

Waktu untuk melaksanakan pekerjaan, pembangunan Sistem Teknologi Informasi dan Lesko Payment Gateway tahap awal dan uji coba  hingga beroperasi  selama 3 (tiga) Bulan dengan penyelesaian seluruh pekerjaan persiapannya.  Rancangan  Sistem TI hingga waktu pelaksanaan kerja pembangunan hingga  proses LIVE dilaksanakan secara simultan bersama mitra teknologi, ketersediaan energy listrik untuk mendukung keberhasilan sistem yang dibangun dengan melibatkan berbagai pihak.

Waktu pelaksanaan kegiatan pembangunan selama 6 (enam) bulan hingga komersialisasi dengan jadwal sebagai berikut:

8-shp

PENANGGUNG JAWAB PROGRAM

Direktur IPTEK/ENERGY Lesko Institute

Drs. San Herib, MBA

About admin

Check Also

Tajuk Pemikiran : Paradigma Baru Dalam Pembangunan Ekonomi Daerah, Oleh: Abock Busup, S,Th, MA

Tajuk Pemikiran : Paradigma Baru Dalam Pembangunan Ekonomi Daerah, Oleh: Abock Busup, S,Th, MA   …